Konten dari Pengguna

Murah dan Efektif: Mahasiswa KKN Undip Edukasi Secchi Disk untuk Kolam Ikan

Qonitatul Atqiya'

Qonitatul Atqiya'

Mahasiswa Akuakultur Universitas Diponegoro

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Qonitatul Atqiya' tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Desa Tambaksari, Kabupaten Kendal (2 Juli 2025) - Mahasiswa KKN Tematik UNDIP sukses melaksanakan sosialisasi bersama kelompok pembudidaya Desa Tambaksari dengan judul kegiatan “Edukasi Penggunaan Alat Secchi Disk Untuk Pengukuran Kecerahan Kolam Budidaya“. Kegiatan ini merupakan program kerja multidisiplin salah satu anggota Kelompok 1 Tim 38 KKN-T IDBU UNDIP, yakni Qonitatul Atqiya', mahasiswa UNDIP yang berasal dari jurusan Akuakultur. Sosialisasi ini merupakan bagian dari serangkaian program multidisiplin yang mengusung tema “Ketahanan Pangan Bidang Perikanan Melalui Penerapan IPTEK“ yang diketuai oleh Dr. Ir. Diana Rachmawati, M.Si., beserta Dosen Pembimbing Lapangan yaitu Adnan Fauzi, S.T., M.Kom., Faik Kurohman, S.Pi., M.Si., dan Dr. Putut Har Riyadi, S. Pi., M.Si.

Demonstrasi langsung metode pengukuran kecerahan air pada kolam pembudidaya Desa Tambaksari untuk Optimalisasi Kualitas Air Budidaya
zoom-in-whitePerbesar
Demonstrasi langsung metode pengukuran kecerahan air pada kolam pembudidaya Desa Tambaksari untuk Optimalisasi Kualitas Air Budidaya

Dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan bidang perikanan, mahasiswa Program Studi Akuakultur Universitas Diponegoro (Undip) menggelar program edukasi inovatif kepada para pembudidaya ikan di Desa Tambaksari. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang fokus pada penerapan teknologi sederhana namun efektif dalam monitoring kualitas air budidaya. Kegiatan dilakukan melalui sosialisasi dan demonstrasi pada penyampaian materi maupun secara langsung di lapangan.

Kecerahan air merupakan parameter penting dalam budidaya ikan yang dapat dinyatakan dengan seberapa dalam cahaya bisa menembus ke dalam air atau kolam. Parameter ini penting karena berpengaruh pada fotosintesis fitoplankton, ketersediaan oksigen, serta menunjukkan kepadatan plankton dan kualitas air secara umum. Berdasarkan SNI 7550:2009, batas optimal kecerahan air untuk budidaya ikan berkisar antara 30-40 cm, atau menurut Boyd (1990) yang berkisar pada 20-50 cm. Untuk memudahkan pembudidaya melakukan monitoring, Qonitatul memperkenalkan kembali Secchi Disk sederhana yang dapat dibuat sendiri dengan bahan-bahan yang mudah didapat.

Para pembudidaya diajarkan cara membuat Secchi Disk dengan langkah-langkah sebagai berikut: (1) Persiapan Alat dan Bahan: Cat hitam dan putih, kuas, tali, penggaris, pisau cutter, plat bulat (dapat menggunakan piringan logam, tutup cat bekas, atau piringan CD), spidol, selotip, dan pemberat. (2) Pembuatan Pola: Membagi permukaan piringan menjadi 4 bagian sama rata, kemudian mencat dua bagian berseberangan dengan warna putih dan dua bagian lainnya dengan warna hitam (pola papan catur), dan (3) Finishing: Melubangi tengah piringan, mengikatkan tali dan pemberat, serta memberi tanda ukuran pada setiap 10 atau 20 cm.

Proses pengukuran dilakukan dengan menurunkan Secchi Disk perlahan ke dalam air hingga tidak terlihat (batas K2), kemudian mengangkatnya perlahan hingga terlihat kembali (batas K1). Kecerahan dihitung dengan rumus: K = (K1 + K2) / 2.

Selain itu, para pembudidaya juga diberikan tips praktis untuk menjaga kecerahan air optimal, seperti menghindari pemberian pakan berlebihan karena pakan yang tidak dimakan akan mengendap dan memperkeruh air, rutin mengeluarkan endapan lumpur di dasar kolam dari sisa pakan dan kotoran ikan, melakukan pergantian air secara berkala sekitar 10-30% setiap 1-2 minggu sesuai dengan kebutuhan dan mencegah masuknya lumpur dan limbah dari luar dengan memastikan saluran masuk air tetap bersih.

.Foto Bersama setelah Pelaksanaan Kegiatan Sosialisasi bersama Kelompok Pembudidaya Ikan Desa Tambaksari, Rowosari, Kendal

Kegiatan edukasi yang dilakukan dengan kombinasi penyampaian materi dan demonstrasi langsung ini mendapat respons positif dari para pembudidaya. Mereka mengapresiasi pengenalan teknologi sederhana yang dapat membantu meningkatkan produktivitas budidaya mereka.