Konten dari Pengguna

Kenapa Usability Testing Penting dalam Desain UI/UX?

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Rafli Erza Saputra tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Saat membuat desain aplikasi, seorang desainer mungkin merasa bahwa tampilan dan alurnya sudah mudah digunakan. Namun, penilaian tersebut belum tentu sama dengan pengguna yang nantinya memakai aplikasi. Karena itu, sebuah desain UI/UX perlu diuji langsung agar masalah yang tidak terlihat oleh desainer dapat ditemukan.

Usability testing merupakan proses pengujian dengan melibatkan pengguna untuk mencoba sebuah produk atau rancangan. Dari proses tersebut, desainer dapat melihat bagaimana pengguna menjalankan tugas tertentu, bagian mana yang membuat mereka kesulitan, dan apakah fitur yang tersedia sudah dapat dipahami.

https://unsplash.com/@danielkorpai
zoom-in-whitePerbesar
https://unsplash.com/@danielkorpai

Pengujian seperti ini penting karena pengguna bisa memberikan sudut pandang yang berbeda. Hal yang menurut desainer sudah jelas belum tentu langsung dipahami oleh pengguna. Penelitian mengenai pengujian usability pada halaman cart sebuah website e-commerce juga menunjukkan bahwa pengujian dengan pengguna dapat menemukan pola kesalahan pada fitur yang diuji dan menjadi dasar untuk melakukan perbaikan desain.

Dalam proses UI/UX, usability testing biasanya dilakukan setelah tersedia rancangan yang dapat dicoba, misalnya prototype. Pengguna kemudian diberikan beberapa tugas untuk diselesaikan menggunakan prototype tersebut. Desainer dapat mengamati proses tersebut dan mencatat bagian yang mengalami kendala.

Hasil pengujian kemudian dapat digunakan untuk melakukan perbaikan. Jika pengguna kesulitan menemukan tombol tertentu, misalnya, desainer dapat mengevaluasi kembali posisi, ukuran, atau label tombol tersebut. Dengan begitu, perubahan desain dilakukan berdasarkan masalah yang ditemukan, bukan hanya berdasarkan perkiraan.

https://unsplash.com/@uxindo

Pendekatan User Centered Design juga menempatkan evaluasi sebagai salah satu tahapan penting dalam proses perancangan. Penelitian tentang desain UI/UX website Wahda menggunakan tahapan memahami konteks penggunaan, menentukan kebutuhan pengguna, membuat solusi desain, dan mengevaluasi desain. Prototype yang dihasilkan kemudian diuji menggunakan usability testing.

Pengujian juga dapat dilakukan lebih dari satu kali. Setelah masalah ditemukan dan desain diperbaiki, prototype dapat diuji kembali untuk melihat apakah perubahan tersebut memberikan hasil yang lebih baik. Penelitian pada website Lumiere, misalnya, menggunakan tahapan UCD mulai dari pengumpulan data hingga pengujian dan membandingkan usability sebelum dan sesudah perancangan ulang.

Bagi pemula yang sedang belajar UI/UX, usability testing mungkin terlihat seperti tahap yang rumit. Padahal, pengujian sederhana dapat dilakukan dengan meminta beberapa orang mencoba prototype dan memberikan tugas tertentu. Dari sana, kita dapat mengetahui apakah mereka memahami alur yang telah dibuat.

https://unsplash.com/@fazurrehman

Hal yang menarik dari usability testing adalah desainer tidak hanya melihat apakah aplikasi dapat digunakan, tetapi juga bagaimana pengguna menggunakannya. Kesulitan kecil seperti tidak menemukan tombol, salah memahami menu, atau bingung dengan alur dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki desain.

Pada akhirnya, membuat desain UI/UX bukan berarti berhenti ketika tampilan sudah terlihat menarik. Desain juga perlu diuji untuk mengetahui apakah benar-benar mudah digunakan oleh pengguna. Dengan melakukan usability testing dan memperbaiki desain berdasarkan hasilnya, proses UI/UX dapat menghasilkan produk yang lebih sesuai dengan kebutuhan pengguna.