Hari Kedua Operasi KMP Virgo, Basarnas Perluas Area Pencarian Korban di 6 Sektor

Operasi pencarian dan pertolongan kecelakaan KMP Virgo Transport 8 memasuki hari kedua, Senin (14/9). Basarnas memperluas fokus pencarian korban di laut dengan membagi area operasi menjadi enam sektor.
Berdasarkan keterangan Badan SAR Nasional, operasi hari kedua dilakukan dengan pendekatan systematic search. Pencarian mempertimbangkan posisi terakhir kapal, lokasi penemuan korban selamat, hasil prediksi pergerakan korban (SARMAP Prediction), serta perkembangan informasi dari lapangan.
Luas area pencarian laut mencapai sekitar 2.600 mil laut persegi.
“Operasi SAR terhadap kecelakaan pelayaran dan tenggelamnya KMP Virgo Transport 8 memasuki Hari ke-2 (H2),” demikian keterangan Basarnas, Senin (14/9).
Enam sektor pencarian tersebut melibatkan sejumlah kapal, termasuk KRI Nala, KRI Pulau Fani-732, KN SAR Laksamana 241, KRI Canopus, KN SAR Wisanggeni, hingga KRI GNR.
Selain unsur laut, operasi juga didukung tiga unsur udara, yakni pesawat HR 3601 Basarnas, helikopter Dauphin Mabes Polri 3103, dan pesawat CN-235 TNI AL.
Ketiganya ditugaskan untuk melakukan pencarian visual, mendeteksi korban selamat maupun objek terapung, serta mengembangkan informasi pencarian.
Basarnas menyebut kondisi cuaca menjadi salah satu faktor yang diperhitungkan dalam operasi. Pada 14 September, prakiraan menunjukkan angin 15–25 knot, arus 0,4–1,2 knot, dan gelombang kategori moderate.
“Operasi H2 KMP Virgo Transport 8 dilaksanakan dengan mengubah pendekatan dari initial response menuju systematic and controlled search,” tulis Basarnas.
Operasi hari kedua memprioritaskan pencarian korban selamat yang masih berada di laut. Setiap temuan baru akan menjadi dasar evaluasi untuk memperluas atau menyesuaikan area pencarian berdasarkan pergerakan arus dan angin.
Sebelumnya diberitakan, KMP Virgo terbalik di Laut Jawa pada Minggu (13/9) akibat cuaca buruk. Insiden tersebut menyebabkan 6 orang meninggal dunia dan 140 penumpang masih dalam pencarian.
Dalam operasi sebelumnya, sejumlah kapal seperti TB Mauhau 9, TB TCP, KM Cahaya Bahari, dan MV Haida berhasil mengevakuasi 107 orang, terdiri dari korban selamat, 6 korban meninggal, dan 1 orang luka berat.
Polri juga telah menyiapkan enam Posko Disaster Victim Identification (DVI) di Jawa Timur dan Kalimantan Selatan untuk mendukung proses identifikasi korban.
