BNPB Ungkap Masih Banyak Warga NTT Takut Gempa Susulan, Diperparah Isu di Medsos

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pengungsi korban gempa bumi Nusa Tenggara Timur (NTT) beristirahat di dalam tenda posko pengungsian Lapangan Barangkolong, Reo, Kabupaten Manggarai, NTT, Kamis (20/8/2026). Foto: Fikri Yusuf/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Pengungsi korban gempa bumi Nusa Tenggara Timur (NTT) beristirahat di dalam tenda posko pengungsian Lapangan Barangkolong, Reo, Kabupaten Manggarai, NTT, Kamis (20/8/2026). Foto: Fikri Yusuf/ANTARA FOTO

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, mengungkapkan saat ini total pengungsi akibat gempa NTT mencapai 179.037. Menurutnya, banyaknya pengungsi sebenarnya tak sepenuhnya karena rumahnya terdampak gempa.

Hal itu disampaikan Suharyanto dalam rapat koordinasi penanganan gempa NTT yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Nagekeo, NTT, Rabu (26/8).

Awalnya, Suharyanto menjelaskan, sejak gempa 7,7 magnitudo mengguncang pada Sabtu (15/8) lalu, terdapat 7.259 gempa susulan hingga Selasa (27/8) kemarin.

Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto S.Sos., M.M., memberikan sosialisasi kepada warga terdampak gempa M 7,7 Flores di Desa Peozaka Ramba, Kecamatan Ende, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, Rabu (19/8/2026). Foto: Dok. BNPB

Dari ribuan gempa yang terjadi, menurut dia, ada 142 gempa susulan dirasakan oleh masyarakat.

"Jadi sebetulnya jumlah pengungsi yang banyak ini bukan terdampak gempa secara langsung, tetapi karena gempa susulannya banyak, mereka ketakutan," kata Suharyanto.

Ia menambahkan, ketakutan masyarakat juga diperparah dengan adanya isu-isu yang beredar di media sosial.

"Ada beberapa isu dari media sosial yang menyatakan bahwa akan ada gempa susulan yang lebih besar bahkan ada tsunami. Ini yang kami terus perangi, gotong royong semua unsur untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat," jelasnya.