Konten dari Pengguna

Paku-Pakuan di Kebun Raya Purwodadi: Koleksi Langka yang Jarang Disorot

Lutvinda Ismanjani

Lutvinda Ismanjani

Teknisi Litkayasa Terampil pada Direktorat Pengelolaan Koleksi Ilmiah

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Lutvinda Ismanjani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Di tengah ratusan koleksi tanaman tropis di Kebun Raya Purwodadi, ada satu kelompok tumbuhan yang sering terlewatkan: paku-pakuan. Tanaman yang telah ada sejak ratusan juta tahun lalu ini ternyata punya peran besar, baik untuk keindahan taman maupun untuk menjaga keseimbangan ekosistem.

Koleksi yang Kaya dan Beragam

Kebun Raya Purwodadi menyimpan koleksi paku yang sangat beragam, mulai dari paku tanah, paku air, hingga paku epifit yang hidup menempel di batang pohon. Beberapa jenis yang menjadi favorit pengunjung antara lain paku tanduk rusa (Platycerium bifurcatum), paku sarang burung (Asplenium nidus), dan paku ekor kuda (Equisetum sp.).

“Keanekaragaman paku di Kebun Raya Purwodadi tidak hanya menjadi bahan penelitian ilmiah, tetapi juga sarana edukasi bagi masyarakat. Setiap jenis memiliki fungsi unik dalam menjaga keseimbangan alam,” kata anggota tim rehabilitasi koleksi.

Selain keindahan visualnya, banyak jenis paku memiliki nilai ekonomi, mulai dari tanaman hias populer, bahan obat tradisional, hingga penyerap polusi udara alami.

Peran Ekologis yang Penting

Paku-pakuan membantu menjaga kelembapan tanah, menjadi rumah bagi serangga, dan mendukung siklus air. Di Kebun Raya Purwodadi, mereka juga berfungsi sebagai bagian dari paru-paru hijau kawasan, yang mendukung keseimbangan lingkungan sekitarnya.

Upaya Konservasi dan Edukasi

Kebun Raya Purwodadi secara rutin melakukan pemeliharaan dan rehabilitasi paku, termasuk perbanyakan melalui spora, identifikasi spesies langka, serta pengayaan habitat. Pengunjung dapat mengikuti kegiatan edukasi seperti tur konservasi dan pelatihan tanaman hias berbasis paku, yang semakin mengenalkan pentingnya pelestarian tumbuhan ini.

Paku-pakuan mungkin tampak sederhana, tetapi mereka menyimpan pesan penting: setiap unsur alam memiliki peran dalam menjaga keberlanjutan ekosistem. Koleksi paku di Kebun Raya Purwodadi adalah bukti bahwa konservasi bukan hanya tentang tanaman besar yang mencolok, melainkan juga tentang si hijau kecil yang sering terlupakan.

Asplenium nidus Koleksi paku epifit di Kebun Raya Purwodadi, salah satu daya tarik edukasi yang kian diminati pengunjung.(dukumen pribadi saya)
Platycerium bifurcatum Koleksi paku epifit di Kebun Raya Purwodadi, salah satu daya tarik edukasi yang kian diminati pengunjung.