Hal yang Harus Dipelajari Sebelum Mulai Belajar Coding
Tulisan dari Rafli Erza Saputra tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Memulai belajar coding dari nol sering kali merasa membingungkan. Ketika pertama kali melihat sebuah program, pemula pasti akan menemukan banyak symbol, perintah, dan istilah-istilah yang belum pernah dikenal sebelumnya. Dan ditambah lagi dengan adanya banyak sekali bahasa pemrograman dan juga materi yang berada di internet. Akibatnya banyak sekali orang yang bingung untuk menentukan langkah pertamanya.
Padahal, saat belajar pemrograman tidak harus langsung untuk membuat sebuah aplikasi, salah satau hal dasar yang harusnya di pelajari adalah algoritma. Algoritma membantu seseorang untuk menyelesaikan sebuah masalah dengan langkah-langkah yang akan di proses menjadi sebuah kode program.

Hal tersebut juga dibahas dalam penelitian Daulay dan Yahfizham yang menjelaskan bahwa algoritma merupakan bagian penting dalam ilmu komputer dan pemrograman. Penelitian tersebut menggunakan metode studi literatur dan menjelaskan bahwa algoritma terdiri dari langkah-langkah terstruktur untuk menyelesaikan masalah pemrograman.
Karena itu, pemula tidak seharusnya untuk langusng menghafal sintaks. Sebelum menulis kode. Coba pahami sebuah masalah yang didapatkan. Setelah itu, lalukan langkah penyelesaiannya. Cara sederhana itu dapat membantu kita memahami kenapa sebuah kode itu dapat dibuat. Bukan hanya meniru kode yang berada di internet.
Setelah paham algoritma, barulah mulai mengenal konsep dasar pemrograman seperti variabel, tipe data, input, output, percabangan, dan perulangan. Konsep-konsep tersebut menjadi bagian penting ketika seseorang mulai membuat program yang lebih kompleks.
Pemilihan bahasa pemrograman bukan hal untuk dipusingkan saat pertama kali belajar. Python, C++, Java, dan bahasa pemrograman yang lainnya memiliki ciri-ciri masing-masing. Yang terpenting bagi pemula adalah memahami konsep pemrogramannya. Penelitian tentang penerapan algoritma dalam pembelajaran ilmu komputer juga menunjukkan bahwa algoritma tidak bergantung pada satu bahasa pemrograman tertentu.
Selain memahami teori yang ada, Latihan dalam menyelesaikan sebuah masalah itu sangat penting. Pemrograman tidak berkaitan tentang hanya menulis kode, tetapi juga menemukan sebuah Solusi dalam menghadapi masalah. Penelitian Hasanah, Wiguna, Shofiyah, dan Handayani pada 2024 terhadap 15 mahasiswa yang mengikuti mata kuliah pemrograman berorientasi objek menemukan adanya peningkatan kemampuan pemecahan masalah setelah menggunakan modul pemrograman visual berbasis proyek. Penelitian tersebut memperoleh nilai signifikansi 0,002 dan N-Gain 0,839.
Bagi saya sebagai mahasiswa Teknik informatika, dalam belajar coding tidak selalu berjalan dengan baik. Ketika mengalami error hal pertama pertama kali di lakukan adalah mencari cara agar error bisa teratasi dan program bisa berjalan kembali. Semakin sering berlatih, saya mulai memahami bahwa masalah tersebut dapat menjadi bagian dari proses belajar. Dari sana kita belajar mencari penyebab masalah, membaca kode, dan mencoba menemukan solusinya.
Penggunaan teknologi AI saat ini juga membuat proses belajar menjadi lebih mudah. Ketika adanya kesulitan, AI dapat membantu untuk menjelaskan dan juga memberi contoh. Tetapi dengan kemudahan tersebut jangan membuat kita hanya copy paste code yang sudah benar. Tapi jadikan AI sebagai alat belajar.
Pada dasarnya, belajar coding tidak harus terburu-buru. Mulailah pahami masalah dan juga algoritma. Dan pelajari konsep dari pemrograman. Pilihlah satu bahasa pemrograman dan mulailah perbanyak latihan, Tidak semua program akan langsung berhasil. Justru melalui proses mencoba, menemukan error, dan memperbaikinya, kemampuan pemrograman dapat berkembang sedikit demi sedikit.

