Eksistensi Coffee Shop dan Warung Kopi bagi Generasi Milenial di Tulungagung

Mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Airlangga
Tulisan dari Putriana Maisyaroh tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
![Foto dipotret Langsung oleh Risma Afiatul Khusna [02/01/2020] di Refresho Tulungagung](https://blue.kumparan.com/image/upload/fl_progressive,fl_lossy,c_fill,f_auto,q_auto:best,w_640/v1634025439/0180f5b99d98dbe6b162c8a4b5be3759.jpg)
Tulungagung merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Timur. Tulungagung memiliki banyak sekali kebudayaan salah satunya adalah budaya nyethe. Budaya nyethe merupakan kegiatan melukis dalam kertas rokok dengan menggunakan ampas kopi hitam atau kopi hijau yang dikreasikan oleh si penikmat kopi. Budaya nyethe sering dilakukan di warung kopi Tulungagung. Namun, seiring dengan berkembangnya zaman banyak sekali kedai kopi atau coffee shop yang buka di Tulungagung.
Hadirnya coffee shop dengan desain yang menarik, menu yang beragam, dan tempat foto yang bagus membuat warung kopi di Tulungagung kurang diminati oleh generasi milenial. Dari survei yang telah dilakukan kepada 36 generasi milenial di Tulungagung, sebanyak 58,3% generasi milenial di Tulungagung memilih coffee shop. Sisanya sebanyak 22,2% memilih warung kopi, 5,6% memilih coffee shop dan warung kopi, 5,6% memilih angkringan, serta sebanyak 8,4% memilih lainnya. Banyaknya generasi milenial di Tulungagung lebih memilih coffee shop sebagai tempat mengerjakan tugas, rapat, atau sekadar berkumpul bersama teman-teman karena tempatnya yang menarik, bersih, serta lebih memenuhi standardisasi kenyamanan dan kepuasan. Coffee shop di Tulungagung yang banyak digemari oleh generasi milenial diantaranya Hakui, Foresthree, MOB, Refresho, Ruang Temu, Mata Hati dan masih banyak lainnya.
Di samping itu, generasi milenial di Tulungagung yang lebih memilih warung kopi sebagai tempat mengerjakan tugas atau sekadar berkumpul bersama teman-teman yaitu dengan alasan harga kopi dan makanannya lebih murah, internet yang lancar, serta rasa kopi hijaunya yang khas. Warung kopi lebih banyak didominasi oleh laki-laki sehingga membuat perempuan mengurungkan niatnya untuk berkunjung ke warung kopi dengan alasan kenyamanan. Warung kopi di Tulungagung yang banyak dikunjungi oleh generasi milenial diantaranya Tegal Pule, Warkop GG, Mbah Di, Warkop Waris, dan masih banyak lainnya.
Dapat diambil kesimpulan bahwa eksistensi coffee shop dan warung kopi bagi generasi milenial di Tulungagung sangat dibutuhkan dan diminati untuk sekadar berkumpul dengan teman-teman, mengerjakan tugas, serta rapat dengan relasi. Pemilihan coffee shop atau warung kopi sebagai tempat yang dituju tergantung dari anggaran, fasilitas dan suasana, serta dari pribadi masing-masing generasi milenial di Tulungagung.
