Final ASEAN CUP Indonesia vs Thailand, Ini Rute Alternatif Sekitar GBK

Final FIFA ASEAN Cup 2026 antara Timnas Indonesia dan Thailand digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (5/10) malam. Polisi menyiapkan rekayasa lalu lintas situasional untuk mengantisipasi kepadatan di sekitar GBK.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan pengamanan disiapkan di sejumlah titik yang berkaitan dengan pertandingan dan mobilitas penonton.
“Untuk final Indonesia melawan Thailand, pengamanan dilakukan di sejumlah titik yang berkaitan dengan rangkaian pertandingan dan mobilitas penonton,” kata Budi, Senin (5/10).
Pertandingan dijadwalkan berlangsung pukul 20.00 WIB. Personel kepolisian ditempatkan di sejumlah lokasi untuk mengatur arus lalu lintas sesuai kondisi di lapangan.
“Personel ditempatkan sesuai kebutuhan dan karakter masing-masing kegiatan, mulai dari lokasi penyampaian pendapat, titik kegiatan masyarakat, hingga kawasan yang membutuhkan pengaturan lalu lintas,” ujarnya.
Budi menegaskan rekayasa lalu lintas di sekitar kawasan GBK tidak diberlakukan secara tetap, melainkan menyesuaikan kondisi.
“Pengaturan maupun rekayasa lalu lintas diterapkan secara situasional sesuai kondisi di lapangan. Mari bersama-sama menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat,” kata dia.
Sementara itu, Dinas Perhubungan DKI Jakarta menyiagakan 80 petugas untuk membantu pengaturan lalu lintas di sekitar GBK. Dishub juga menyiapkan sejumlah rute alternatif bagi masyarakat untuk menghindari kepadatan.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Budi Awaluddin mengimbau masyarakat menyesuaikan waktu perjalanan dan mengikuti arahan petugas di lapangan.
“Kami menyiagakan 80 petugas dan rute alternatif untuk mengantisipasi kepadatan di sekitar GBK. Kami mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan untuk mengikuti arahan petugas di lapangan, menyesuaikan waktu perjalanan, serta memanfaatkan rute alternatif yang tersedia guna mendukung kelancaran lalu lintas selama pelaksanaan pertandingan,” kata Budi, Senin (5/10/2026).
Adapun rute alternatif yang disiapkan Dishub antara lain:
Dari Blok M menuju Tanah Abang: Jalan Panglima Polim–Jalan Kyai Maja–Jalan Sultan Iskandar Muda (berputar di depan Gandaria City)–Jalan Teuku Nyak Arief–Jalan Tentara Pelajar–Jalan Penjernihan–Jalan KH Mas Mansyur.
Dari Blok M menuju Slipi: Jalan Panglima Polim–Jalan Kyai Maja–Jalan Sultan Iskandar Muda–Jalan Teuku Nyak Arief–Jalan Tentara Pelajar–Jalan Letjen S. Parman.
Dari Blok M menuju Kampung Melayu: Jalan Trunojoyo–Jalan Wolter Monginsidi–Jalan Gunawarman–Jalan Senopati–Jalan Suryo–Jalan Kapten Tendean–Jalan H.R. Rasuna Said–Jalan Prof. Dr. Satrio–Jalan Raya Casablanca.
Dari Tanah Abang menuju Blok M: Jalan KH Mas Mansyur–Jalan Penjernihan–Jalan Pejompongan–Jalan Tentara Pelajar–Jalan Teuku Nyak Arief–Jalan Kebayoran Baru–Jalan Kyai Maja–Jalan Panglima Polim.
Dari Slipi menuju Blok M: Jalan Letjen S. Parman–Jalan Tentara Pelajar–Jalan Teuku Nyak Arief–Jalan Kebayoran Baru–Jalan Pakubuwono VI–Jalan Bumi–Jalan Kyai Maja–Jalan Panglima Polim.
Dari Slipi menuju Tebet: Jalan S. Parman–Jalan Pejompongan–Jalan Penjernihan–Jalan RM Margono–Jalan Galunggung–Jalan Dr. Saharjo–Jalan Prof. Dr. Soepomo–Jalan MT Haryono.
Dari Tebet menuju Slipi: Jalan Kapten Tendean–Jalan Wolter Monginsidi–Jalan Trunojoyo–Jalan Kyai Maja–Jalan Sultan Iskandar Muda–Jalan Teuku Nyak Arief–Jalan Tentara Pelajar–Jalan Letjen S. Parman.
