Konten dari Pengguna

Ramah Lingkungan: Manfaat Maggot (BSF) Sebagai Elemen Penunjang Budidaya Ikan

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Syechan Agil tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pemaparan/Presentasi Program Kerja MultiDisiplin 1 Kuliah Kerja Nyata Oleh Syechan Agil di BUMDes Tambaksari, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal dengan Judul "Edukasi Pemanfaatan Maggot (BSF) Sebagai Upaya Pengurangan Limbah Organik, Alternatif Pakan, dan Pupuk Kasgot"
zoom-in-whitePerbesar
Pemaparan/Presentasi Program Kerja MultiDisiplin 1 Kuliah Kerja Nyata Oleh Syechan Agil di BUMDes Tambaksari, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal dengan Judul "Edukasi Pemanfaatan Maggot (BSF) Sebagai Upaya Pengurangan Limbah Organik, Alternatif Pakan, dan Pupuk Kasgot"

Tambaksari, Kendal – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tim 33 Universitas Diponegoro menggelar kegiatan edukasi bertajuk "Pemanfaatan Maggot (Black Soldier Fly/BSF) dalam Upaya Pengurangan Limbah, Alternatif Pakan, dan Pembuatan Pupuk Kasgot" kepada kelompok pembudidaya ikan dan masyarakat Desa Tambaksari, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal, pada Rabu, 22 Juli 2026.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pemanfaatan larva Black Soldier Fly (BSF) sebagai solusi pengelolaan limbah organik yang bernilai ekonomis. Selain mampu mengurangi timbulan limbah organik rumah tangga maupun sisa hasil pertanian, maggot BSF juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber protein alternatif untuk pakan ikan, sedangkan sisa media budidayanya (kasgot) dapat digunakan sebagai pupuk organik yang bermanfaat bagi tanaman.

Bertempat di BUMDes Perwitasari, mahasiswa memberikan edukasi mengenai siklus hidup BSF, jenis limbah organik yang dapat dimanfaatkan sebagai media budidaya, teknik budidaya maggot secara sederhana, serta cara pemanenan maggot dan pengolahan kasgot. Mahasiswa juga menjelaskan manfaat ekonomi dari budidaya maggot, seperti pengurangan biaya pakan, pemanfaatan limbah organik menjadi produk yang bernilai, serta peluang pengembangan usaha berbasis ekonomi sirkular di tingkat desa.

Selain penyampaian materi, peserta diberikan contoh media budidaya maggot dan diperkenalkan dengan karakteristik kasgot yang telah matang sebagai pupuk organik. Sesi diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan mengenai jenis limbah yang dapat digunakan, proses budidaya, hingga potensi pemanfaatan maggot untuk budidaya ikan air tawar di Desa Tambaksari.

Pemanfaatan Maggot (BSF) Dalam Upaya Pengurangan Limbah, Alternatif Pakan, dan Pupuk Kasgot

Kesan: Kelompok pembudidaya ikan dan masyarakat memberikan respons positif terhadap kegiatan ini karena dinilai memberikan solusi yang praktis dan mudah diterapkan dalam mengelola limbah organik. Melalui edukasi ini, diharapkan masyarakat semakin terdorong untuk memanfaatkan limbah organik menjadi produk yang bermanfaat, mengurangi pencemaran lingkungan, serta mendukung budidaya ikan dan pertanian yang lebih berkelanjutan melalui penerapan prinsip ekonomi sirkular.

Dokumentasi Penyerahan Alat Peraga (Maggot BSF)) Oleh Pihak Pertama (Syechan Agil) Kepada Pihak Kedua (Mas Tugi)