Kenali Potensi Diri agar Berprestasi bersama Mahasiswa KKN Undip
Tulisan dari Nabila Aurelia Putri H tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Anak yang cerdas merupakan impian yang tidak hanya dimiliki oleh orang tua saja, namun juga anak itu sendiri. Namun, adanya stigma di masyarakat bahwa anak yang cerdas hanyalah anak yang pintar dalam pelajaran tertentu seperti matematika atau IPA membuat anak lain menjadi terabaikan. Padahal, ada berbagai macam tipe kecerdasan yang bisa dimiliki oleh anak. Misalnya saja anak yang aktif bersosialisasi, pintar berbahasa, memahami diri sendiri dan orang lain, dan memiliki ketertarikan dengan alam, mereka juga anak yang cerdas dengan tipe kecerdasan yang berbeda-beda.
Pada hari Selasa, 18 Juli 2023, telah dilakukan sosialisasi mengenai Potensi dan Minat Bakat pada siswa kelas 5 dan 6 di SDN Pungangan, Desa Pungangan, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan. Kegiatan ini berlangsung selama kurang lebih satu jam dengan mahasiswa KKN Universitas Diponegoro, Nabila Aurelia Putri Hermawanto, dari Program Studi Psikologi sebagai narasumber dan pelaksana acara. Sosialisasi ini ditujukan untuk siswa kelas 5 dan 6 yang akan menginjakkan kaki ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi agar mereka dapat lebih mengenali potensi yang ada dalam diri mereka serta mengenali macam-macam bakat agar mereka tahu bahwa semua anak terlahir cerdas dan memiliki bakatnya masing-masing.
Sosialisasi ini dimulai pada pukul 08.00 dan berakhir pada pukul 09.00 diawali dengan perkenalan antara siswa dan mahasiswa sebagai narasumber. Kemudian, narasumber bertanya mengenai materi yang akan disampaikan untuk mengetahui apa yang sudah diketahui siswa sebelum materi disampaikan. Narasumber menjelaskan mengenai pentingnya mengenali diri sendiri, bukan hanya tentang nama dan umur saja, tetapi juga kelebihan, kekurangan, potensi, bakat, dan minat diri karena dengan mengenali diri saja memiliki banyak manfaat yang dapat digunakan ke depannya. Lalu, materi dilanjutkan dengan menjelaskan perbedaan antara bakat dan minat serta tipe-tipe kecerdasan. Terakhir, narasumber meminta siswa untuk mengucapkan ‘aku anak cerdas’ agar siswa paham bahwa semua anak itu cerdas dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

