BPIP Ingin Bangun Pusdiklat Pancasila 7 Hektare, Butuh Anggaran Rp 343 Miliar
·waktu baca 2 menit

Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) mengajukan kebutuhan anggaran sebesar Rp 343 miliar untuk pembangunan pusat pendidikan dan pelatihan (pusdiklat) Pancasila.
Kepala BPIP Yudian Wahyudi menyampaikan pusat diklat tersebut akan difokuskan untuk mendukung pelaksanaan diklat Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP) bagi pejabat pemerintah hingga peserta Paskibraka tingkat nasional.
“Selain dari permohonan penambahan anggaran setelah pagu indikatif yang kami sampaikan di atas, saat ini kami juga memiliki kebutuhan untuk tempat pelaksanaan diklat PIP,” ujar Yudian saat rapat dengan Komisi XIII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/6).
Ia menjelaskan, fasilitas tersebut akan dimanfaatkan untuk diklat jabatan pimpinan tinggi pratama dan madya di seluruh Indonesia dengan jumlah peserta sekitar 20.767 orang.
Selain itu, pusat diklat juga akan digunakan untuk pemusatan calon Paskibraka tingkat pusat yang berasal dari seluruh provinsi di Indonesia.
“Pemusatan calon paskibraka tingkat pusat yang membutuhkan lapangan dan ruangan diklat. Potensi calon paskibraka adalah sebanyak tiga pasang dari setiap provinsi di Indonesia atau 228 orang,” ungkapnya.
Butuh Lahan 7 Hektar
Ia menyebut pembangunan pusdiklat membutuhkan lahan sekitar 7 hektare untuk menunjang seluruh kegiatan pelatihan dan pembinaan.
Dengan kebutuhan tersebut, BPIP mengusulkan anggaran sebesar Rp 343 miliar untuk pembangunan sarana dan prasarana pusat diklat Pancasila.
“Dengan asumsi luas lahan yang dibutuhkan adalah sekitar 7 hektare,” tutur Yudian.
“Anggaran yang dibutuhkan adalah sebesar Rp 343 miliar dengan rincian peruntukan sebagaimana dapat dilihat dalam bahan paparan,” pungkasnya.
