Komu, Gorila Ragunan, Rayakan HUT ke-162 Taman Margasatwa Ragunan

Mahasiswi, S1 Hukum Tata Negara UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Qonita Hamidah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tidak hanya masyarakat yang turut merayakan, Komu, salah satu gorila penghuni Taman Margasatwa Ragunan, juga mendapatkan kegiatan istimewa berupa pemberian pakan dengan menggunakan sarana pengayaan (enrichment) baru berbentuk rolling barrel portabel.
Kegiatan tersebut akan dilaksanakan pada Minggu, 20 September 2026, pukul 10.30 WIB, di kandang peraga gorila, dan dilanjutkan dengan kegiatan keeper talk bersama pengunjung.
Pemberian pakan melalui sarana pengayaan ini dirancang untuk memberikan stimulasi fisik dan mental serta memperkaya aktivitas satwa. Dengan demikian, Komu dapat beraktivitas dan mengekspresikan perilaku alaminya secara lebih optimal serta terhindar dari aktivitas yang monoton.
Kegiatan selanjutnya adalah keeper talk, yang memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk memperoleh informasi secara langsung mengenai kehidupan gorila, perilaku, pola makan, perawatan, serta berbagai upaya yang dilakukan Taman Margasatwa Ragunan dalam menjaga kesehatan, kesejahteraan, dan kelestarian satwa.
Perayaan HUT ke-162 Taman Margasatwa Ragunan bukan sekadar momentum untuk mengenang perjalanan panjang Ragunan, tetapi juga menjadi pengingat akan komitmen untuk terus meningkatkan peran sebagai lembaga konservasi, sekaligus menghadirkan pengalaman yang edukatif, menarik, dan bermakna bagi masyarakat.
Melalui kegiatan bersama Komu, Taman Margasatwa Ragunan juga mengajak masyarakat untuk semakin mengenal satwa, memahami pentingnya konservasi dan kesejahteraan satwa, serta menumbuhkan kepedulian terhadap pelestarian keanekaragaman hayati.
“Kami berharap melalui berbagai kegiatan edukasi yang menarik dan positif, masyarakat dapat semakin mengenal satwa dan memahami pentingnya konservasi serta kesejahteraan satwa. Kami juga berharap Taman Margasatwa Ragunan semakin dekat dengan masyarakat dan terus menjadi salah satu lembaga konservasi serta destinasi edukasi yang dicintai masyarakat Indonesia,” ujar Endah Rumiyati.
