Pengembangan Pemasaran Bagi UMKM Komunitas Disabilitas

Radyan Dananjoyo, Ph.D Praktisi Pemasaran dan Dosen UMY
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Radyan Dananjoyo tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

UMKM merupakan sebuah organisasi yang bertujuan untuk mengembangkan perekonomian warga mulai dari tingkat lokal hingga nasional. Saat ini sebaran UMKM di seluruh Indonesia masih terpusat di Pulau Jawa sebanyak 60.74% (Nugroho, 2020). Berdasarkan data yang dipaparkan oleh Bumi Alumni (2022), provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) merupakan salah satu kontributor besar UMKM sebanyak 235.899. Salah satu UMKM yang menjadi pusat perhatian adalah UMKM yang memberdayakan kaum disabilitas. Saat ini banyak pihak yang menganggap sebelah mata kaum disabilitas, sehinga mereka mengalami kesulitan untuk meningkatkan taraf hidupnya. Dalam hal ini, Fanri Collection yang memberdayakan kaum disabilitas menjadi mitra pengabdian bagi penulis. Fanri Collection terbentuk atas dasar kesadaran serta rasa tanggung jawab sosial terhadap kehidupan masyarakat, khususnya kaum disabilitas yang memerlukan banyak bantuan untuk mengembangkan usahanya. Sesuai dengan tujuannya, kegiatan yang dilakukan oleh Fanri Collection adalah melakukan pembinaan, pengembangan, serta pemberdayaan kaum disabilitas untuk melakukan kegiatan ekonomi kreatif. Pengembangan ekonomi kreatif yang dilakukan dimulai dari pendayagunaan seluruh potensi yang dimiliki suatu lingkungan, baik potensi sumber daya manusia, potensi sumber daya alam, serta potensi ekonomi (Siagian & Cahyono, 2021). Seluruh anggota UMKM Fanri Collection berhak mendapatkan kesempatan mengikuti program pengembangan diri serta pengembangan ekonomi kreatif. Pengembangan ekonomi kreatif mendapatkan animo paling tinggi dalam proses pengembangan ekonomi UMKM. Melalui kegiatan UMKM, kaum disabilitas berusaha menggerakkan roda ekonomi keluarga dan wilayah. Fanri Collection memiliki agenda melakukan pengembangan ekonomi kreatif melalui UMKM. Kegiatan UMKM yang dilakukan oleh anggota Fanri Collection adalah membuat berbagai macam kerajinan seperti tas dan dompet.
Pada dasarnya UMKM memiliki masa depan yang sangat cerah, terlebih untuk UMKM di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Berdasarkan data yang dikemukakan oleh Dinas Koperasi dan UMKM DIY, UMKM DIY memiliki kontribusi sebesar 79,6% terhadap pertumbuhan ekonomi DIY (Tisnawan, 2020). Hal ini menunjukkan potensi pengembangan ekonomi kreatif yang sangat besar di DIY. Sehingga dapat dikatakan bahwa ekonomi kreatif menjadi tulang punggung perekonomian di DIY (Lubis & Zakiyyah, 2023). Keberhasilan UMKM dalam mengembangkan ekonomi kreatif tergantung dari kemampuan mereka menciptakan uniqueness selling proposition (Wahono dkk, 2021). Semakin UMKM mampu meningkatkan inovasi, maka UMKM tersebut akan semakin maju.
Melihat besarnya kontribusi UMKM bagi perekonomian DIY, sudah selayaknya UMKM yang digerakkan kaum disabilitas mampu menjadi penggerak kesejahteraan sosial bagi masyarakat. Saat ini masih banyak UMKM yang belum bisa bangkit akibat dampak dari pandemi Covid -19. Berdasarkan data yang dilansir oleh Asian Development Bank, terdapat 88% UMKM yang kehabisan kas atau tabungan, serta lebih dari 60% UMKM yang mengurangi tenaga kerjanya (Prakoso, 2020). Senada dengan hasil survey yang dilakukan ADB, menurut Dinas Koperasi dan UKM DIY terdapat penurunan omset sebesar 80 persen sejak pertengahan Maret hingga bulan Juni 2020 (Prakoso, 2020). UMKM dari sektor perdagangan mengalami mengalami dampak paling parah, sebesar 32,1 persen dari total UMKM terdampak di DIY.
Selanjutnya, UMKM di bidang ekonomi kreatif berada pada urutan kedua yang tedampak dari pandemi Covid-19. Melihat situasi yang cukup kritis seperti, maka diperlukan terobosan inovatif atau memberikan stimulan yang tepat untuk menyelamatkan eksistensi UMKM. Inovasi merupakan kunci kebangkitan UMKM dari keterpurukan akibat pandemic yang melanda dunia (Rosmadi, 2021). UMKM yang digerakkan oleh kaum disabilitas bermaksud ambil bagian dalam menyelamatkan UMKM. Salah satu gagasan yang akan dikembangkan oleh UMKM Fanri Collection adalah menciptakan mesin pembuat tas yang efektif.
