Konten dari Pengguna

Perkembangan Kamera Fotografi dari Masa ke Masa

Quipper Indonesia

Quipper Indonesia

Distributors of wisdom | Membawa pendidikan terbaik ke seluruh penjuru Indonesia

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Quipper Indonesia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perkembangan Kamera Fotografi dari Masa ke Masa
zoom-in-whitePerbesar

Kamera merupakan peranti utama yang dibutuhkan seorang fotografer. Tidak hanya untuk kebutuhan profesi, saat ini kamera juga dibutuhkan bagi mereka yang memiliki hobi fotografi atau untuk sekadar selfie.

Kamera memiliki beragam jenis yang dibedakan berdasarkan kebutuhan sehingga memiliki spesifikasi yang berbeda-beda. Tentu saja kamera yang saat ini sudah secanggih itu memiliki perjalanan sejarah yang cukup panjang. Kira-kira bagaimana ya sejarah lahirnya kamera? Yuk, simak ulasannya berikut!

1. Penemuan Cara Penangkapan Gambar

Perkembangan Kamera Fotografi dari Masa ke Masa (1)
zoom-in-whitePerbesar

Sejarah lahirnya kamera diawali sejak berabad-abad lampau. Seorang filsuf asal Tiongkok, Mozi, menemukan sebuah gambar dapat ditangkap dengan melalui alat sederhana, yakni lubang kecil dalam sebuah ruangan gelap. Ia melihat cahaya untuk mengantarkan cuplikan gambar dari lingkungan di luar dari lubang tersebut.

Hanya saja, cuplikan tersebut terlihat terbalik. Posisi atas pada lingkungan asli menjadi bagian bawah pada gambar. Begitu pula pada posisi kanan dan kiri. Setelah Mozi, beberapa filsuf dari beberapa negara lainnya pun menemukan hal yang sama. Di Yunani, Aristoteles-lah yang sadar akan fenomena cahaya membawa gambar tersebut.

Lalu, filsuf asal Alexandria, Theon, menemukan fenomena yang sama. Hingga, ilmuwan matematika, fisika, musisi, dan filsuf dari Arab, Al-Kindi meneliti fenomena tersebut dengan sebagai perilaku menarik dari cahaya. Berbagai filsuf dan ilmuwan itu menggunakan metode yang sama. Ruangan gelap diberi lubang kecil dengan cahaya terang di luarnya. Temuan ini kemudian menjadi titik tolak prinsip mekanis pada kamera.

2. Terciptanya Camera Obscura

Perkembangan Kamera Fotografi dari Masa ke Masa (2)
zoom-in-whitePerbesar

Fenomena-fenomena tersebut kian dipelajari di kemudian hari oleh berbagai peneliti dan ilmuwan. Salah satu ilmuwan yang meneliti perilaku cahaya tersebut ialah Ibn al-Haytham (dikenal pula dengan nama Alhazen).

Ilmuwan muslim yang hidup pada tahun 965-1039 masehi tersebut melanjutkan penelitian dari Al-Kindi. Ia terinspirasi melanjutkan penelitian Al-Kindi tatkala dirinya menjadi tahanan rumah di Kairo, Mesir. Saat itu, ia menemukan bahwa semakin kecil lubang maka semakin fokus cahaya dan tajamnya gambar yang dihasilkan.

Al-Haytham pun melakukan serangkaian penelitian. Akhirnya, ia berhasil membuktikan bahwa cahaya merambat melalui garis lurus. Penemuan tersebut digunakannya untuk membuat peranti lubang jarum yang menjadi cikal bakal kamera modern.

Ia membuat sebuah ruangan gelap yang luas, seukuran kamar kecil, dengan lubang untuk masuk cahaya. Bayangan yang diproyeksikan oleh cahaya tersebut dijiplak di atas permukaan kertas khusus untuk kemudian menjadi sebuah foto.

Dari hasil penemuannya itu, al-Haytham kemudian memfokuskan bidang keilmuannya kepada bidang optik dan cahaya. Ia pun menuliskan buku berjudul Kitab al-Manazir atau Buku Tentang Optik. Dalam buku tersebut, al-Haytham menuliskan berbagai hasil penelitiannya terkait optik sekaligus membahas mengenai sekelumit hasil prakteknya terhadap kamera lubang jarum.

Buku tersebut akhirnya dipelajari oleh Johannes Kepler, ilmuwan asal Jerman. Ia membaca buku tersebut dan terinspirasi untuk meneliti fenomena kamera lubang jarum dan lensa.

