BPBD DKI: Hampir Seluruh Wilayah Jakarta Berada pada Kategori Awas Kekeringan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Air sumur dalam ember milik Dewi (39), warga RT 06/RW 12, Cilandak Barat, sebagai stok air di tengah debit air yang mengecil saat musim kemarau, Senin (14/9/2026). Foto: Zahira Hilman/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Air sumur dalam ember milik Dewi (39), warga RT 06/RW 12, Cilandak Barat, sebagai stok air di tengah debit air yang mengecil saat musim kemarau, Senin (14/9/2026). Foto: Zahira Hilman/kumparan

BPBD DKI Jakarta menyebut tengah menyiapkan langkah antisipasi, termasuk distribusi air bersih bagi warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air.

Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Marulitua Sijabat mengatakan hampir seluruh wilayah DKI Jakarta saat ini berada pada kategori awas kekeringan meteorologis berdasarkan informasi BMKG.

“Untuk wilayah prioritas, kami tidak hanya melihat laporan masyarakat, tetapi juga mengacu pada informasi dan pemetaan BMKG. Saat ini, berdasarkan informasi BMKG, hampir seluruh wilayah DKI Jakarta berada pada kategori AWAS kekeringan meteorologis,” kata Marulitua saat dihubungi kumparan, Selasa (15/9).

Menurutnya, seluruh wilayah Jakarta menjadi perhatian BPBD. Namun, penanganan diprioritaskan di lokasi yang sudah menunjukkan dampak kekeringan serta masyarakat yang telah mengajukan kebutuhan air bersih.

Sopian (24), warga Meruya Selatan yang juga terdampak kemarau panjang saat ditemui, Selasa (15/9/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan

“Karena itu, seluruh wilayah menjadi perhatian kami, dengan prioritas penanganan pada lokasi yang sudah menunjukkan dampak dan masyarakat yang telah mengajukan kebutuhan air bersih,” ujarnya.

BPBD: Ada 13 Laporan Permintaan Air Bersih

Hingga Selasa (15/9), BPBD DKI telah menerima 13 laporan permintaan dukungan air bersih dari masyarakat melalui layanan Jakarta Siaga 112.

Belasan laporan tersebut berasal dari 9 kelurahan, yakni Kapuk, Sukabumi Selatan, Wijaya Kusuma, Lebak Bulus, Pondok Labu, Tebet Timur, Baru, Kelapa Gading Barat, dan Sunter Agung.

Marulitua mengatakan setiap laporan yang masuk akan dikonfirmasi dan diverifikasi terlebih dahulu sebelum ditindaklanjuti.

“Setiap laporan yang masuk melalui Jakarta Siaga 112 kami konfirmasi dan verifikasi terlebih dahulu, kemudian dikoordinasikan dengan perangkat daerah dan pihak terkait untuk penanganannya, termasuk kebutuhan distribusi air bersih,” jelasnya.

Ilustrasi air bersih. Foto: Shutterstock

Cara Lapor untuk Dapat Bantuan Air Bersih

BPBD bersama PAM JAYA menyiapkan layanan Jakarta Siaga 112 bagi masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

Warga yang membutuhkan bantuan dapat melaporkan kondisi tersebut melalui layanan Jakarta Siaga 112. Laporan kemudian akan diverifikasi BPBD dan dikoordinasikan dengan perangkat daerah maupun instansi terkait untuk menentukan penanganan, termasuk distribusi air bersih.

BPBD juga mengimbau masyarakat menggunakan air secara bijak selama kondisi kemarau dan segera melapor apabila mengalami kondisi darurat atau membutuhkan bantuan.