Konten dari Pengguna

UI/UX Sangat Penting Sebelum Aplikasi Dibuat

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Rafli Erza Saputra tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Saat menggunakan aplikasi, kita mungkin hanya memperhatikan bagaimana aplikasi ini digunakan. Kita tidak memikirkan bagaimana tampilan-tampilan serta alur aplikasi tersebut dibuat. Padahal, dibalik pengalaman tersebut terdapat proses UI/UX yang berperan penting untuk pengguna berinteraksi dengan mudah dan nyaman.

https://unsplash.com/@easiblu
zoom-in-whitePerbesar
https://unsplash.com/@easiblu

UI atau User Interface berkaitan dengan bagian antarmuka yang digunakan pengguna, sedangkan UX atau User Experience berkaitan dengan pengalaman pengguna ketika menggunakan sebuah produk. Penelitian tentang UI/UX pada sebuah situs web menunjukkan bahwa perancangan antarmuka perlu memperhatikan kemudahan dan kenyamanan pengguna, bukan hanya tampilan visualnya.

Karena itu, membuat aplikasi dengan tampilan yang menarik saja belum cukup. Sebuah aplikasi memiliki beberapa ciri khas tampilannya, tetapi jangan sampai membuat pengguna bingung dengan tampilan dan juga alur dari sebuah aplikasi. Inilah alasan mengapa kebutuhan pengguna perlu dipertimbangkan sejak awal proses perancangan.

Salah satu pendekatan yang dapat digunakan adalah User Centered Design (UCD). Pendekatan ini menempatkan pengguna sebagai bagian utama dalam proses desain. Penelitian mengenai prototype UI/UX menjelaskan tahapan UCD yang mencakup memahami konteks dan kebutuhan pengguna, menentukan kebutuhan, membuat solusi desain, kemudian melakukan evaluasi terhadap desain tersebut.

https://unsplash.com/@fazurrehman

Setelah memahami kebutuhan pengguna, desainer dapat mulai membuat rancangan awal seperti user flow dan wireframe. Wireframe membantu menentukan struktur halaman dan posisi elemen sebelum desain visual dibuat secara lebih detail.

Tahap berikutnya adalah membuat prototype. Prototype merupakan rancangan yang memungkinkan pengguna mencoba interaksi dan alur aplikasi sebelum produk benar-benar dikembangkan. Penelitian UI/UX pada website Lumiere menggunakan tahapan pengumpulan data, konsep desain, wireframe, prototype, dan pengujian sebagai bagian dari proses UCD.

Prototype juga dapat membantu menemukan masalah lebih awal. Jika pengguna mengalami kesulitan ketika mencoba suatu fitur, desainer dapat melakukan perubahan sebelum desain diteruskan ke tahap pengembangan.

https://unsplash.com/@tirzavandijk

Pengujian menjadi bagian yang tidak kalah penting. Dalam penelitian terhadap aplikasi Solo Destination, evaluasi awal menggunakan System Usability Scale menghasilkan skor 55,55. Setelah masalah yang ditemukan diperbaiki melalui proses desain, pengujian kembali menghasilkan skor 82,05. Penelitian tersebut menunjukkan pentingnya evaluasi dan perbaikan berulang dalam proses UI/UX.

Bagi pemula yang ingin belajar UI/UX, kemampuan menggunakan Figma tentu dapat membantu dalam membuat wireframe dan prototype. Namun, belajar UI/UX sebaiknya tidak berhenti pada kemampuan membuat tampilan. Memahami kebutuhan pengguna, menyusun alur, membuat prototype, dan melakukan pengujian juga merupakan bagian dari proses yang perlu dipelajari.

UI/UX bukan hanya tentang membuat aplikasi terlihat bagus. Tujuan yang lebih penting adalah membuat produk digital yang dapat dipahami dan digunakan sesuai kebutuhan penggunanya. Dengan melibatkan pengguna sejak proses perancangan hingga evaluasi, desain dapat dikembangkan berdasarkan masalah nyata dan bukan hanya berdasarkan asumsi.