Tekanan Darah Tinggi Berpotensi Besar Sebabkan Gagal Ginjal, Kok Bisa?

Mahasiswa Kedokteran di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Tulisan dari Raden Inas Nabila Fauziyyah Maryadi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tahukah kamu, apa itu penyakit hipertensi?
Penyakit hipertensi atau lebih akrab disebut penyakit darah tinggi (tekanan darah tinggi) merupakan suatu kondisi dimana seseorang memiliki tekanan darah sistolik >140 mmHg dan atau tekanan darah diastolik >90 mmHg, pada setiap pemeriksaan yang berulang. Hipertensi merupakan tanda adanya gangguan pada pembuluh darah yang menyebabkan suplai oksigen dan nutrisi yang dibawa ke jaringan menjadi terhambat.
Mengapa hipertensi dapat menyebabkan komplikasi penyakit lain?
Sebagai penyakit dengan angka diagnosis yang tinggi, masalah tekanan darah tinggi ini seringkali dianggap tidak serius. Masih banyak penderita hipertensi yang belum berobat secara rutin, padahal hipertensi yang tidak ditangani dapat menimbulkan komplikasi lain, seperti stroke, penyakit jantung, dan gagal ginjal, loh.
Sebagaimana yang kita ketahui, bahwa hipertensi merupakan kondisi dimana arteri mengalami penyempitan akibat adanya plak dan menyebabkan jantung harus bekerja lebih cepat agar seluruh organ dapat terpenuhi kebutuhan oksigen dan nutrisinya.
Lalu, Bagaimana proses terjadinya hingga hipertensi dapat menyebabkan gangguan pada ginjal?
Hipertensi dikenal sebagai 'the silent killer', karena penyakit ini berkembang perlahan-lahan dan jarang menunjukkan tanda dan gejala signifikan selama bertahun-tahun. Pada masa laten dapat menutupi proses penyakit yang sedang terjadi sehingga tanpa disadari telah terjadi kerusakan organ yang serius.
Perlu kita ketahui, bahwa organ tubuh dan peredaran darah merupakan sistem yang saling bergantung satu sama lain, karena itu ginjal memerlukan pembuluh darah yang adekuat untuk menjalankan fungsinya. Ketika hipertensi terjadi dalam waktu yang lama (persisten) dan tidak diobati dengan benar maka dapat terjadi kerusakan yang progresif akibat tekanan darah tinggi pada kapiler ginjal dan glomerulus.
Rusaknya glomerulus menyebabkan darah akan mengalir ke unit-unit fungsional ginjal, sehingga nefron terganggu dan dapat berlanjut menjadi hipoksia kronis dan kematian. Rusaknya membran glomerulus menyebabkan protein keluar melalui urin, sehingga tekanan osmotik koloid plasma berkurang dan menyebabkan edema yang sering dijumpai pada hipertensi kronik.
Apa yang bisa kita lakukan agar komplikasi tidak terjadi?
Apakah kamu salah satu penderita hipertensi? Untuk mengetahuinya segera periksa tekanan darah secara rutin, terutama bila kamu mengalami gejala seperti sakit kepala, pusing, rasa berat ditengkuk dan jantung berdebar.
Lakukan penanganan hipertensi sedini mungkin dengan menjaga pola makan, beraktivitas fisik secara rutin, dan mengurangi faktor risiko lainnya seperti merokok, obesitas dan konsumsi alkohol dapat mencegah dan mengontrol hipertensi. Jangan lupa, periksa tekanan darah secara rutin dan lakukan pengobatan sesuai dengan anjuran dokter untuk mengontrol tekanan darah dan membuat kita menjadi jauh lebih sehat.
