Aksi Heroik Damkar Jaksel Evakuasi Anak Kucing yang Terjebak di Saluran Air
·waktu baca 2 menit

Petugas Pemadam Kebakaran Sektor 9 Jakarta Selatan berjibaku selama hampir 4 jam untuk mengevakuasi anak kucing yang terjebak di saluran air.
Kepala Gulkarmat DKI Jakarta Bayu Meghantara mengatakan, laporan diterima petugas pada Kamis (4/6) pukul 11.27 WIB dari seorang warga bernama Alin. Warga tersebut mendengar suara anak kucing dari sekitar plafon rumahnya di Komplek Rancho Indah 8 Boulevard Nomor 22, Kelurahan Tanjung Barat, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan.
“Pelapor mendengar suara anak kucing di atas plafon lalu menghubungi kantor Damkar untuk meminta bantuan,” kata Bayu dalam keterangannya yang diterima kumparan, Jumat (5/6).
Mendapat laporan tersebut, satu unit light rescue dari Kantor Sektor Jagakarsa bersama 6 personel gabungan langsung dikerahkan ke lokasi. Petugas berangkat menuju lokasi pukul 11.30 WIB dan tiba pada pukul 11.41 WIB.
Namun proses penyelamatan tidak semudah yang dibayangkan. Saat petugas memeriksa area plafon, keberadaan anak kucing tidak ditemukan meski suara mengeong masih terdengar jelas.
“Setelah petugas Damkar datang dicek plafon tidak ada keberadaan kucing, tapi jelasnya terdengar di luar samping atap,” ujar Bayu.
Pencarian kemudian diperluas ke bagian luar bangunan. Dari sana, petugas akhirnya menemukan sumber suara yang berasal dari lubang saluran pembuangan air hujan di sisi atap rumah.
“Setelah dicek luar bagian samping atap, kucing terdengar di lubang pembuangan air hujan,” lanjutnya.
Kesulitan berikutnya muncul ketika petugas berusaha mencari jalur saluran air yang terhubung ke bawah. Jalur tersebut tidak diketahui secara pasti sehingga proses evakuasi menjadi lebih rumit.
“Setelah mencari saluran air yang menuju ke bawah tidak diketahui lalu koordinasi dengan Komandan Fauzan meminta bantuan unit pompa Pos Srengseng Sawah sebagai opsi terakhir karena berisiko untuk mencoba dikeluarkan kucing dengan ditekan air,” ungkap Bayu.
Meski menghadapi berbagai kendala, petugas tidak menyerah. Mereka terus berupaya mencari cara paling aman untuk mengeluarkan anak kucing tersebut dari dalam saluran sempit.
Setelah berjam-jam melakukan pencarian dan evakuasi, anak kucing itu akhirnya berhasil dievakuasi. Operasi yang dimulai menjelang siang tersebut baru dinyatakan selesai pada pukul 15.30 WIB.
Bayu memastikan penanganan berjalan dengan baik dan anak kucing berhasil dievakuasi namun dalam keadaan lemas.
“Status berhasil tertangani,” tutup Bayu.
