Anak Buah Fredy Pratama, Frans Antoni Diciduk, Pindah-pindah Tempat di Thailand

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Dirnarkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso saat ditemui di bareskrim polri, Jumat (19/6). Foto: dok. Dirtipidbareskrim
zoom-in-whitePerbesar
Dirnarkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso saat ditemui di bareskrim polri, Jumat (19/6). Foto: dok. Dirtipidbareskrim

Bareskrim Polri menangkap Frans Antoni, orang dekat bandar narkoba Fredy Pratama yang diduga berperan sebagai pengendali keuangan sekaligus operasional jaringan narkotika tersebut.

Frans diamankan tim delegasi Polri yang terdiri dari Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri bersama Divisi Hubungan Internasional Polri di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur, Malaysia, pada Kamis (18/6) pukul 07.30 waktu setempat. Ia kemudian dipulangkan ke Indonesia dan tiba di Bareskrim Polri pada Jumat (19/6).

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Eko Hadi Santoso mengungkapkan, selama buron Frans kerap berpindah-pindah tempat di Thailand untuk menghindari pelacakan aparat.

“Kami menginfokan DPO Frans Antoni selama melarikan diri modusnya pindah-pindah tempat selama di thailand. dalam pelariannya, Frans Antoni dibantu oleh orang suruhan dari jaringan Fredy Pratama yang merupakan WN Thailand,” kata Eko, Jumat (19/6).

Menurut Eko, pergerakan Frans sempat termonitor dari kawasan elite di Bangkok hingga akhirnya menetap cukup lama di wilayah Narasiri, Thailand.

“Frans Antoni sempat berpindah-pindah tempat kami monitor mulai dari daerah Phatthanakan tempat elite di kota Bangkok Thailand sampai akhirnya menetap kurang lebih selama 2 tahun di daerah Narasiri, Thailand,” ujarnya.

Frans Antoni saat digiring di Bareskrim Polri. Foto: dok. Dirtipidnarkoba bareskrim

Tak hanya saat berada di Thailand, Frans juga disebut mendapat bantuan dari jaringan Fredy Pratama saat menyeberang secara ilegal ke Malaysia.

“Frans Antoni juga dibantu oleh orang suruhan dari Fredy Pratama pada saat memasuki wilayah Malaysia secara ilegal sebelum akhirnya berhasil diamankan oleh tim delegasi Polri, di Kuala Lumpur,” lanjut Eko.

Dalam sindikat Fredy Pratama, Frans disebut memegang peran penting. Ia diduga menjadi pengendali keuangan, pengendali lapangan, hingga pengendali operasional.

“Peranan Frans Antoni dia merupakan pengendali keuangan, pengendali lapangan, dan pengendali operasional dari sindikat narkotika pimpinan Freddy Pratama,” kata Eko.

Saat ini Bareskrim masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap Frans untuk menelusuri aliran dana dan jaringan yang masih aktif.

“Rencana kami selanjutnya, ini baru datang. Akan dilakukan pemeriksaan intensif dan proses penyidikan lanjutan di Bareskrim Polri untuk mengembangkan kasus ini lebih luas,” tutup Eko.