Konten dari Pengguna

Mahasiswa UMBBM Wringinanom Sulap Limbah Sekam Padi Jadi Briket Bernilai Ekonomi

Raditya Maulana Akbar

Raditya Maulana Akbar

Mahasiswa Universitas Negeri Malang

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Raditya Maulana Akbar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mahasiswa UMBBM Wringinanom Sulap Limbah Sekam Padi Jadi Briket Bernilai Ekonomi
zoom-in-whitePerbesar

Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) yang tergabung dalam program Belajar Bersama Masyarakat (BBM) di Desa Wringinanom, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo memperkenalkan pemanfaatan limbah pertanian berupa sekam padi menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai wujud kepedulian akademisi dalam mengoptimalkan potensi desa yang belum tergarap secara maksimal, khususnya pada sektor pengelolaan limbah hasil pertanian. Desa Wringinanom yang dikenal memiliki komoditas pertanian padi yang cukup melimpah setiap musim panennya, secara tidak langsung menghasilkan akumulasi limbah sekam padi dalam jumlah besar. Selama ini limbah sekam tersebut kerap kali dibakar begitu saja sehingga berpotensi mencemari lingkungan atau dibiarkan menumpuk tanpa memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat setempat. Melihat tantangan dan peluang tersebut, Tim Mahasiswa UM BBM Wringinanom yang beranggotakan 11 orang menginisiasi program inovasi teknologi tepat guna dengan mengolah limbah sekam padi menjadi produk briket bioarang yang bernilai jual dan dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif terbarukan.

Mahasiswa UMBBM Wringinanom Sulap Limbah Sekam Padi Jadi Briket Bernilai Ekonomi (1)
zoom-in-whitePerbesar

Pelaksanaan kegiatan pengabdian ini diawali dengan sesi pengenalan dan edukasi secara mendalam mengenai potensi pengolahan limbah pertanian sekam padi menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi tinggi yang dilaksanakan pada 29 juni 2026, diikuti oleh sekitar 60 orang yang terdiri dari warga dan pihak desa, dan bertempat di kantor Desa Wringinanom . Tim mahasiswa membagikan wawasan serta wacana teoretis maupun praktis kepada warga dan pihak desa mengenai teknik karbonisasi sekam padi, pengayakan, pencampuran dengan bahan perekat alami, hingga proses pencetakan dan pengeringan briket. “ Kami tidak hanya ingin masyarakat tahu bahwa sekam padi bisa dioalah, tapi benar-benar memahami prosesnya dari awal sampai akhir. Mulai dari karbonisasi, pengayakan, hingga pencetakan. Harapannya, ilmu ini bisa langsung dipraktikkan dan tidak hanya berhenti di teori saja,” ujar Raditya Maulana Akbar, Ketua Tim Mahasiswa UM BBM Wringinanom. Melalui sesi pengenalan ini, masyarakat dan pihak desa diberikan pemahaman komprehensif mengenai bagaimana limbah yang awalnya dianggap tidak bernilai dapat ditransformasikan menjadi komoditas bahan bakar yang ramah lingkungan, efisien, dan memiliki daya saing di pasaran.

Tidak hanya memberikan edukasi teoretis, Tim Mahasiswa UM BBM Wringinanom juga secara aktif mengajarkan dan melatih 3 orang jajaran pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Wringinanom tentang tata cara pembuatan briket sekam padi secara terstruktur dan mandiri yang berlangsung selama 1 hari dari tanggal, 23 juli 2026. Pelatihan ini dirancang secara khusus untuk membekali pengurus BUMDes dengan keterampilan teknis serta pengetahuan operasional produksi, sehingga pengelolaan limbah sekam padi ini dapat dijadikan sebagai salah satu unit usaha produktif dan prospektif yang dikelola secara profesional di bawah naungan BUMDes Wringinanom.

Guna memastikan keberlanjutan dan realisasi program secara nyata, Tim Mahasiswa UM BBM Wringinanom turut menyerahkan bantuan alat pendukung produksi berupa unit alat press briket kepada pihak BUMDes Wringinanom pada tanggal 23 juli 2026, diserahkan oleh Raditya Maulana Akbar selaku ketua tim UM BBM kepada Bapak Miskali, SH., selaku Kepala Desa Wringinanom. Bantuan alat press briket ini diserahkan secara simbolis dan resmi sebagai wujud dukungan fasilitas fisik yang sangat vital untuk menunjang proses pencetakan briket secara konsisten, efisien, dan memenuhi standar kualitas produksi yang baik, sehingga kegiatan usaha BUMDes dalam bidang pembuatan briket sekam padi dapat langsung dioperasikan secara berkelanjutan. “Alat press ini menjadi kunci supaya produksi briket bisa berjalan konsisten dan hasilnya seragam, tidak lagi dikerjakan secara manual. Kami berharap dengan bantuan ini, BUMDes bisa langsung memproduksi briket dalam skala yang lebih besar begitu program kami selesai,” ujar Al Ghifari Athaya Sanni, Penanggung Jawab Program Kerja Briket Tim Mahasiswa UM BBM Wringianom.

Puncak dari rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat ini ditandai dengan diresmikan dan dibentuknya sebuah unit usaha baru BUMDes Wringinanom yang diberi nama BRINOVA (Briket Inovasi Desa) pada tanggal 23 juli 2026. Kehadiran unit usaha BRINOVA diharapkan dapat menjadi tonggak awal kemandirian ekonomi desa dalam mengelola potensi limbah lokal, menciptakan lapangan kerja baru, serta meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes) melalui komersialisasi produk briket sekam padi yang berkelanjutan.

Melalui pelaksanaan program ini, Mahasiswa Universitas Negeri Malang Belajar Bersama Masyarakat Desa Wringinanom berharap unit usaha baru BRINOVA milik BUMDes Wringinanom tidak hanya menjadi solusi berkelanjutan dalam mengolah limbah sekam padi dan menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga mampu berkembang menjadi pilar ekonomi mandiri yang dapat membuka lapangan pekerjaan baru, meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes), serta menjadi inspirasi bagi desa-desa lainnya dalam mengoptimalkan potensi lokal berbasis inovasi dan pemberdayaan masyarakat.