Konten dari Pengguna

Psikologi Pendidikan: Tokoh-tokoh dalam Konsep Tugas Perkembangan

Rafa Herda Oktaviani

Rafa Herda Oktaviani

Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Rafa Herda Oktaviani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Konsep tugas perkembangan sumber: https://www.pexels.com/id-id/
zoom-in-whitePerbesar
Konsep tugas perkembangan sumber: https://www.pexels.com/id-id/

Dalam psikologi pendidikan, tugas perkembangan memiliki tokoh-tokoh yang mengemukakan teorinya masing-masing. Terdapat tokoh Lev Vigotsky yang mengemukakan teori perkembangan kognitif dan Jean Piaget yang mengemukakan teori perkembangan kognitif dan moral.

1. Lev Vigotsky

Teori Vigotsky menekankan pentingnya interaksi sosial dan tahapan yang terukur untuk menjelaskan perkembangan kognitif. Menurut Vigotsky, perkembangan kognitif sangat bergantung pada pandangan individu dan melibatkan proses sosial melalui interaksi dengan orang lain dan lingkungan sekitar. Dalam proses ini, anak-anak menginternalisasi simbol dan tanda sehingga mereka dapat berpikir dan memecahkan masalah secara mandiri, yang disebut sebagai pengaturan diri (self-regulation).

Penerapan teori Vygotsky dalam pengajaran memiliki dua implikasi utama. Pertama, pentingnya merancang pembelajaran kolaboratif di antara siswa dengan berbagai tingkat kemampuan. Pengajaran oleh teman yang lebih berkompeten dapat efektif dalam mendukung perkembangan siswa dalam zona perkembangan proksimal. Kedua, pendekatan Vigotsky menekankan penggunaan scaffolding, di mana siswa secara bertahap mengambil tanggung jawab lebih besar atas pembelajaran mereka. Palincsar, Brown & Martin.

  1. Jean Piaget

Teori Piaget mewakili konstruktivisme, yakni suatu pandangan mengenai perkembangan kognisi yang menekankan peran aktif pelajar dalam membangun pemahaman mereka sendiri tentang realitas. Dalam pandangan ini, anak-anak secara aktif membangun pengetahuan dengan terus-menerus mengasimilasikan dan mengakomodasikan informasi baru. Menurut Piaget kecerdasan atau kemampuan kognisi seorang anak mengalami kemajuan melalui empat tahap yang jelas, yang dicirikan oleh kemunculan kemampuan-kemampuan baru dan cara mengelola informasi, karena Piaget percaya bahwa semua anak yang dilahirkan dengan kecenderungan bawaan untuk berinteraksi dengan lingkungan mereka dan memahaminya. Menurut Piaget, ketika bayi baru menemukan objek baru, mereka akan menggunakan skema (pola mental yang menuntun perilaku) yang telah mereka kembangkan dan akan mengetahui apakah objek tersebut suara yang keras atau lembut ketika dibanting, seperti apa rasanya, apakah objek tersebut menghasilkan susu, dan apakah objek tersebut berguling atau hanya mengeluarkan suara ketika dijatuhkan saja. Adapun empat tahap menurut Piaget, yakni:

a. Tahap sensorimotor (bayi lahir hingga usia 2 tahun)

b. Tahap praoperasional (usia 2 hingga 7 tahun)

c. Tahap operasional konkret (usia 7 hingga 11 tahun)

d. Tahap operasional formal (usia 11 hingga dewasa)