Konten dari Pengguna

NIKE ARDILA : BINTANG KEHIDUPAN HILANG, SEBERKAS SINAR SIRNA

Rachmat Hidayat Majalengka

Rachmat Hidayat Majalengka

Majalengka

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Rachmat Hidayat Majalengka tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Minggu 19 Maret, dua puluh tiga tahun berlalu telah, ketika NIKE RATNADILA si seberkas sinar, redup dan berakhir oleh takdir, dalam insiden kecelakaan lalu lintas dipagi buta, yang mengejutkan dan mendukakan jutaan fansnya. Kepergian Nike Ratnadila yang sangat tiba tiba, salah satu aktris fenomenal melegenda Indonesia, menjadikannya sebagai salah satu kepergian seseorang yang paling memberita dan membekas diingatan banyak orang.

Kepergian Nike Ratnadila yang seketika oleh kecelakaan di jalan raya, adalah menjadi ingatan kepada kita, bahwa hidup dan kematian adalah dua sisi berseberangan yang hanya terpisah oleh jarak yang sempit, dan ruang waktu yang sekelabat. Usia muda dan tubuh sehat, itulah yang membuat kita lupa dan percaya diri bahwa ajal tidak segera datang. Padahal ajal memiliki cara dan waktu yang tidak pernah kita bisa tahu.

Popularitas, nama dan jasa memang akan dapat membuat seseorang terus membekas dan memberita dalam cerita selama putaran waktu berjalan. Tetapi, hanya oleh keimanan dan ketaqwaan, kita akan beroleh teman seperjalanan dalam perjalanan kematian yang sebenarnya. Dari mereka yang telah pergi, ada nasehat pembelajaran tentang hidup dan kematian.

Setiap kita akan kembali kepada Ilahi dan untuk diadili, bukan karena kita siapa, mengapa dan bagaimana. Tetapi oleh karena apa dan mengapa ketika kita menjalani PANGGUNG KEHIDUPAN ini. BINTANG KEHIDUPAN akan meredup dan menghilang, SEBERKAS SINAR pun akan pudar. Telakah kita bersiap diri untuk BIARKAN KU PERGI, MENYUSURI JALAN BERLIKU?