Perpusnas RI Memperkuat Perpustakaan Digital saat PPKM Darurat

Seorang pustakawan di Perpustakaan Nasional RI (Perpusnas RI). Memiliki hobby travelling dan menulis tentang perjalanannya. Saat ini masih fokus jelajah Indonesia, mungkin kalau ada kesempatan akan explore kancah internasional.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Rachelia Methasary tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Penambahan kasus Covid-19 di Indonesia menjadi masif semenjak bulan Juli ini. Corona gelombang ke-2, begitulah sebutan yang diberikan. Tidak heran, PPKM Darurat diberlakukan.
Salah satu yang terdampak adalah layanan perpustakaan. Masyarakat yang memerlukan bahan pustaka dilanda gundah gulana. Cemas karena akan merasa kehilangan gudang ilmu untuk sementara.
Meskipun disekat oleh beragam peraturan, perpustakaan harus tetap menyebarkan virus literasi serta menjamin pemenuhan informasi. Saatnya pelayanan online bermain peran.
Saya adalah seorang pustakawan di Perpustakaan Nasional RI (Perpusnas RI). Walaupun WFH 100% dan gedung kami tutup, banyak cara untuk tetap memenuhi kebutuhan pemustaka yang banyak macamnya.
Rasa kecewa pengunjung setia pun punah karena kami punya solusinya. Pemanfaatan perpustakaan digital adalah pilihan bijak saat pandemi seperti ini.
Perpusnas RI memperkuat layanan online di masa PPKM Darurat. Walaupun di rumah saja, pemustaka tidak akan terbengkalai keperluan literasinya.
Pustakawan pun senantiasa memberikan pelayanan prima secara daring, mulai dari fitur Tanya Pustakawan (Livechat) di website www.perpusnas.go.id, email layanan pengaduan, dan juga media sosial Perpusnas.
Pembatasan ini bukan lah sebuah alasan untuk kita selalu rebahan tanpa kesibukan. Ada beberapa layanan digital Perpusnas RI yang dapat diakses gratis seperti iPusnas (aplikasi membaca e-book), e-Resources (kanal jurnal nasional dan internasional), Indonesia One Search (kumpulan bahan pustaka di seluruh perpustakaan Indonesia), serta Khastara (Koleksi Digital Langka Nusantara).
Fasilitas daring ini dapat dimanfaatkan secara cuma-cuma oleh segenap warga Indonesia. Hanya bermodal gadget dan kuota internet, perpustakaan sudah di dalam genggaman.
Perpusnas juga menggencarkan promosi di berbagai platform media sosial seperti di Instagram dan Twitter. Pustakawan Perpusnas terlalu kreatif dan inovatif. Tak mau kehabisan akal untuk menjadi viral. Kami selalu memberikan referensi e-book menarik milik iPusnas.
WFH kini lebih berfaedah dengan menyelami buku favorit di smartphone maupun laptop. Ribuan buku dengan subjek yang bervariasi disuguhi dalam aplikasi yang dikembangkan oleh PT Aksaramaya tersebut.
Perpusnas juga menyediakan e-Resources (www.e resources.perpusnas.go.id), sebuah kanal jurnal online berisikan ribuan koleksi artikel berbahasa Indonesia maupun asing. Tak lagi khawatir kekurangan bahan, mahasiswa dan peneliti sudah tenang menyelesaikan skripsi, tesis, disertasi, dan penelitian.
Tak ketinggalan sebuah inovasi keren versi Perpusnas adalah Khastara. Masyarakat yang ingin mencari referensi tentang literatur kuno dapat langsung berselancar di www.khastara.perpusnas.go.id. Ribuan naskah kuno, buku langka, foto, peta, bahkan lukisan pun dapat dimanfaatkan.
Gratis dan user-friendly, itulah hal yang paling penting dari segala bentuk layanan digital Perpusnas. Apalagi di masa yang sedang tak menentu ini.
Saya dan rekan pustakawan lain pun memberikan kontribusi untuk pemustaka tercinta. Salah satunya adalah menelusuri berbagai jurnal yang diinginkan pemustaka lalu dikirim melalui surel.
Suatu kegiatan yang menambah produktivitas pustakawan saat PPKM Darurat. Anggapan bahwa petugas perpustakaan hanya selonjoran tak menghasilkan saat WFH full pun hilang perlahan.
Tidak dipungkiri layanan perpustakaan berbasis internet sangat diminati di masa pagebluk seperti ini. Penikmatnya pun berasal dari berbagai kalangan dan umur.
Sekelompok bocah usia sekolah dasar misalnya. Mereka biasanya akan dengan riang tenggelam dalam buku cerita bergambar di ruang layanan anak Perpusnas RI. Namun, kini berganti menikmati dongeng dari rumah dan tentunya ditemani iPusnas yang bisa dibawa ke mana saja.
Rasa bosan dan jenuh saat pembatasan kegiatan adalah hal yang lumrah. Siapa saja tentu merasakannya, termasuk saya sebagai pekerja. Membaca buku adalah salah satu penawarnya. Maka dari itu, Perpusnas terus menambah koleksi e-book iPusnas. Selain sebagai sarana rekreasi, buku digital pun dapat menjadi media pembelajaran tentang berbagai ilmu yang tak pernah mati.
Wabah Covid-19 ini membuat ruang gerak menjadi terbatas. Masyarakat pun seperti sudah kehabisan aktivitas. Meskipun demikian, sederet produk digital dari Perpusnas RI diharapkan dapat menjadi sarana belajar dan mengembangkan diri di situasi yang sedang tidak baik-baik saja ini. Kegiatan di luar rumah dapat disekat namun arus informasi serta pengetahuan jangan sampai tersumbat ataupun terhambat.
