Pencarian populer

Abbas Ibn Firnas, Sang Penemu Pesawat Terbang

Sejarah memang mencatat bahwa Wright bersaudara merupakan penemu pesawat terbang. Namun faktanya, jauh sebelum Wright bersaudara sudah ada penemu yang membuat rancangan pertama pesawat terbang. Penemu itu ialah Abbas Ibn Firnas. Siapakah beliau?

Artikel kali ini akan membahas Abbas Ibn Firnas agar kamu mengetahui hasil karyanya yang akhirnya menginspirasi Wright bersaudara untuk mengembangkan pesawat terbang. Yuk, simak ulasannya.

1. Sang Penemu Ahli Matematika

Abbas Ibn Firnas merupakan seorang penemu, fisikawan, dan ahli matematika. Lahir di Izn-Rand Onda (sekarang dikenal dengan Ronda, Spanyol), Abbas dikenal sebagai sosok yang multitalenta. Selain dikenal sebagai seorang penemu dan peneliti bidang sainstek, ia dikenal sebagai ahli di bidang puisi Arab dan seorang musisi. Bahkan, ia pernah menerbitkan beberapa puisi berbahasa Arab.

Dia mendalami ilmu teknik saat tinggal di Andalusia. Dia belajar matematika, fisika, dan beragam ilmu sainstek lainnya dengan mendalam. Kota Kordoba dan Baghdad merupakan tempat ia mendalami keilmuan sainsteknya.

Dua ilmu yang dia kuasai, yakni ilmu teknik dan matematika, merupakan dasar pijakan ia mengembangkan rancangan pesawat terbangnya. Ia juga mendalami berbagai ilmu lain yang berkaitan dengan aviasi.

2. Terinspirasi dari Armen Firman

Pada tahun 852, jauh sebelum Abbas mengembangkan rancangan pesawat terbangnya, seorang ilmuan lainnya, yakni Armen Firman, berusaha terbang menggunakan baju terbang rancangannya. Armen mencoba terbang dengan cara melompat dari puncak Masjid Agung Qurtuba (sekarang Kuwait).

Baju rancangannya menggunakan rangka yang terbuat dari kayu dan kain sutra. Saat percobaannya, Armen terjun lepas dan jatuh ke permukaan tanah. Meski begitu, ia hanya menderita cedera kecil dan masih hidup. Adapun, dari hasil percobaannya itu menjadi inspirasi ilmuwan di Barat untuk menciptakan parasut.

Ketika Armen melompat, Abbas ada di situ dan terinspirasi atas percobaannya. Dari kejadian itu, Abbas pun mengambil ilmu aviasi untuk mendalami rancangan pesawat terbangnya.

3. Mendalami Ilmu Aviasi

Abbas mendalami ilmu aviasi selama bertahun-tahun. Ia mempelajari pola terjun Armen saat lepas landas dari Masjid Agung Qurtuba. Ia pun melakukan banyak penelitian dan mengoreksi beberapa teori dan hitungan Armen terkait purwarupanya. Setelah 33 tahun pasca peristiwa percobaan Armen, tepatnya pada tahun 875, Abbas membuat purwarupa pesawat terbangnya.

Ia membuat sayap terbang yang terbuat dari rangka bambu dan kain sutra. Desainnya itu terinspirasi dari sayap burung elang. Atas dasar inspirasinya tersebut, pola kain pada purwarupa sayapnya itu seperti bulu pada sayap elang.

Meski begitu, purwarupanya masih ringkih dan Abbas belum mampu mengontrol laju sayapnya untuk terbang. Ia pun mencoba menyempurnakannya dengan melakukan studi lebih lanjut ilmu aviasi dan matematika agar sayap ciptaannya lebih sempurna.

4. Pertama Kali Melakukan Percobaan Saat Berumur 70 Tahun

Setelah lama mendalami studi aviasi dan matematika, Abbas baru melakukan uji coba terbang purwarupa pesawatnya pada usia 70 tahun. Ia melakukan uji coba pertamanya di bukit Jabal Al Ar’us. Kala itu, ia mengundang masyarakat untuk menyaksikan uji coba purwarupa pesawatnya.

Pada saat melakukan uji cobanya, Abbas berhasil lepas landas dengan purwarupanya. Cara ia lepas landas dengan sayap ciptaannya dengan cara melompat dari bukit tersebut. Setelah itu, Abbas mengepakkan sayapnya seperti burung mengepakkan sayapnya.

Abbas berhasil terbang selama 10 menit naik dan turun di atas bukit Jabal Al Ar’us. Sayangnya, ia belum memperhitungkan bagaimana cara mendarat dengan baik. Akhirnya, Abbas mendarat kasar sehingga menyebabkan cedera serius pada bagian punggungnya.

Meski cedera serius, Abbas masih selamat dan kembali menekuni ilmu aviasi selama 12 tahun kemudian. Ia masih berusaha menyempurnakan temuannya itu dan memfokuskan pada teknik pendaratan.

Walau sudah melakukan banyak penelitian dan studi ilmu aviasi, Abbas tidak melakukan uji coba kedua purwarupanya. Ia malah mencoba membuat perangkat terbang lainnya, seperti kacamata terbang agar saat terbang mata tidak terganggu angin.

5. Purwarupanya Menginspirasi Banyak Penemu Eropa

Meski tidak sempat menyelesaikan dan menyempurnakan temuannya, Abbas menuliskan setiap hasil penelitiannya terkait pesawat terbang. Dalam buku-bukunya itu ia menuliskan cetak biru dari temuannya dan memberikan catatan penting terkait teori penerbangan.

Salah satu ilmuan yang sempat membaca buku-bukunya tentang ilmu aviasi ialah Leonardo Da Vinci. Dari hasil pembacaan buku-buku Abbas, Da Vinci pun terinspirasi membuat sketsa cetak biru pesawat terbangnya.

Sayap pesawat terbang itu merupakan salah satu jasa terbesarnya terhadap perkembangan pesawat terbang. Aksinya dalam mendalami ilmu aviasi dan penelitiannya terhadap rancangan pesawat terbang menjadi pijakan banyak ilmuan setelahnya yang ingin mengikuti langkahnya membuat pesawat terbang.

Hingga kini, Abbas dikenal sebagai penemu Muslim yang meletakkan batu pertama terkait kajian pesawat terbang. Dikatakan demikian karena Armen lebih dikenal sebagai tokoh ilmuwan pertama yang mengembangkan parasut.

Barulah setelah berabad-abad kemudian, Wright bersaudara menyempurnakan rancangan pesawat terbang dengan menambahkan unsur mekanika dan mesin. Abbas dapat dikatakan sebagai inspirator berkembangnya teknologi pesawat terbang di dunia.

Sosok Abbas tentunya memberikan kita banyak pelajaran. Keuletan dan konsistensi dirinya membuat ia ditasbihkan sebagai manusia pertama yang berhasil terbang, bukan terjun lepas. Kalau kamu ingin menjadi seperti Abbas, kamu harus menanamkan sikap ulet dan konsisten dalam mendalami sebuah ilmu.

Bukan tak mungkin, dengan keuletan dan konsisten itu bisa membawamu sebagai penemu teknologi terkenal di masa depan. Belajarlah dari kisah Abbas dalam menemukan rancangan dasar pesawat terbang agar kamu bisa menjadi orang yang sukses kelak.

Sumber: https://www.quipper.com/id/blog/tips-trick/your-life/sejarah-abbas-ibn-firnas/

Penulis: Muhammad Khairil

Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: