Pencemaran Sungai: Edukasi Pencemaran Lingkungan Akibat Air Limbah Budidaya Ikan

Saya adalah mahasiswa aktif jurusan Teknik Lingkungan tahun 2023 yang masih sama sama belajar dan berkarya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Syechan Agil tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tambaksari, Kendal – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tim 33 Universitas Diponegoro menggelar kegiatan edukasi bertajuk "Mitigasi Pencemaran Lingkungan Akibat Air Limbah Budidaya Ikan" kepada kelompok pembudidaya ikan dan masyarakat Desa Tambaksari, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal, pada Kamis, 16 Juli 2026.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai dampak pembuangan air limbah budidaya ikan secara langsung ke saluran drainase maupun sungai, serta pentingnya penerapan pengelolaan limbah yang sederhana sebagai upaya menjaga kualitas lingkungan. Air limbah budidaya umumnya mengandung sisa pakan, feses ikan, dan padatan tersuspensi yang apabila dibuang tanpa pengolahan dapat menurunkan kualitas air, menimbulkan bau tidak sedap, mempercepat sedimentasi, dan meningkatkan risiko pencemaran perairan.
Bertempat di BUMDes Perwitasari, mahasiswa menyampaikan materi mengenai sumber pencemar yang berasal dari kegiatan budidaya ikan, dampak limbah terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat, serta langkah-langkah mitigasi yang dapat diterapkan oleh pembudidaya. Salah satu solusi yang diperkenalkan adalah pembuatan bak pengendap sederhana sebagai tempat pengolahan awal air limbah sebelum dialirkan ke drainase. Selain itu, peserta juga diberikan edukasi mengenai pentingnya pemberian pakan secara efisien untuk mengurangi sisa pakan, pembersihan kolam secara bertahap, serta menjaga kebersihan saluran drainase dengan tidak membuang sampah maupun limbah domestik ke dalamnya.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa juga membagikan leaflet edukasi yang berisi informasi mengenai sumber pencemaran, dampak air limbah budidaya terhadap lingkungan, serta langkah-langkah mitigasi yang dapat diterapkan secara mandiri oleh masyarakat. Sesi diskusi berlangsung interaktif karena peserta turut menyampaikan berbagai permasalahan yang dihadapi selama kegiatan budidaya, khususnya terkait pengelolaan air limbah dan kondisi drainase di sekitar kawasan tambak.
Kesan: Kelompok pembudidaya ikan menyambut baik kegiatan ini karena memberikan wawasan baru mengenai pentingnya pengelolaan air limbah sebagai bagian dari budidaya ikan yang berkelanjutan. Melalui edukasi ini, masyarakat diharapkan semakin peduli terhadap kualitas lingkungan, menerapkan pengelolaan limbah yang lebih baik, serta bersama-sama menjaga saluran drainase agar tetap bersih sehingga dapat mengurangi risiko pencemaran, bau tidak sedap, dan genangan di lingkungan sekitar.
Laporan Oleh : Syechan Agil
