Pengaruh Diskon dan Promo terhadap Perilaku Konsumen

Mahasiswa Teknik Mesin di Universitas Pamulang
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Rafi Kurnia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Diskon dan berbagai penawaran promosi menjadi salah satu strategi pemasaran yang banyak digunakan oleh perusahaan untuk menarik perhatian konsumen. Mulai dari potongan harga, voucher belanja, cashback, hingga gratis ongkos kirim, berbagai promo tersebut mampu memengaruhi keputusan masyarakat dalam membeli suatu produk.
Di era digital, keberadaan marketplace dan media sosial membuat informasi mengenai promo semakin mudah ditemukan. Konsumen dapat membandingkan harga dari beberapa toko sebelum memutuskan untuk melakukan pembelian. Kondisi ini membuat diskon menjadi salah satu pertimbangan penting dalam aktivitas belanja masyarakat.
Berdasarkan survei NielsenIQ pada periode Mega Sales Desember 2024, sebanyak 70 persen pengguna internet di Indonesia menyebut diskon sebagai salah satu faktor utama yang mendorong mereka berbelanja saat periode promosi. Selain itu, 70 persen responden juga tertarik dengan penawaran gratis ongkos kirim. Temuan tersebut menunjukkan bahwa harga dan keuntungan tambahan masih menjadi daya tarik bagi konsumen.
Pengaruh diskon juga terlihat dalam kegiatan live shopping. Penawaran khusus yang diberikan selama siaran langsung membuat konsumen tertarik untuk melihat produk dan mempertimbangkan pembelian. Berdasarkan survei Jakpat yang dipublikasikan pada 2026, sebanyak 71 persen responden tertarik menonton live shopping karena adanya diskon.
Meskipun memberikan keuntungan berupa harga yang lebih terjangkau, promosi juga dapat mendorong perilaku konsumtif. Sebagian konsumen terkadang membeli barang bukan karena benar-benar membutuhkannya, melainkan karena khawatir kehilangan kesempatan mendapatkan harga murah. Situasi tersebut dapat membuat seseorang mengeluarkan uang lebih banyak dari anggaran yang telah direncanakan.
Selain memengaruhi keputusan pembelian, diskon dan promo juga dapat meningkatkan loyalitas konsumen terhadap suatu merek atau toko. Konsumen yang merasa mendapatkan keuntungan dari sebuah penawaran cenderung tertarik untuk kembali berbelanja. Namun, kualitas produk, pelayanan, dan kepercayaan terhadap penjual tetap menjadi faktor penting dalam mempertahankan pelanggan.
Oleh karena itu, masyarakat perlu lebih bijak dalam memanfaatkan berbagai penawaran promosi. Sebelum membeli barang, konsumen sebaiknya memeriksa harga asli, membandingkan beberapa produk, serta mempertimbangkan kebutuhan dan kemampuan keuangan.
Pada akhirnya, diskon dan promo memang memberikan kesempatan bagi konsumen untuk mendapatkan produk dengan harga lebih hemat. Namun, keputusan pembelian tetap perlu didasarkan pada kebutuhan, bukan hanya karena tergiur potongan harga. Dengan sikap belanja yang bijak, konsumen dapat memperoleh manfaat promosi tanpa harus terjebak dalam perilaku konsumtif.
