Konten dari Pengguna

Bukan Sekedar Pengepul; KKN-BBK 5 Unair Kembangkan Kegiatan Bank Sampah

Qonitah

Qonitah

Student at FIB Universitas Airlangga

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Qonitah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bank Sampah dan Lingkungan

Kegiatan menjaga lingkungan dari sampah dapat dilakukan dengan banyak hal. Salah satunya adalah Bank Sampah. Namun, dalam implementasinya, terkadang Bank Sampah tidak lebih menjadi perpanjangan tangan antara masyarakat dengan pengepul. Memang, Bank Sampah merupakan kegiatan yang menarik karena mengajak warga mengelola sampah masing-masing menjadi uang. Di luar itu, Bank Sampah sebenarnya memiliki peran yang lebih besar untuk lingkungan dan masyarakat. Melihat peluang ini, para mahasiswa KKN-BBK 5 Unair (Universitas Airlangga) membantu mengembangkan kegiatan Bank Sampah selama pengabdian masyarakat di Daerah Desa Mojorayung, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun.

Sumber : Dokumentasi Pribadi (18 Januari 2025)
zoom-in-whitePerbesar
Sumber : Dokumentasi Pribadi (18 Januari 2025)

Bank Sampah lebih dari sekedar pengepul. Setelah berkecimpung dalam kegiatan Bank Sampah, organisasi ini rupanya dapat berkembang lebih besar lagi dalam kegiatan pengelolaan sampah. Banyak hal yang dapat dilakukan oleh para Kader Bank Sampah Desa Mojorayung, yang semuanya adalah ibu-ibu rumah tangga, tapi ternyata mampu melakukan banyak hal dalam pengolahan sampah.

Sumber : Dokumentasi Pribadi (25 Januari 2025)

Pengembangan Kegiatan Bank Sampah bersama Mahasiswa KKN-BBK 5 Unair

Melalui kegiatan sosialisasi dan diskusi, mahasiswa KKN-BBK 5 Unair Desa Mojorayung, bersama seluruh Kader Bank Sampah dan PKK, membahas bagaimana kegiatan Bank Sampah dapat lebih berkembang. Kegiatan tersebut berlangsung pada tanggal 25 Januari 2025 di Gedung Pertemuan Balai Des Mojorayung. Tidak hanya sosialisasi dan diskusi, tapi kegiatan tersebut juga melakukan bonding atau pendekatan antar kader dan anggota PKK. Pertemuan ini membahas tiga hal inti, yaitu menejemen, rancangan agenda, dan tata cara publikasi.

Dalam menejemen, Bank Sampah mengatur kembali posisi dan administrasi yang jelas, dengan laporan yang seragam, terstruktur, dan terpusat. Kegiatan ini juga menjadi dasar pengetahuan untuk sumber daya dalam melaksanakan agenda kegiatan pengembangan Bank Sampah. Sehingga, dengan dasar menejemen yang baik, maka agenda kegiatan dapat berjalan dengan lancar.

Melalui pembahasan kedua, yaitu rancangan agenda, Bank Sampah Desa Mojorayung mampu melakukan kegiatan tidak hanya sebagai pengepul. Melalui sesi diskusi, Bank Sampah Desa Mojorayung rupanya memiliki potensi untuk melakukan kegiatan pengelolaan sampah. Tidak hanya mengepul sampah, agenda kegiatan yang dapat dilakukan seperti,

  1. Kegiatan Kerajinan. Setiap dusun mengumpulkan satu prakarya dari barang bekas dalam pertemuan rutin bulanan.

  2. Tabungan eco-brick. Setiap bulannya, setiap dusun di Desa Mojorayung ditarget untuk mengisi satu botol bekas dengan sampah plastik. Nantinya pada akhir tahun, seluruh eco-brick dikumpulkan untuk kemudian dapat dirangkai menjadi dingklik (kursi kecil).

  3. Karnaval Baju Daur Ulang. Agenda ini dapat mengikuti agenda Agustusan di desa maupun di Hari Lingkungan, dengan mengadakan fashion show, menunjukkan kreasi baju dari daur ulang barang-barang bekas.

  4. Sosialisasi Sekolah. Bank Sampah juga dapat melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah tentang cara memanfaatkan sampah dan menjaga lingkungan.

  5. Pengolahan Pupuk. Desa Mojorayung yang juga dikenal dengan hasil buminya, Bank Sampah juga dapat berkolaborasi dengan Kelompok Tani Desa untuk bersama-sama membuat pupuk kompos yang dapat dimanfaatkan untuk pertanian.

  6. Lomba. Kegiatan ini bersifat situasional. Tidak banyak yang mengadakan lomba Bank Sampah, tapi perlombaan pengolahan barang bekas banyak dilakukan dan dapat menjadi kesempatan Bank Sampah Desa Mojorayung berkreasi.

Materi terakhir adalah publikasi, yang mana agar Bank Sampah Desa Mojorayung mampu mengenalkan kegiatan mereka ke luar Desa dan juga menjadi pencatatan digital untuk mereka. Salah satunya, ialah dengan publikasi artikel ini, untuk mulai mengenalkan kegiatan Bank Sampah, tidak hanya sebagai pengepul barang bekas.

Sumber : Dokumentasi Pribadi (25 Januari 2025)

Apa yang dilakukan oleh mahasiswa KKN-BBK 5 Universitas Airlangga Desa Mojorayung hanyalah bantuan dan bimbingan dasar. Dengan harapan apa yang dilakukan mahasiswa dapat menjadi insipirasi dan motivasi dalam pengembangan desa melalui Kegiatan Bank Sampah, dan agar kegiatan pengabdian desa menjadi program berkelanjutan yang dapat diteruskan oleh masyarakat.