Konten dari Pengguna

MENGENAL RUKUN-RUKUN KA'BAH DAN KEUTAMAANNYA

rafiq jauhary

rafiq jauhary

Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari rafiq jauhary tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

MENGENAL RUKUN-RUKUN KA'BAH DAN KEUTAMAANNYA
zoom-in-whitePerbesar

Bangunan yang akan kita bicarakan ini dinamakan Ka'bah karena bentuknya persegi dan ukurannya pun tinggi, besar. Jadi memang penamaan bangunan ini disesuaikan dengan bentuknya.

Tapi tahukah Anda kalau sejatinya Ka'bah yang dibangun oleh Nabi Ibrahim bentuknya tidak persis persegi, bahkan lebih pas jika disebut persegi panjang.

Renovasi ka'bah yang dilakukan Quraisy-lah yang menyebabkan ukuran Ka'bah sedikit berubah sehingga seolah bangunan ka'bah dengan Hijr Ismail terpisah jauh.

Agar kita lebih mengenal tentang Ka'bah, berikut kami perkenalkan rukun-rukun (sudut-sudut) Ka'bah lengkap dengan keutamaanya.

1. Rukun Hajar Aswad

Rukun Hajar Aswad adalah bagian Ka'bah yang ditempelkan Hajar Aswad di sudutnya, dari sudut ini para jamaah memulai melakukan Thawaf dan di sudut ini pula berakhirnya Thawaf.

Selain karena itu, pojokan ini menjadi istimewa dibanding pojokan Ka'bah lainnya karena melalui pojokan ini seorang jamaah yang sedang thawaf memiliki kesempatan untuk mendapatkan pahala lebih banyak dengan mencium, memegang atau melambaikan tangan sebagai isyarat ke arah Hajar Aswad.

2. Rukun Yamani

Pojokan Ka'bah ini jika ditarik garis lurus ke selatan akan sampai di negeri Yaman, tak heran jika pojokan ini dinamakan Rukun Yamani.

Selain Rukun Hajar Aswad, Rukun Yamani juga menjadi pojokan Ka'bah yang tidak pernah berubah sejak zaman Nabi Ibrahim. Karenanya ketika sedang thawaf Rasulullah menyempatkan diri untuk memegangnya.

Perbuatan Rasulullah memegang Rukun Yamani dalam thawaf ini oleh para ulama kemudian disimpulkan sebagai salah satu sunnah dalam thawaf.

3. Rukun Syami

Pojokan Ka'bah ini letaknya ada di sisi barat dari bangunan Ka'bah, penamaan sudut ini pun dinisbatkan dengan arahnya. Karena jika ditarik garis lurus akan tiba di negeri Syam.

4. Rukun Iraqi

Sedangkan Rukun Iraqi yang terletak di sisi utara jika ditarik garis lurus akan tiba pada negeri Iraq.

Dua sudut Ka'bah terakhir (Rukun Syami dan Iraqi) inilah sudut yang pernah bergeser. Dari bangunan yang didirikan Nabi Ibrahim bersama putranya mengalami sedikit pengurangan panjang sisi karena keterbatasan dana dalam renovasi Ka'bah pada masa Quraisy, tepatnya pada saat Muhammad berusia 30an tahun (sebelum diangkat menjadi Nabi).

Dua sudut ini juga tidak memiliki keutamaan khusus, Rasulullah pun tidak memegang dua sudut ini dalam prosesi thawaf. Maka jika dilihat sekarang kedua sudut Ka'bah ini tetap ditutup dengan Kiswah, sementara Rukun hajar Aswad dan Rukun Yamani sudutnya diberi sedikit celah agar para jamaah dapat langsung memegang bangunan Ka'bah.

Rafiq Jauhary

Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah

Rujukan:

📔 Amalan di Tanah Suci, karya Rafiq Jauhary

📔 Menjadi Muthawif Anda di Tanah Suci, karya Rafiq Jauhary