Konten dari Pengguna

Kesehatan Berdasarkan Nilai Islam Dalam Praktik Keperawatan Kontemporer

Rafli Hermawan

Rafli Hermawan

saya merupakan mahasiswa dari universitas uin jakarta syarif hidayatullah jakarta

·waktu baca 5 menit

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Rafli Hermawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi perawatan muslimah (sumber:https//pixabay.com/id/)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi perawatan muslimah (sumber:https//pixabay.com/id/)

Kesehatan dalam ilmu perawatan adalah bidang studi yang mempersiapkan individu untuk menjadi seorang perawat profesional. Ini melibatkan pembelajaran teori dan praktik dalam memberikan perawatan kesehatan kepada pasien untuk mencapai kesejahteraan fisik dan mental yang optimal. Dalam dunia keperawatan juga terdapat nilai nilai islam di dalamnya. Seperti, Amanah (trustworthiness) yang dimana seorang perawat nantinya akan diberi tanggung jawab yang besar dalam menangani seorang pasien dan nilai amanah ini sangatlah menjadi nilai islam yang relevan dalam ilmu keperawatan, Hal ini juga menjadi landasan utama sikap seorang perawat dalam melayani seorang pasien. Kemudian nilai estetika, nilai estetika menjadi salah satu dari tujuh nilai karakteristik profesional seorang perawat terhadap seorang pasien. Perawat diminta untuk memberikan etika dan moralitas yang baik terhadap pasien yang ditangani sehingga dapat memberikan kegembiraan terhadap seorang pasien, hal ini berkaitan dengan hadist nabi SAW yang diriwayatkan oleh Ibnu Abi Dunya dan dihasankan oleh Syekh Al-bani dalam shahih jami’ush shaghir No. 1096 yang artinya “Sebaik-baik amal shalih adalah agar engkau memasukkan kegembiraan kepada saudaramu yang beriman.”

Nilai-nilai yang diajarkan allah dalam alqur’an juga ajaran nabi muhammad SAW dalam hadits nya sangatlah memberi peran terhadap nilai-nilai yang ada dalam kehidupan manusia khususnya dalam nilai-nilai norma yang ada pada ilmu keperawatan yang dimana banyak sekali norma-norma seorang perawat yang berlandaskan alqur’an dan hadits.seperti, pembentukan etika dan moral dalam menangani seorang pasien.

Manusia merupakan realitas unik dan terpadu yang menyiratkan paradigma holistik dalam teori keperawatan. Karena manusia dijelaskan dalam islam secara tepat dan hati-hati, konsep pemikiran islam terhadap konsep keperawatan dapat digambarkan lebih jelas dan dapat membantu dalam meningkatkan dan menghasilkan pengetahuan klinis keperawatan, asuhan keperawatan, dan filosofi keperawatan, khususnya mengklarifikasi keperawatan holistik.

Dunia keperawatan pastinya memiliki kode etik didalamnya dan hal ini memiliki resonansi yang berkaitan dengan nilai-nilai yang ada pada ajaran agama islam. Kode etik keperawatan internasional meliputi : menghormati pasien (Otonomi), memberikan perawatan yang adil terhadap seluruh pasien (adil), bertindak untuk kebaikan pasien ( benenfince), tidak melakukan tindakan yang merugikan (Non-Benenfince). Kode etik keperawatan internasional tersebut memiliki hubungan yang sama persis dengan nilai-nilai yang diajarkan dalam agama islam yaitu Hifz al-nafs (perlindungan jiwa), adil, ikhlas, Syura (mengutamakan konsultasi).

