Konten dari Pengguna
KKN Literasi Hadir: Menyalakan Asa, Mewujudkan Mimpi Anak Desa
4 Agustus 2025 9:37 WIB
·
waktu baca 3 menit
Kiriman Pengguna
KKN Literasi Hadir: Menyalakan Asa, Mewujudkan Mimpi Anak Desa
KKN Literasi USK di Desa Lamlhue hadir menumbuhkan minat baca anak-anak, melibatkan warga, dan membuka akses ilmu demi mewujudkan mimpi melalui buku dan kegiatan literasi yang bermakna.putriani
Tulisan dari putriani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Di balik tenangnya hamparan sawah dan hangatnya suasana Desa Lamlhue Suka Makmur, Aceh Besar, Provinsi Aceh, tersimpan harapan-harapan kecil yang tumbuh di hati anak-anak. Mereka bermimpi menjadi guru, dokter, bahkan penulis, namun tak semua memiliki akses untuk menggapai mimpi itu. Di sinilah kami hadir, mahasiswa Universitas Syiah Kuala melalui program KKN Literasi, membawa semangat baru untuk membuka jendela dunia lewat aksara.
ADVERTISEMENT
Saat pertama kali tiba, kami menyadari bahwa akses terhadap bahan bacaan di desa masih sangat terbatas, ditambah lagi perpustakaan yang masih menyatu dengan kantor desa. Namun, keterbatasan itu tidak menjadi penghalang bagi kami maupun adik-adik untuk terus belajar dan berkegiatan bersama. Banyak anak yang belum terbiasa membaca buku cerita, bahkan belum mampu menyusun kalimat sederhana. Namun, semangat mereka tak terbendung.
Kami memulai kegiatan dengan mengentri dan menyusun koleksi buku di perpustakaan desa, lalu membuka Pojok Baca sebagai ruang alternatif yang nyaman bagi anak-anak untuk menikmati bacaan. Setelah itu, kami melaksanakan berbagai program kerja literasi, seperti membaca nyaring, “Bacakan Saya Buku”, proyek berbasis buku bacaan, hingga kunjungan ke sekolah-sekolah dasar di sekitar desa. Setiap kegiatan dirancang untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap membaca, memperluas imajinasi, dan menjadikan buku sebagai teman bermain sekaligus jendela menuju dunia yang lebih luas.
ADVERTISEMENT
"Kalau aku bisa baca, aku bisa sekolah tinggi ya, Kak?" tanya seorang anak bernama Siti dengan polosnya. Pertanyaan sederhana itu menguatkan kami, bahwa setiap huruf yang mereka pelajari adalah benih harapan yang bisa tumbuh menjadi pohon mimpi.
Tak hanya anak-anak, kami juga mengajak remaja dan orang tua untuk terlibat. Kami mengenalkan literasi fungsional, seperti pelatihan pengembangan produk pangan, edukasi pembuatan logo dan kemasan produk usaha, penyuluhan tentang diabetes, hingga edukasi sanitasi kandang. Program-program ini bertujuan untuk meningkatkan literasi fungsional dan keterampilan praktis, agar masyarakat dapat lebih siap dalam mengelola usaha, menjaga kesehatan, serta meningkatkan kualitas hidup sehari-hari.
Kami percaya, literasi bukan hanya tentang membaca buku, tapi memahami hidup dengan lebih baik. Setiap kegiatan, sekecil apa pun, bertujuan untuk membangun kepercayaan diri dan membuka akses terhadap pengetahuan.
Kami sadar bahwa waktu pengabdian kami di desa sangat terbatas. Menjelang akhir program, kami mengadakan kompetisi literasi untuk anak-anak sebagai bentuk penutup yang bermakna. Tak disangka, antusiasme anak-anak sangat tinggi dalam mengikuti berbagai lomba yang berkaitan dengan dunia literasi.
ADVERTISEMENT
Melihat semangat itu, Kepala Perpustakaan Desa pun turut terinspirasi dan menyampaikan komitmennya untuk mengadakan ajang kompetisi literasi setiap tahun sekali. Harapannya, kegiatan ini dapat terus berlangsung dan menjadi cara yang efektif untuk menumbuhkan motivasi anak-anak dalam belajar, berkreasi, dan berkompetisi melalui literasi.
KKN ini bukan sekadar pengabdian, tapi pembelajaran. Kami belajar bahwa mimpi anak-anak desa tak kalah besar dari mereka yang tinggal di kota. Yang berbeda hanya satu: akses. Dan di situlah kami hadir.

