Ruang Gratis, Ide Tak Terbatas: Cerita Gen Z di Taman Literasi Blok M Jakarta

Mahasiswa program studi Pariwisata Budi Luhur Universitas
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Rafi Hakim tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
By Penulis: Rafi Hakim, Muhammad Balya Abdee Al Baraa, Jasmine Qur'ani
Taman Literasi Blok M Jakarta kini menjadi salah satu ruang publik favorit bagi Generasi Z di Jakarta. Cari tempat nyaman buat sekadar bersantai atau mencari inspirasi di tengah sumpeknya hiruk-pikuk Jakarta itu ibarat mencari jarum di tumpukan jerami. Ujung-ujungnya, pilihan paling gampang ya lari ke kafe kopi. Tapi, nongkrong di kafe setiap hari tentu bikin kantong mahasiswa cepat jebol, kan?

Mengapa Taman Literasi Blok M Menjadi Favorit Gen Z? Di tengah dilema itu, kehadiran Taman Literasi Martha Christina Tiahahu di kawasan Blok M belakangan ini sukses mencuri perhatian, khususnya bagi kalangan Generasi Z. Pasalnya, sejak pertama kali menginjakkan kaki di sini, vibes yang terasa jauh dari kesan kaku.
Kalau biasanya perpustakaan atau taman baca identik dengan aturan ketat, keheningan mutlak, dan suasana yang membosankan, Taman Literasi justru mendobrak stigma itu. Tempat ini menghadirkan ruang terbuka yang sangat santai. Kamu bebas mau baca buku, buka laptop buat nugas, diskusi bareng teman, atau sekadar bengong menikmati angin sepoi-sepoi dan hilir mudik orang lewat.
Menariknya, dari pantauan di lapangan, sebagian besar anak muda yang datang ke sini ternyata tidak semuanya berniat untuk membaca buku. Banyak gerombolan mahasiswa atau freelancer yang menjadikan taman ini sebagai co-working space dadakan.
Fasilitas Taman Literasi Blok M yang Lengkap, Dinda (21), salah satu mahasiswi yang sedang asyik mengetik di area taman terbuka, mengaku Taman Literasi kini jadi spot favorit barunya. “Awalnya penasaran karena ramai di TikTok. Pas coba ke sini, eh ternyata asyik banget. Biasanya aku nugas di kafe, tapi lumayan kan kalau tiap hari harus beli kopi Rp.40 ribuan. Di sini gratis, dapat akses Wi-Fi, terus kalau otak udah ngebul lihat layar laptop terus, tinggal lihat yang hijau-hijau. Terus pulangnya gampang banget, tinggal jalan dikit ke stasiun MRT," ujarnya.
Apa yang dibilang Dinda memang benar. Akses transportasi yang super mudah, terintegrasi langsung dengan MRT dan halte Transjakarta, jadi alasan kuat kenapa tempat ini selalu ramai. Belum lagi fasilitasnya yang terbilang sangat memanjakan pengunjung; mulai dari seating area yang banyak, ruang kaca yang estetik, stopkontak yang tersebar di berbagai titik, hingga akses internet gratis.
Fenomena ramainya Taman Literasi Blok M ini sebenarnya menunjukkan satu hal penting: cara pandang anak muda terhadap ruang publik sudah berubah. Gen Z nggak cuma butuh tempat duduk dan meja. Mereka butuh ruang untuk bertukar ide, mengekspresikan diri, dan bersosialisasi dengan cara yang lebih bebas tanpa harus selalu terikat dengan aktivitas konsumtif.
Lewat suasana yang inklusif dan dekat dengan gaya hidup anak muda masa kini, Taman Literasi Blok M membuktikan bahwa ruang publik yang dirancang dengan matang bisa memberikan dampak yang luar biasa. Tempat ini bukan lagi sekadar monumen atau pajangan kota, melainkan ruang bernapas sekaligus tempat lahirnya kreativitas baru di tengah sibuknya Jakarta.
