Alexithymia : Kondisi yang Menyebabkan Seseorang Sulit untuk Mengungkapkan Emosi

Mahasiswa Psikologi Universitas Brawijaya
Konten dari Pengguna
25 November 2021 20:54
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Putri Rahmawati tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Alexithymia : Kondisi yang Menyebabkan Seseorang Sulit untuk Mengungkapkan Emosi (27172)
searchPerbesar
Sumber : pixabay.com
Banyak orang menganggap bahwa emosi adalah suatu amarah yang ada pada diri seseorang dan memandang emosi sebagai sisi negatif. Padahal, faktanya terdapat juga emosi yang positif. Emosi adalah salah satu bagian yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia, karena setiap harinya manusia tidak akan lepas dari emosi dalam mengahadapi suatu kondisi atau situasi. Mengungkapkan emosi merupakan suatu cara untuk merespon suatu kondisi yang terjadi pada diri kita, akan tetapi tidak semua orang di dunia ini dapat mengungkapkan emosi mereka dengan baik.
ADVERTISEMENT
Apakah kalian pernah merasa tidak bisa mengenali atau mengungkapkan emosi kalian sendiri? Jika ya, berarti kalian sedang mengalami suatu kondisi yang disebut dengan alexithymia. Mungkin banyak diantara kalian yang belum mengetahui Fenomena alexithymia ini.

Apa itu Alexithymia?

Alexithymia pertama kali dikenalkan sebagai konstruk psikologis oleh Sifneos pada tahun 1972. Banyak para ahli yang mendefinisikan apa itu alexithymia, diantaranya Sifneos dan Taylor. Menurut Sifneos (1973) alexithymia adalah kondisi dimana seseorang tidak mampu untuk menggambarkan atau mengenali emosi pada dirinya, dan juga orang yang menderita alexithymia akan sulit untuk memahami emosi orang lain. Selanjutnya, menurut Taylor (1985) alexithymia bukanlah suatu diagnosis, akan tetapi merupakan suatu konstruk yang mengkarakterisasi pasien yang terlihat tidak bisa memahami perasaannya dan terlihat mengalami kekurangan kata untuk mengugkapkan perasaannya. Dengan demikian, kita dapat menyimpulkan bahwa alexithymia adalah suatu keadaan dimana seseorang sulit untuk mengidentifikasi dan membedakan emosi atau perasaan mereka.

Mengapa Seseorang Bisa Mengalami Alexithymia?

Sebenarnya penyebab dari alexithymia belum diketahui secara pasti, akan tetapi terdapat para ahli yang mengemukakan penyebabnya. Menurut Herlim (2019) terdapat beberapa faktor yang menyebabkan seeorang mengalami alexithymia yaitu, kecerdasan emosional, apabila seseorang bisa memahami kecenderungan emosi yang ada pada dirinya maka mereka juka akan mengerti cara untuk menjaga hubungan dengan orang lain dengan emosi yang positif. Attachment style, cara interaksi seseorang dengan yang lain yang sudah mereka pelajari dari lingkungan sejak kecil, hal itu dapat mempengaruhi cara seseorang tersebut berkomunikasi dan mengatur emosinya. Dan yang terakhir post traumatic disorder, alexithymia bisa muncul dikarenakan adanya trauma pada seseorang yang terjadi di masa lalu.
ADVERTISEMENT

Apakah Ada Ciri-ciri dari Alexithymia?

Seseorang yang mengalami alexithymia memiliki ciri umum tidak bisa mengungkapkan emosi mereka, akan tetapi ada ciri-ciri lain yang menunjukkan seseorang sedang mengalami alexithymia.
  • Sulit untuk mengenali perasaan. Seseorang yang mengalami alexithymiasaat mereka merasakan emosi yang besar seperti marah dan kesedihan yang mendalam, mereka tidak bisa mengungkapkan penyebab dari emosi yang muncul tesebut. Mereka akan sulit untuk membedakan perasaan mereka.
  • Sulit untuk menggambarkan perasaan mereka dengan kata-kata. Contohnya saat seseorang yang mengalami alexithymia merasa tidak nyaman terhadap suatu kondisi, mereka tidak bisa mendeskripsikan perasaan mereka tesebut dengan kata-kata.
  • Memiliki keterbatasan dalam berimajinasi.
  • Kurangnya rasa empati kepada orang lain.
  • Mengambil suatu keputusan hanya dengan pemikiran, tidak melibatkan perasaan.

Apakah Ada Cara untuk Mengatasi Alexithymia?

Kalian tidak perlu khawatir, alexithymia ini bisa diatasi dengan beberapa cara, yaitu konsultasi dengan psikolog. Psikolog bisa membantu kalian cara mengenali emosi, karena hal tersebut merupakan seseorang yang mengalami alexithymia. Selain konsultasi ke psikolog, kalian juga bisa terapi, terapi yang digunakan adalah skill-based therapy, terapi kognitif dan perilaku. Terapi tersebut berfungsi untuk membantu mengenali hubungan antara emosi, perasan, dan pikiran yang kalian rasakan.
ADVERTISEMENT
Kesimpulan
Dapat disimpulkan alexithymia adalah suatu kondisi dimana seseorang tidak bisa atau sulit untuk mengungkapkan emosi yang ada pada dirinya dan kurang empati terhadap lingkungan sekitar.
Alexithymia tidak bisa dianggap suatu hal yang biasa, karena emosi sangat penting dalam hidup kita. Jika kita tidak bisa mengungkapkan emosi kita, bisa jadi kita akan mengalami depresi atau bahkan masalah yang besar, karena kita tidak bisa melepas emosi yang terpendam.
Selain depresi, ada yang lain yang juga ditimbulkan yaitu hubungan dengan lingkungan. Karena seseorang yang mengalami alexithymia tidak mampu memahami emosi orang lain. Oleh karena itu alexithymia harus diatasi tidak boleh dibiarkan begitu saja.
Daftar Pustaka :
Geni, P. L. (2020). Struktur Internal dan Validitas Konstruk dari Toronto Alexithymia Scale (TAS-20) dengan Sampel Mahasiswa pada Universitas di Jakarta. Jurnal Pengukuran Psikologi Dan Pendidikan Indonesia (JP3I), 9(1), 30-40.
Irwanti, R. U., & Haq, A. H. B. (2021). Alexithymia pada Generasi Milenials. Jurnal Ilmu Sosial Humaniora Indonesia, 1(1), 61-66.
ADVERTISEMENT
Herlim, P. S. (2019). Hubungan Antara Kecerdasan Emosi Dengan Alexithymia Pada Dewasa Awal (Doctoral dissertation, Universitas Mercu Buana Yogyakarta).
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020