Konten dari Pengguna

Belajar Membuat Pestisida Nabati dari Klerek di Kebun Raya Purwodadi

Lutvinda Ismanjani

Lutvinda Ismanjani

Teknisi Litkayasa Terampil pada Direktorat Pengelolaan Koleksi Ilmiah

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Lutvinda Ismanjani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kebun Raya Purwodadi kembali menghadirkan kegiatan edukatif bagi masyarakat dengan menggelar pelatihan pembuatan pestisida nabati. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mengenalkan solusi pertanian ramah lingkungan sekaligus mengurangi ketergantungan pada pestisida kimia yang seringkali berdampak negatif bagi kesehatan manusia maupun keseimbangan ekosistem.

Pelatihan dipandu oleh Dr. Ir. Mizu Istianto, M.P., peneliti hortikultura yang telah lama berkecimpung dalam pengembangan pengendalian hama terpadu. Dalam paparannya, Dr. Mizu memperkenalkan salah satu bahan alami yang bisa diolah menjadi pestisida nabati, yaitu klerek atau lerak (Sapindus rarak). Tanaman dari famili Sapindaceae ini sejak lama digunakan masyarakat sebagai bahan pencuci batik karena mengandung senyawa saponin yang mampu menghasilkan busa.

Menariknya, saponin juga memiliki sifat insektisida alami yang bisa dimanfaatkan untuk mengendalikan hama tanaman. “Dengan memanfaatkan klerek, kita bisa membuat pestisida sederhana yang cukup efektif menekan populasi hama, sekaligus aman bagi lingkungan,” jelas Dr. Mizu di hadapan peserta pelatihan.

Cara pembuatannya pun sangat mudah. Cukup siapkan 5 biji klerek, lalu campurkan dengan 1 liter air bersih. Remas-remas buah tersebut hingga larutan berubah warna kecokelatan dan sedikit berbusa. Setelah itu, dimasak selama 15 menit lalu di diamkan sampai dingin lalu di saring.larutan bisa langsung digunakan dengan cara disemprotkan pada tanaman yang terserang hama.

Para peserta tampak antusias mengikuti praktik langsung yang dipandu narasumber. Mereka berkesempatan mencoba sendiri proses meremas klerek hingga menghasilkan larutan pestisida alami. Bagi sebagian peserta, pengalaman ini menjadi hal baru karena selama ini pengendalian hama lebih banyak mengandalkan produk kimia yang dijual bebas di pasaran.

Kegiatan pelatihan ini sekaligus menegaskan peran Kebun Raya Purwodadi sebagai pusat edukasi dan konservasi tanaman. Melalui kegiatan seperti ini, masyarakat diajak untuk lebih mengenal potensi kekayaan hayati lokal yang bisa mendukung pertanian berkelanjutan. Dengan langkah kecil seperti membuat pestisida nabati dari klerek, diharapkan kesadaran untuk menjaga lingkungan dan mengurangi dampak buruk pestisida kimia dapat terus tumbuh di kalangan petani maupun masyarakat umum.

“Dr. Ir. Mizu Istianto, M.P. memperagakan cara membuat pestisida nabati dari biji klerek (Sapindus rarak) dalam pelatihan ramah lingkungan di Kebun Raya Purwodadi.” (Dokumen pribadi saya)