Platycerium grande: Paku Tanduk Menjangan Raksasa di Kebun Raya Purwodadi

Teknisi Litkayasa Terampil pada Direktorat Pengelolaan Koleksi Ilmiah
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Lutvinda Ismanjani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Di antara koleksi paku-pakuan yang menghijaukan Kebun Raya Purwodadi, Platycerium grande menjadi salah satu yang paling mencuri perhatian. Dikenal sebagai paku tanduk menjangan raksasa, tanaman epifit ini memamerkan keindahan alami dengan daun menyerupai tanduk rusa yang menjuntai anggun.
Keindahan dan Keunikan Platycerium grande
Platycerium grande termasuk dalam famili Polypodiaceae. Ia memiliki dua jenis daun:
• Daun steril, berbentuk bulat lebar, berfungsi melekat pada inang dan menampung humus.
• Daun fertil, panjang dan bercabang seperti tanduk, tempat spora berkembang biak.
Menurut Lutvinda Ismanjani, staf pemeliharaan paku-pakuan Kebun Raya Purwodadi, paku ini istimewa karena mampu bertahan hidup dengan sedikit media tanam.
“Platycerium grande bisa hidup hanya dengan humus yang menumpuk di pangkalnya. Ia menyerap nutrisi dari udara dan air hujan, sehingga relatif mudah dirawat,” ujarnya.
Tumbuh Subur di Kebun Raya Purwodadi
Kebun Raya Purwodadi, dengan iklim lembap dan naungan pepohonan rindang, menjadi habitat ideal bagi Platycerium grande. Perawatannya meliputi penyemprotan kabut air, pemupukan organik, serta pemangkasan teratur untuk menjaga kesehatannya. Koleksi ini tidak hanya memperindah area konservasi tetapi juga menjadi daya tarik edukasi bagi pengunjung.
Manfaat dan Peran Ekologis
Selain bernilai estetika, Platycerium grande berfungsi sebagai penampung air hujan mikro, tempat tumbuhnya mikroorganisme, dan penyedia ruang bagi serangga kecil. Potensi ini membuatnya semakin berharga dalam mendukung keseimbangan ekosistem.
Upaya Konservasi dan Edukasi
Sebagai tanaman yang mulai jarang ditemui di habitat alaminya, Platycerium grande dirawat dengan teknik konservasi khusus. Kebun Raya Purwodadi menjadikannya bagian dari program edukasi keanekaragaman hayati, mengajak masyarakat lebih peduli terhadap paku-pakuan dan tanaman epifit Indonesia.
