Psikologi Pendidikan: Kenali Tipologi Belajar Anak

Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Rafa Herda Oktaviani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tipologi belajar ini merujuk pada gaya atau cara yang digunakan anak didik dalam menyerap, memahami, dan mengaplikasikan pengetahuan yang mereka peroleh. Dalam pendidikan, pemahaman terhadap tipologi belajar menjadi penting karena dapat membantu guru dalam merancang metode pengajaran yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing anak didik. Hal ini sejalan dengan pandangan bahwa tidak ada satu metode pembelajaran yang cocok untuk semua siswa, melainkan harus disesuaikan dengan perbedaan individual mereka. Menurut (Slameto:2010) salah satu tipologi belajar yang sering digunakan dalam dunia pendidikan adalah model visual, auditorial, dan kinestetik (VAK). Berikut merupakan penjelasan dari tipologi belajar anak.
Visual
Visual secara etimologi memiliki arti "melihat" atau "daya lihat". Dari pengertian tersebut, dapat diartikan bahwa metode belajara visual merupakan metode belajar dengan menggunakan media yang dapat dilihat. Metode ini biasanya digunakan untuk seseorang yang memiliki kemampuan memahami atau menyerap informasi yang disajikan dalam bentuk visual, karena dengan menggunakan penglihatan dan pengamatan merupakan cara utama bagi mereka untuk mengolah informasi dengan apa yang mereka lihat. Ciri-cirinya adalah belajar dengan cara melihat, mengingat apa yang dilihat daripada yang didengar, suka menulis, biasanya tidak terganggu oleh keributan,
Auditoral
Auditoral berasal dari kata "oditor" yang memiliki arti bersifat pendengaran dan "aural" yaitu bersifat telinga. Seseorang yang memiliki metode belajar akan sangat terbantu pada media yang menghasilkan suara. Tipe belajar ini berbeda dengan tipe belajar visual yang mengandalkan penglihatan untuk mudah mengingat. Ciri-ciri orang yang memiliki tipe belajar auditorial yakni mudah terganggu oleh keributan, belajar dengan cara mendengarkan, menggerakkan bibi dan memngucapkan tulisan di buku ketika membaca, memingat apa yang didengarkan daripada apa yang dilihat, lebih suka mendengarkan daripada membaca sendiri, dll.
Kinestetis
Kinestetis asal kata dari “kinestetis” yang artinya perasaan atau penghayatan pada otot-otot atau urat-urat daging dan tulang-tulang sendi. Secara istilah, metode belajar kinestetis adalah tipe belajar dengan cara bergerak, bekerja dan menyentuh. Seseorang yang memiliki tipologi belajar ini suka belajar melalui gerakan, dan paling tidak menghafal informasi dengan mengasosiasikan gerakan dengan setiap fakta. Mereka akan berorientasi pada fisik dan banyak bergerak. Ciri-ciri orang yang memiliki tipe belajar kinestetik yaitu berbicara dengan perlahan, suka belajar yang langsung terjun ke lapangan, menghafal dengan cara berjalan, belajar dengan cara bergerak, tidak terlalu menghiraukan keributan, dan masih banyak lagi.
