Gempa 7,7 M Guncang NTT, Mensesneg Koordinasi dengan Menko PMK hingga Gubernur

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mensesneg Prasetyo Hadi di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (11/8/2026). Foto: Zamachsyari/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Mensesneg Prasetyo Hadi di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (11/8/2026). Foto: Zamachsyari/kumparan

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, langsung berkoordinasi dengan sejumlah pihak menyusul gempa kuat yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8).

Prasetyo mengatakan koordinasi dilakukan untuk memastikan kesiagaan seluruh unsur pemerintah dalam menangani kondisi awal pascagempa.

"Dari tadi pagi saya sudah koordinasi dengan Menko PMK, Kabasarnas, BMKG, BNPB, dan Gubernur NTT untuk memastikan atensi dan kesiagaan semua unsur di masa-masa awal kejadian ini," kata Prasetyo kepada wartawan di Jakarta, pagi ini.

Kerusakan bangunan terdampak guncangan gempa di Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/8/2026). Foto: Dok. Istimewa

Prasetyo juga mengajak masyarakat untuk mendoakan warga NTT yang terdampak gempa tersebut.

"Mari kita kirimkan doa untuk saudara-saudara kita di NTT yang tadi pagi mengalami gempa sangat kuat," ujarnya.

Gempa berkekuatan 7,7 magnitudo di wilayah Nagekeo, NTT, pada Sabtu (15/8) pagi, memicu peringatan dini tsunami. Namun, sekitar pukul 07.30 WIB, BMKG resmi mencabut peringatan itu.

Sejauh ini dilaporkan ada 2 warga di Maumere, Kabupaten Sikka, tewas. Sementara lima orang lainnya dilaporkan luka-luka.