Gita Gutawa Berbagi Kisahnya Berkarier dan Menempuh Pendidikan

Distributors of wisdom | Membawa pendidikan terbaik ke seluruh penjuru Indonesia
Tulisan dari Quipper Indonesia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Adakah yang masih ingat dengan lagu ini? Kita pisah, balik lagi, pisah lagi… Apakah kau mengerti bahwa ini bukanlah, bukan permainan? Nah, kalau kamu masih ingat, tentu saja kamu tahu dong siapa vokalis di balik lagu populer ini?
Yup, ia adalah penyanyi, aktris, dan penulis lagu Gita Gutawa! Kali ini Quipper Blog berkesempatan untuk mewawancarai Gita Gutawa di tengah kesibukannya sebagai musisi sekaligus juga pengajar di Quipper.
Dalam wawancaranya kali ini, Gita berbagi pengalamannya mengenai kariernya di dunia musik dan saat-saat ia menempuh S1 dan S2 di luar negeri. Seperti apa ya kisahnya? Yuk, simak di bawah ini, siapa tahu bisa jadi motivasi belajar kamu!
Sejak Kecil Tumbuh dengan Musik
Kita semua tahu kalau Gita adalah seorang penyanyi berbakat dengan suara tinggi yang indah. Ternyata, kecintaannya terhadap musik ini pun mendapat pengaruh besar dari sang ayah, Erwin Gutawa.
“Kedekatan aku sama Papaku dan lingkungan masa kecil memang mungkin punya pengaruh besar, di mana aku sering ikut Papaku ke studio untuk melihat proses rekaman dan latihan,” cerita Gita.
Namun, keputusannya jadi seorang seniman saat besar nyatanya bukan merupakan paksaan dari orang tua. Gita bahkan mengaku ketika kecil punya banyak cita-cita yang suka berubah-ubah. “Tapi akhirnya memang musik yang selalu ada dan aku pun tumbuh dan berkembang penuh dengan musik,” ujar cewek kelahiran 11 Agustus 1993 ini.
Lanjut Kuliah Meski Sudah Punya Karier
Meskipun karier bermusiknya sudah tidak diragukan lagi, tetapi ternyata Gita masih mau melanjutkan pendidikannya ke jenjang S1 dan S2, lho. Ia berpendapat bahwa belajar itu merupakan kegiatan untuk melengkapi dan memperkaya diri.
“Jadi walalupun aku mungkin sudah punya ‘karier’, aku rasa banyak hal yang tetap harus aku kembangkan. Bahkan akhirnya untuk kuliah, aku justru memilih jurusan di luar musik,” akunya.
Gita mengambil S1 jurusan Ekonomi dan lanjut ke S2 dengan jurusan Culture and Society. Jadi, meskipun Gita berangkat dari dunia musik, ia mengaku sekarang dengan ilmu lain yang dimiliki, ia pun seperti punya sudut pandang baru tentang musik. Wah, salut!
Pengalaman Kuliah di Inggris
Untuk menyelesaikan pendidikan S1 dan S2-nya, Gita butuh waktu 4 tahun. Tiga tahun untuk menempuh S1 dan satu tahun untuk menempuh S2. Karena Gita lama tinggal di Inggris, Quipper Blog pun bertanya sama Gita nih, kira-kira hal apa saja sih yang bisa Indonesia tiru dari sistem pendidikan di Inggris?
“Di sana ada library serta resources buku, jurnal, dan artikel yang sangat lengkap dan canggih untuk diakses. Menurutku ini sangat penting, karena saat kuliah, kita tidak hanya belajar dari text books, tetapi referensi lain pun sangat penting. Selain itu, approach mereka terhadap critical thinking pun sangat dihargai ketika kuliah. Jadi, tidak hanya menghafal, kita pun diajarkan untuk bisa punya pandangan terhadap teori yang sedang dipelajari,” jawabnya.
Kesibukan Gita Saat Ini
Nah, kamu tahu enggak sih kalau sekarang Gita sudah jadi salah satu pengajar di Quipper Video, lho!
“Saat pertama ditawarkan jadi Super Teacher tentu tertarik banget! Karena aku percaya banget bahwa digital learning is going to be the future! Karena jangkauannya yang begitu luas dan bisa diakses oleh banyak sekali orang,” cerita Gita yang mengaku gemar dengan pelajaran Matematika dan Biologi saat sekolah ini.
Selain jadi Super Teacher, saat ini Gita juga masih aktif di sekolah musik yang ia bangun bersama dengan Papanya (Erwin Gutawa Music School). Di sana, ada record label juga, di mana Gita ikut membantu membina beberapa artis baru dan perusahaan event. Tak hanya itu, Gita pun sekarang tengah menggarap beberapa project musik pribadi. Hm, jadi tidak sabar mau dengar, nih!
Harapan terhadap Teknologi dan Bidang Pendidikan
Menurut Gita, pertumbuhan penggunaan teknologi, terutama smartphone, terus berkembang dengan cepat di Indonesia. Semua kalangan, bahkan anak kecil pun sudah semakin tidak asing dengan teknologi.
“Aku berharap mudah-mudahan teknologi ini digunakan untuk sesuatu yang positif dan bisa membantu memecahkan ketidakmerataan pendidikan di Indonesia,” katanya. Gita memang menyayangkan tentang bagaimana kurang meratanya pendidikan di Indonesia, terutama banyaknya sekolah atau institusi bagus yang hanya ada di kota besar.
Pesan-pesan bagi adik-adik pelajar
Sebagai seorang penyanyi berbakat yang tidak pernah puas menggali ilmu di bidang apapun, Gita punya pesan nih buat. “Semua berasal dari kemauan! Kita sangat beruntung lho hidup di era digital seperti ini. Sebab, segala informasi ada di tangan dan kita bisa jadi apapun yang kita mau. Yang penting, kita tumbuhkan niat dan semangat terus ya, Quipperian!” pesan pelantun Bukan Permainan ini.
Nah, itulah sekilas kisah Gita tentang kariernya di dunia musik dan pengalamannya menempuh pendidikan di Inggris. Apakah kamu jadi termotivasi? Oh iya, simak juga yuk wawancara Quipper Blog dengan Tasya Kamila:
Artikel Asli: https://www.quipper.com/id/blog/quipper-land/quipper-info/gita-gutawa-karier-dan-pendidikan/