Pendekatan holistik dalam keperawatan meliputi semua aspek dalam merawat seorang pasien. Pendekatan holistik secara fisik dilakukan oleh perawat untuk menyediakan kenyamanan bagi pasien, memberikan dukungan untuk aktivitas harian, memastikan nutrisi yang dikonsumsi oleh pasien terjaga. Dalam presfektif islam banyak sekali aspek yang yang terlibat dalam pendekatan holistik yautu dengan menghormati hukum-hukum islam seperti, menjaga aurat seorang pasien sehingga memberikan kenyamanan terhadap pasien selama tinggal di rumah sakit, memastikan makanan yang halal dan memberikan asupan nutrisi yang cukup bagi pasien. Pendekatan holistik secara mental juga diperlukan oleh seorang perawat terhadap pasiennya seperti memberikan konseling, terapi berbicara, dan teknik relaksasi yang didalam islam mengajarkan untuk memperbanyak dzikir dan membaca al-Qur’an, hal ini bertujuanuntuk membuat pasien lebih tenang dalam menghadapi penyakitnya dan membantu mengurangi tekanan mental yang terjadi pada pasien yang bisa mengakibatkan penyakitnya semakin parah, hal ini perlu dilakukan untuk mengontrol tekanan mental yang terjadi, sehingga pasien dapat berelaksasi dan bertawakal yang membuat tekanan mental pasien tersebut tidak pada titik depresi.

Kurikulum ilmu keperawatan memiliki sinergi terhadap nilai-nilai yang telah diajarkan dalam islam dan tentunya hal ini memiliki ikatan satu sama lainnya. Riset yang dilakukan oleh seorang mahasiswi Stikes Cimahi dalam jurnalnya menuliskan beberapa poin-poin mata kuliah yang ada dalam kurikulumnya sesuai dengan yang diajarkan agama islam.

Tabel nilai-nilai islam dalam kurikulum keperawatan

NO Nilai-nilai Islam Kurikulum Keperawatan

1 Ketakwaan, keikhlasan. Ilmu Keperawatan Dasar III.

2 Bertanggung jawab, Kedisiplinan. Sistem Reproduksi.

3 Makanan (nutrion), Halal, Tayyiban, kesehatan lingkungan dan kebersihan keluarga. Keperawatan Komunitas (keluarga).

4 Ketakwaan, Keikhlasan, peramah, penyantun dan kasih sayang, kesabaran, dan syukur. Keperawatan medikal bedah I dan II

5 Kejujuran Penyakit menular Keperawatan

Tabel diatas menunjukkan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam islam memiliki sinergi dan keterkaitan dalam ilmu keperawatan dan hal ini juga yang perlu menjadi tuntutan bagi para perawat untuk dapat memberikan pelayanan yang maksimal terhadap seorang pasien.

Peran nilai-nilai yang diajarkan agama islam sangtalah memberi pengaruh dalam dunia keperawatan, namun yang menjadi pertanyaan adalah, apakah niali-nilai agama islam ini bisa diimplementasikan terhadap kurikulum keperawatan yang diajarkan kepada semua golongan yang kita ketahui manusia memiliki keberagaman khususnya dalam beragama. Secara garis kecil bisa dikatakan pengimplikasian ini hanya berlaku untuk universitas islam yang memiliki program studi keperawatan saja. Namun, secara garis besar hal ini bisa diimplikasikan keseluruh universitas yang memiliki program studi keperawatan. Apabila di universitas islam diajarkan nilai-nilai islam dalam dunia keperawatan secara kaffah dan menyeluruh, namun untuk universitas lainnya diajarkan norma-norma kemanusiaan dan nilai-nilai etika dan moral, hal tersebut juga termasuk dalam nilai-nilai yang diajarkan oleh agama islam. Maka, secara tidak langsung semua universitas yang memiliki program studi keperawatan mengajarkan apa yang diajarkan dalam nilai-nilai islam.

Nilai-nilai islam dalam praktik keperawatan memilii integritas yang perlu diteteapkan secara tetap, karena nilai-nilai islam memiliki banyak sekali hal-hal yang terkandung didalamnya nilai-nilai kemanusian yang pastinya menjadi landasan utama bagi para perawat. Keintegritasan ini bisa dipastikan dengan adanya nilai-nilai yang terkandung didalam mata kuliah yang diajarkan pada bidang studi keperawatan .

Peran seorang perawat sangatlah berpengaruh besar dalam dunia kesehatan yang dimana membantu segala urusan pasien dari segi fisik bahkan mental. Integritas nilai-nilai islam dalam praktik keperawatan kontemporer diharapkan tetap diajarkan kepada calon-calon perawat dimasa depan, karena didalam nilai-nilai tersebut terdapat nilai-nilai kemanusiaan.