News
·
18 Januari 2020 15:20

Pelajaran Bahasa Indonesia: Contoh Teks Eksplanasi Banjir

Konten ini diproduksi oleh Quipper Indonesia
Pelajaran Bahasa Indonesia: Contoh Teks Eksplanasi Banjir (137692)
Quipper Blog

Apa Itu Teks Eksplanasi?

Teks eksplanasi adalah teks yang berisi tentang proses kejadian suatu peristiwa, baik itu peristiwa alam ataupun sosial. Informasi yang ada di dalam teks eksplanasi berasal dari hasil pengamatan, dirasakan, dan juga dijadikan sebagai pembelajaran bagi pembacanya.
ADVERTISEMENT
Tujuan dari teks eksplanasi ialah memaparkan fenomena yang terjadi dan menjelaskan sebab-akibat fenomena itu. Artinya, pembaca teks eksplanasi itu bisa memahami informasi yang ada di dalam teks tersebut. Pembaca bisa paham runtut kejadian dari sebuah fenomena atau peristiwa yang terjadi.
Pelajaran Bahasa Indonesia: Contoh Teks Eksplanasi Banjir (137693)
Quipper Blog

Kaidah Kebahasaan Teks Eksplanasi

Sebagai sebuah bentuk teks, ada beberapa kaidah kebahasaan khasnya. Berikut beberapa kaidah kebahasaan teks eksplanasi:
Fokus pada hal umum (generic), bukan partisipan manusia (nonhuman participants). Contoh: tsunami, banjir, gempa bumi, hujan, dan udara.
Dimungkinkan menggunakan istilah ilmiah.
  1. Lebih banyak menggunakan verba material dan verba relasional (kata kerja aktif).
  2. Menggunakan konjungsi waktu dan kausal. Contohnya penggunaan: sehingga, sebelum, pertama, jika, bila, dan kemudian.
  3. Menggunakan kalimat pasif.
  4. Eksplanasi ditulis untuk membuat justifikasi bahwa sesuatu yang diterangkan secara kausal itu benar adanya.
ADVERTISEMENT

Contoh Teks Eksplanasi Banjir

Pelajaran Bahasa Indonesia: Contoh Teks Eksplanasi Banjir (137694)
Quipper Blog
Pernyataan Umum
Musim hujan 2018-2019 diprediksi masih akan menimbulkan bencana banjir bagi Jakarta, terutama pada puncak musim hujan yang jatuh pada Februari 2019. Banjir memang sudah lama menjadi langganan di Jakarta setiap tahunnya, bahkan menjadi satu momok bagi Ibukota Negara.
Tidak tanggung-tanggung, menurut Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) Bambang Hidayah menyebutkan, sebanyak 129 kelurahan dari 268 di Jakarta dan Kepulauan Seribu terancam banjir pada musim hujan 2018/2019. Dapat dikatakan bahwa kelurahan yang rawan banjir itu mencapai sekitar 48 persen dari total jumlah kelurahan yang ada.
Sebab Akibat
Jumlah 129 kelurahan itu merupakan jumlah diantisipasi akan banjir akibat meluapnya sungai. Beberapa sungai yang berpotensi membanjiri kelurahan-kelurahan itu yakni Angke, Pesanggrahan, Krukut, Ciliwung Kelurahan, Kanal Banjir Barat, Ciliwung Lama Kelurahan, Sunter, Cipinang Kelurahan, dan Cengkareng Drain. Kelurahan-kelurahan yang paling rawan banyak berada di Jakarta Selatan, disusul Jakarta Timur, Jakarta Barat, dan Jakarta Utara.
ADVERTISEMENT
Bambang mengatakan, kelurahan yang berpotensi banjir itu berada di daerah aliran sungai (DAS) yang belum dinormalisasi atau dilebarkan dan dibeton. Selain itu, titik banjir dari tahun sebelumnya tak akan berkurang jauh. Itu terjadi terutama di DAS Ciliwung yang banjirnya cukup parah karena sudah dua tahun pemerintah tidak melakukan normalisasi di Ciliwung.
Tertundanya normalisasi sungai disebabkan ketidaksiapan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membebaskan bantaran sungai dari okupasi warga. Selama normalisasi tertunda, BBWSCC tetap berupaya meminimalisasi faktor banjir dengan mengeruk sungai yang sedimentasi atau pengendapannya tinggi.
Namun, pengerukan tidak seefektif ketika normalisasi dalam mengurangi banjir. Di luar dari 129 titik rawan banjir akibat luapan sungai, Bambang juga mengingatkan akan potensi genangan di ruas-ruas jalan dan permukiman akibat buruknya drainase ketika hujan turun.
ADVERTISEMENT
Interpretasi
Sebenarnya langkah antisipasi banjir telah dilakukan pemerintah selama setahun terakhir. Meski bukan normalisasi sungai, namun Pemprov DKI tetap berusaha menambah daya tampung sungai dengan pengerukan dan pembersihan sampah. Namun, karena banyaknya masyarakat yang membandel karena tetap membuat tempat tinggal di dekat sungai, membuat proses ini berjalan lambat. Padahal, ini dilakukan supaya Jakarta tidak terus-menerus tergenang banjir tiap tahunnya.
Itulah pembahasan mengenai apa itu teks eksplanasi & beberapa contoh teks eksplanasi yang dapat kamu pelajari. Bila kamu membutuhkan materi-materi pelajaran lainnya, pastikan selalu mengikuti artikel-artikel terbaru di Quipper Blog, ya. Pastinya, Quipper Blog selalu menyajikan artikel-artikel bermanfaat untuk kamu sekalian, Quipperian!
Penulis: Muhammad Khairil