KKN UMSurabaya Gelar Edukasi Sampah dan Pelatihan Teknologi Tepat Guna

Mahasiswa Fakultas Hukum, Universitas Muhammadiyah Surabaya
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Raffa Ardhana Putra tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Surabaya mengadakan kegiatan edukasi pengelolaan sampah yang dipadukan dengan pelatihan Teknologi Tepat Guna (TTG) di Kelurahan Patokan, Kabupaten Probolinggo. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mendorong pengelolaan sampah yang lebih bernilai ekonomis

Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai kondisi permasalahan sampah, dampaknya terhadap lingkungan dan kesehatan, serta pengenalan berbagai jenis sampah, mulai dari sampah organik, anorganik, hingga limbah B3. Masyarakat juga diberikan pemahaman mengenai penerapan prinsip 5R (Refuse, Reduce, Reuse, Recycle, dan Rot) sebagai langkah sederhana yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari untuk mengurangi timbulan sampah. Selain edukasi, tim KKN turut memperkenalkan konsep Bank Sampah sebagai solusi pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Warga diberikan penjelasan mengenai manfaat bank sampah, mekanisme pengelolaannya, hingga peluang peningkatan nilai ekonomi dari sampah yang telah dipilah dengan baik. Melalui konsep ini, sampah tidak lagi dipandang sebagai limbah semata, tetapi juga sebagai sumber daya yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
Sebagai bentuk inovasi, mahasiswa KKN juga memperagakan penggunaan Bottle Press & Can Crusher, sebuah alat Teknologi Tepat Guna (TTG) yang dirancang untuk memadatkan botol plastik dan kaleng bekas secara manual menggunakan sistem tuas. Alat tersebut memudahkan masyarakat dalam mengurangi volume sampah sehingga lebih efisien saat disimpan maupun dikirim ke bank sampah atau pengepul. Selama demonstrasi, peserta diberi kesempatan mencoba alat secara langsung sehingga dapat memahami cara kerja dan manfaatnya. Antusiasme masyarakat terlihat dari keaktifan peserta selama sesi diskusi dan praktik berlangsung. Berbagai pertanyaan mengenai pemilahan sampah, proses pembentukan bank sampah, hingga pemanfaatan hasil pengelolaan sampah menunjukkan tingginya minat warga untuk menerapkan ilmu yang telah diperoleh.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Surabaya berharap dapat menumbuhkan kebiasaan masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah sejak dari rumah. Program ini juga diharapkan menjadi langkah awal terbentuknya sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan di Kelurahan Patokan melalui kolaborasi antara masyarakat, pemerintah kelurahan, dan berbagai pihak terkait. Dengan adanya edukasi, pembentukan bank sampah, serta penerapan teknologi tepat guna, diharapkan tercipta lingkungan yang lebih bersih, sehat, bernilai ekonomis, dan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
