Konten dari Pengguna

Hanya Menonton Tutorial Untuk Belajar Coding itu Tidak Cukup

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Rafli Erza Saputra tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Untuk belajar coding saat ini jauh lebih mudah karena banyak materi yang tersedia di internet. Pemula dapat menemukan berbagai video tutorial, artikel, kelas online, hingga contoh kode yang bisa dipelajari. Hanya dengan membuka laptop dan mencari materi yang dibutuhkan, proses belajar pemrograman sudah bisa dimulai.

Namun, hanya menonton tutorial belum tentu membuat seseorang benar-benar memahami pemrograman. Kita mungkin dapat mengikuti langkah-langkah yang diberikan dalam video tutorial dan menghasilkan program yang sama. Masalah biasanya muncul ketika kita diberikan kasus yang berbeda dan harus membuat program secara langsung tanpa adanya contoh yang bisa diikuti.

Pemrograman tidak hanya membutuhkan pengetahuan tentang sintaks. Seseorang juga perlu memahami bagaimana sebuah masalah dapat diselesaikan menggunakan langkah-langkah yang sistematis. Penelitian mengenai pembelajaran pemrograman menunjukkan bahwa mahasiswa masih dapat mengalami kesulitan, baik dalam memahami konsep maupun menerapkannya dalam praktik.

https://unsplash.com/@jagg

Karena itu, setelah menonton video tutorial, sebaiknya jangan langsung melanjutkan ke video berikutnya. Cobalah mengubah program yang telah dibuat saat mengikuti tutorial, kemudian buat ulang program yang baru dipelajari tanpa melihat contoh.

Cara tersebut tidak hanya membantu kita mengingat langkah-langkah yang ditunjukkan dalam tutorial. Kita juga mulai mencoba memahami mengapa sebuah variabel digunakan, bagaimana prosesnya berjalan, dan mengapa kondisi tertentu diperlukan dalam program.

Selain itu, lakukan latihan untuk memecahkan masalah sederhana, seperti membuat program untuk menghitung nilai, kalkulator sederhana, konversi suhu, atau pengelolaan data kecil. Latihan tersebut dapat membantu kita menerapkan konsep pemrograman secara langsung.

Penelitian Hasanah menunjukkan bahwa pemahaman konsep pemrograman berkaitan dengan kemampuan mahasiswa dalam menerapkan logika yang dipelajari selama proses pembelajaran. Penelitian tersebut melibatkan 20 mahasiswa dan menguji penggunaan modul pembelajaran berbasis Problem Based Learning pada pemrograman berorientasi objek. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh penggunaan modul tersebut terhadap pemahaman konsep pemrograman pada kelompok yang diteliti.

Penelitian lain mengenai pembelajaran algoritma pemrograman juga mengembangkan modul interaktif berbasis Problem Based Learning yang dilengkapi fitur live coding. Penelitian tersebut ditujukan untuk membantu kemampuan berpikir logis mahasiswa dalam pembelajaran algoritma pemrograman dan melaporkan adanya peningkatan kemampuan berpikir logis mahasiswa dalam konteks penelitian tersebut.

https://unsplash.com/@nublson

Dari sini kita dapat melihat bahwa mencoba melakukannya sendiri memang penting dalam belajar coding. Tutorial berguna untuk memberikan contoh dan membantu memperkenalkan konsep baru. Setelah memahami contoh, kita dapat langsung mencoba menggunakannya untuk menyelesaikan masalah sendiri.

Sebagai mahasiswa Teknik Informatika, saya merasakan perbedaan antara melihat kode dan menulis kode sendiri. Saat melihat tutorial, semuanya memang terlihat mudah. Namun, ketika mencoba membuat program sendiri, muncul berbagai pertanyaan tentang bagaimana dan mengapa program tersebut dapat berjalan.

https://unsplash.com/@ajaygorecha

Justru dari proses tersebut, pemahaman mulai terbentuk. Saat program tidak berjalan, kita akan mencoba membaca kembali kode, mencari masalahnya, dan menyelesaikannya. Kesalahan tersebut dapat menjadi pengalaman yang membantu proses belajar.

Pada akhirnya, belajar coding bukan tentang seberapa banyak video tutorial yang sudah ditonton. Yang lebih penting adalah seberapa banyak konsep yang benar-benar dipahami dan seberapa mampu kita menerapkannya untuk menyelesaikan masalah.