Atas pembacaan dan penelitian terhadap Kitab al-Manazir, Kepler pun akhirnya berhasil membuat purwarupa kamera lubang jarum dalam bentuk yang lebih sederhana pada tahun 1604.

Ia menyebut kamera tersebut dengan nama camera obscura. Peranti tersebut berupa sebuah kotak dengan sebuah lubang yang di dalamnya diletakkan lensa positif dan lensa negatif. Posisi lensa negatif ditaruhnya di belakang lensa positif. Hasilnya, Kepler berhasil memperbesar proyeksi gambar dari hasil penelitian al-Haytham.

3. Kamera Daguerreotypes dan Calotypes

Perkembangan Kamera Fotografi dari Masa ke Masa (3)
zoom-in-whitePerbesar

Setelah 900 tahun setelah ditemukannya konsep kamera lubang jarum atau sekitar 200 tahun setelah Kepler menyempurnakan konsep kamera al-Haytham, ilmuwan asal Perancis, Nicephore Niepce, berhasil menemukan konsep fotografi praktis. Pada tahun 1837, Niepce bersama rekannya, Louis Daguerre, membuat kamera yang lebih praktis bernama Daguerreotypes.

Konsep kamera temuannya itu menggunakan konsep dasar pada kamera lubang jarum dan camera obscura. Hal yang membedakannya ialah ia dan Daguerre menambahkan pelat tembaga dan perak serta uap yodium. Dengan begitu, kamera tersebut lebih peka terhadap cahaya.

Setelah munculnya Daguerreotypes, sekitar tahun 1840-an, seorang ilmuwan asal Inggris bernama William Henry Fox Talbot membuat kamera bernama Calotypes. Mekanisme pada kamera itu tidak jauh berbeda dengan Daguerreotypes. Hanya saja, Talbot menambahkan beberapa ramuan kimia pada pelat cetak fotonya. Tambahan cairan kimia itu membuat gambar menjadi lebih jelas. Ramuan kimia dan jenis kertas foto yang digunakannya itu kemudian dikenal dengan film negatif.

4. Kamera Pelat Collodion

Perkembangan Kamera Fotografi dari Masa ke Masa (4)
zoom-in-whitePerbesar

Salah satu momen perkembangan teknologi kamera yang cukup berpengaruh ialah ditemukannya kamera berpelat Collodion. Kamera tersebut mampu menghasilkan gambar yang lebih jelas dari jenis-jenis kamera pendahulu. Kamera pelat Collodion dibuat oleh Desire van Monckhoven pada tahun 1857. Untuk mencetak kamera ini membutuhkan pelat Collodion dengan campuran beberapa cairan kimia. Tipe yang dikembangkjan oleh van Monckhoven merupakan tipe kamera pelat kering.

Sekitar 14 tahun kemudian, kamera pelat Collodion van Monckhoven dimodifikasi oleh Richard Leach Maddox. Modifikasi yang dilakukan oleh Maddox hanya pada bagian pelat Collodionnya. Maddox menciptakan pelat basah Collodion yang mampu menampilkan gambar lebih tajam ketimbang pelat kering.

5. Kamera Film

Perkembangan Kamera Fotografi dari Masa ke Masa (5)
zoom-in-whitePerbesar

Kamera pelat Collodion cukup berjaya selama beberapa dekade. Namun, pada tahun 1883, George Eastman, pengusaha dan pendiri perusahaan Kodak, melakukan eksperimen peranti negatif film. Butuh beberapa tahun kemudian hingga akhirnya pada tahun 1885 Eastman berhasil menyempurnakannya menjadi kamera analog atau kamera dengan menggunakan negatif film. Kamera dengan negatif film tersebut disebut dengan Kamera Kodak.

Penemuan Kamera Kodak tersebut menjadi titik tolak lahirnya kamera modern. Setelah itu, mulai bermunculan kamera-kamera berteknologi tinggi seperti saat ini.

Itu dia ulasan mengenai sejarah penemuan kamera sehingga bisa berkembang menjadi kamera berteknologi mutakhir yang mudah kita jumpai sekarang. Bagaimana? Memahami sejarah dari barang-barang di sekitar kita itu ternyata menarik ya?

Sumber: https://www.quipper.com/id/blog/tips-trick/your-life/sejarah-lahirnya-kamera/

Penulis: Muhammad Khairil