Konten dari Pengguna

Bahasa Visual di Era Digital: Peran Emoji, Meme, dan Infografis dalam Komunikasi

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
5
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Rafi Irsyad Ramadhan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Illustrasi chat Whatsapp menggunakan emoji. (Sumber: freepik.com)
zoom-in-whitePerbesar
Illustrasi chat Whatsapp menggunakan emoji. (Sumber: freepik.com)

Di zaman sekarang yang serba digital dan serba cepat, orang bukan cuma ngobrol pakai kata-kata aja. Sekarang, komunikasi bisa lewat emoji lucu, meme kocak, GIF dramatis, sampai infografis yang penuh warna. Semua itu bagian dari “bahasa visual” yang udah jadi keseharian kita, baik buat ngobrol santai di chat, nge-post di medsos, atau presentasi di tempat kerja, sekolah, dan kampus.

Kalau kamu buka WhatsApp, scrolling Instagram, atau lihat slide presentasi, pasti ada aja unsur visualnya. Bahkan buat bilang “lagi sedih” pun nggak perlu ngetik panjang, cukup satu emoji 🥲, dan hampir semua orang langsung ngerti atau paham maksudnya. Simpel tapi mudah untuk dipahami

Meme kocak penutup presentasi. (Sumber: IG/awreceh.id)

Dari Gua ke Gadget: Perjalanan Bahasa Visual

Sebenarnya, bahasa visual bukan sesuatu yang baru. Sejak zaman manusia masih tinggal di gua, mereka sudah menggunakan gambar di dinding buat cerita atau memberi tahu sesuatu. Bedanya, sekarang kita tidak perlu menggunakan batu atau arang lagi, cukup buka ponsel, edit sebentar, langsung kirim!

Lukisan gua di Sulawesi ini dinobatkan sebagai yang paling tua di dunia. (sumber: liputan6.com)

Dengan bantuan teknologi dan medsos, visual sekarang bisa menyebar secepat kilat. Plus, kreativitasnya makin luas dan bebas. bukan cuma emoji, sekarang bahasa visual juga punya:

1. GIF, buat kasih ekspresi dramatis atau lucu

Mengekspresikan sesuatu dengan GIF di kolom komen Instagram. (sumber: IG/prahapocha)

2. Meme, yang sering di jadikan sindiran halus atau untuk menyampaikan pesan, humor, bahkan ide-ide lainnya

Meme fans Manchaster United karena klubnya sudah biasa kalah. (Sumber: IG/sarkas_futball)

3. Infografis, dapat menjelaskan data yang rumit jadi lebih menarik dan enak dilihat

Infografis tentang tanda dan gejala penyakit ginjal kronis. (Sumber: promkes.kemenkes.go.id)

Kenapa Bahasa Visual Bisa Populer?

Beberapa alasan kenapa bahasa visual bisa begitu populer atau viral di era digital sekarang ini:

1. Cepat Dipahami

Otak manusia memproses gambar jauh lebih cepat dibandingkan teks. Infografis, misalnya, mampu menjelaskan data kompleks dalam waktu singkat tanpa membuat pembaca merasa bosan.

2. Menarik Perhatian

Di tengah banjir informasi dan kebiasaan scroll tanpa henti, visual yang menarik bisa menjadi pemicu perhatian. Oleh karena itu, kampanye sosial, edukasi, hingga promosi politik kini banyak mengandalkan konten visual.

3. Lintas Bahasa dan Budaya

Visual bersifat universal. Simbol atau emoji tertentu dapat dimengerti oleh banyak orang tanpa perlu diterjemahkan ke bahasa masing-masing tiap negara, menjadikannya alat komunikasi yang efisien lintas bahasa dan budaya.

Tapi Tidak Semua Visual Itu Aman

Meskipun visual itu praktis dan seru, ada juga beberapa yang harus diperhatikan. Salah tafsir bisa kejadian, apalagi kalau visual dipakai tanpa konteks.

Contohnya, meme bisa bikin ngakak, tapi kalau kita tidak paham konteksnya, bisa bikin salah paham. Infografis juga bisa dimanipulasi, apalagi kalau datanya tidak jelas. Jadi penting buat kita untuk lebih teliti dan kritis.

Lalu, tidak semua emoji memiliki makna yang sama di setiap budaya. Emoji 🙏 di Indonesia biasanya diartikan sebagai “terima kasih”, tetapi di Jepang bisa bermakna “mohon maaf” atau “tolong”, dan dari beberapa negara pun ada yang menganggap emoji tersebut merupakan gerakan "tos".

Perbedaan dalam menafsirkan emoji di setiap negara. (Sumber: pumble.com)

Literasi Visual Itu Penting

Kita semua perlu belajar untuk lebih melek dalam hal visual. Artinya, bukan cuma bisa bikin konten kece ataupun menarik, tapi juga bisa baca makna di balik gambar atau desain. Beberapa hal yang perlu dipertanyakan ketika melihat konten visual:

Apakah ini fakta atau opini?

Apakah ada pesan tersembunyi didalam visual tersebut?

Apakah datanya beneran valid atau karangan bebas?

Jangan mudah percaya dengan visual yang “wah” kalau kita tidak tahu asal-usul sumbernya.

Bijak dalam Menggunakan Bahasa visual

Bahasa visual memang udah jadi bagian dari budaya digital kita. Tapi seperti alat lainnya, semua tergantung gimana cara kita menggunakannya. Emoji bisa membuat obrolan jadi lebih seru, infografis bisa bantu menjelaskan sesuatu jadi lebih menarik dan mudah dipahami, dan meme bisa menghibur atau memberikan sindiran dengan cara yang ringan dan gaya yang lucu.

Tapi semua itu perlu tanggung jawab. Jangan asal share, jangan asal percaya. Pahami dulu, baru sebarkan.

Kesimpulan

Bahasa visual bukan cuma pelengkap, tapi udah jadi sarana utama dalam komunikasi di zaman sekarang ini. Lewat gambar, emoji, atau desain kreatif, kita bisa menyampaikan pesan dengan cara yang lebih cepat, lebih fun, dan bisa dimengerti banyak orang.

Jadi, yuk jadi pengguna visual yang bukan cuma kreatif, tapi juga cerdas dan bijak!