Konten dari Pengguna

Mahasiswa PKM FEB UB X JAUSAN Gelar Fogging dan Poskes gratis di Desa Banjarejo

Rafi Faiz Asyari

Rafi Faiz Asyari

Mahasiswa S1 Ekonomi Islam Universitas Brawijaya

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Rafi Faiz Asyari tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sesi foto bersama mahasiswa PKM FEB UB dan JAUSAN
zoom-in-whitePerbesar
Sesi foto bersama mahasiswa PKM FEB UB dan JAUSAN

BANJAREJO - Guna menekan angka penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) yang sempat mengintai keselamatan warga, tim mahasiswa Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (FEB UB) bergandengan tangan dengan Jaringan Solidaritas Kemanusiaan (JAUSAN) menggelar aksi nyata tanggap kesehatan lingkungan di Desa Banjarejo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.

Inisiatif kolaboratif ini berangkat dari keresahan mendalam masyarakat setempat setelah ditemukannya beberapa kasus positif DBD di wilayah pemukiman mereka. Menanggapi situasi yang membutuhkan penanganan cepat dan tepat tersebut, tim mahasiswa PKM FEB UB di bawah arahan dan bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Bapak Bahtiar Fitanto, S.E., M.T., merancang sebuah program intervensi kesehatan lingkungan yang terintegrasi. Langkah ini dirancang tidak hanya sebagai aksi darurat, tetapi juga sebagai wujud nyata dukungan terhadap ketercapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-3, yaitu menjamin Kehidupan Sehat dan Sejahtera bagi seluruh lapisan masyarakat.

Untuk memastikan hasil yang optimal dan berkelanjutan, rangkaian kegiatan pencegahan ini terbagi dalam dua gelombang pelaksanaan utama, yakni pada Ahad, 19 Juli 2026 dan Ahad, 26 Juli 2026. Sehari sebelum aksi puncak digelar—yakni pada Sabtu di setiap minggunya—para mahasiswa bersama warga membakar semangat gotong royong melalui aksi kerja bakti massal dan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Langkah intervensi awal ini dinilai sangat krusial, karena pembersihan genangan air dan wadah penampungan menjadi kunci utama untuk membasmi jentik-jentik nyamuk Aedes aegypti hingga ke akarnya sebelum dilakukannya pengasapan.

Saat hari pelaksanaan tiba, tim gabungan langsung bergerak menyisir seluruh sudut pemukiman. Aksi pengasapan (fogging) dilakukan secara menyeluruh dan merata melingkupi area RW 1, yang mencakup RT 1 hingga RT 7. Di saat yang bersamaan, guna memperkuat benteng kesehatan warga, pengadaan dan pengaktifan Pos Kesehatan (Poskes) dipusatkan di dua lokasi strategis, yaitu di lingkungan RT 4 dan RT 7. Kehadiran poskes ini ditujukan untuk memberikan layanan pemeriksaan kesehatan gratis, konsultasi keluhan fisik, hingga sarana edukasi hidup bersih dan sehat bagi masyarakat.

Antusiasme warga Desa Banjarejo terpancar sepanjang jalannya kegiatan. Banyak warga dari berbagai kalangan usia turut berpartisipasi aktif membantu kelancaran operasional di lapangan. Ketua RW 1 Desa Banjarejo, Bapak Ilyas, secara terbuka menyampaikan rasa terima kasih dan rasa senangnya atas kehadiran program ini di wilayahnya.

"Kami sangat bersyukur dan menerima dengan senang hati kepedulian dari adik-adik mahasiswa FEB UB dan tim JAUSAN. Warga RW 1 betul-betul terbantu dengan adanya aksi nyata ini, apalagi sempat ada kekhawatiran karena ada warga kami yang terserang DBD. Kombinasi kerja bakti, PSN, fogging, hingga pengadaan poskes ini benar-benar membawa angin segar dan membuat lingkungan kami jadi jauh lebih bersih, sehat, dan aman," tutur Pak Ilyas dengan penuh apresiasi.

Sementara itu, Bapak Bahtiar Fitanto, S.E., M.T., selaku Dosen Pembimbing Lapangan, menyampaikan harapannya agar program pengabdian ini memberikan dampak positif yang bertahan lama. Beliau menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor antara akademisi, lembaga kemanusiaan, dan masyarakat lokal ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran kolektif warga Desa Banjarejo untuk terus merawat kebersihan lingkungan secara mandiri dan konsisten demi terwujudnya kualitas hidup yang lebih baik.