Job Fair Jakarta Buka 12.000 Lowongan, Pelamar Online Tembus 28.484 Orang

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana pada Karir Jakarta dan Tenaga Kerja Mandiri Expo 2026, Jakarta, Kamis (22/10/2026). Foto: Aditya Nugraha/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana pada Karir Jakarta dan Tenaga Kerja Mandiri Expo 2026, Jakarta, Kamis (22/10/2026). Foto: Aditya Nugraha/kumparan

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membuka 12.000 lowongan kerja melalui Karier Jakarta dan Tenaga Kerja Mandiri Expo 2026 di Convention Hall SMESCO, Jakarta Selatan. Hingga Kamis (22/10), jumlah pelamar yang mendaftar secara online telah mencapai 28.484 orang.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, lowongan tersebut tersedia melalui kerja sama dengan lebih dari 100 perusahaan, termasuk badan usaha milik daerah (BUMD) dan perusahaan swasta.

"Kurang lebih ada 100 perusahaan dan kemudian ada 12.000 lowongan pekerjaan. Dan mudah-mudahan, walaupun tentunya tidak bisa memenuhi semua harapan karena baru dibuka hari ini saja, tadi sudah mendapatkan laporan yang melalui online kurang lebih 28.484 lamaran melalui online. Belum yang datang langsung dan sebagainya,” kata Pramono kepada wartawan, Kamis (22/10).

Pramono mengatakan, jumlah pelamar yang tinggi menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap lapangan pekerjaan masih besar. Meski tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Jakarta telah turun menjadi 5,79 persen, angka tersebut dinilai masih perlu ditekan.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Kamis (22/10/2026). Foto: Aditya Nugraha/kumparan

“Lapangan pekerjaan di Jakarta walaupun sudah mengalami penurunan, dari dulu selalu rata-ratanya 6 persen, sekarang 5,79 persen, ada penurunan yang sangat signifikan, tetapi belum memenuhi kebutuhan, keinginan publik,” ujarnya.

Pemprov DKI Jakarta berharap seluruh lowongan yang tersedia dapat terisi melalui proses rekrutmen yang dilakukan perusahaan peserta expo.

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi DKI Jakarta, Syaripudin, mengatakan proses perekrutan akan berlangsung secara bertahap sesuai kebutuhan dan kualifikasi masing-masing perusahaan.

Pihaknya juga akan memantau kondisi ketenagakerjaan perusahaan di Jakarta melalui laporan rutin setiap bulan. Pemantauan tersebut dilakukan untuk mengetahui jumlah lowongan yang tersedia di setiap perusahaan.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, pada Karir Jakarta dan Tenaga Kerja Mandiri Expo 2026, Jakarta, Kamis (22/10/2026). Foto: Aditya Nugraha/kumparan

"Dari lowongan yang tersedia nanti ada proses untuk rekrutmennya secara bertahap,” kata Syaripudin.

Selain membuka kesempatan kerja di dalam negeri, Pemprov DKI Jakarta juga menyiapkan pelatihan bahasa bagi pencari kerja yang ingin bekerja di luar negeri.

Pramono mengatakan, pelatihan tersebut akan memanfaatkan fasilitas Mobile Training Center milik Pemprov DKI Jakarta. Program ini diprioritaskan untuk mengatasi kendala kemampuan bahasa yang kerap dihadapi pencari kerja ketika melamar pekerjaan di luar negeri.

"Problem utamanya adalah bahasa. Maka untuk itu, saya sudah minta kepada Kepala Dinas Ketenagakerjaan Jakarta, Pemerintah Jakarta akan memberikan pelatihan bahasa kepada saudara-saudara yang berkeinginan untuk bekerja di luar negeri yang bahasanya belum bagus bisa memanfaatkan fasilitas yang dimiliki oleh Pemerintah DKI Jakarta, ada yang namanya Mobile Training Center untuk pelatihan bahasa,” jelas Pramono.

Menurut Pramono, Pemprov DKI Jakarta ingin memperluas kesempatan kerja bagi warga yang berminat bekerja di luar negeri. Sejumlah negara dan wilayah yang menjadi tujuan antara lain Jepang, Hong Kong, Taiwan, Malaysia, dan Jerman.

"Pemerintah DKI Jakarta sangat berharap bahwa pencari kerja bukan hanya bisa bekerja di Jakarta, tetapi juga bisa kita salurkan untuk bekerja di luar negeri,” kata Pramono.

Di sisi lain, Pemprov DKI Jakarta juga akan memberlakukan kebijakan transportasi umum gratis bagi pencari kerja mulai 1 Januari 2027. Kebijakan ini menjadi bagian dari penambahan kelompok penerima fasilitas transportasi gratis di Jakarta, dari 15 menjadi 21 golongan.

Pramono mengatakan, pencari kerja yang memenuhi kriteria akan mendapatkan kartu khusus. Namun, mekanisme penerbitan kartu dan masa berlakunya masih akan diatur lebih lanjut oleh Pemprov DKI Jakarta.

Ia menjelaskan, prioritas penerima fasilitas tersebut adalah pencari kerja yang belum pernah bekerja. Sementara itu, mereka yang sudah bekerja dan ingin berpindah pekerjaan tidak termasuk dalam prioritas yang dimaksud.

Melalui pembukaan lowongan kerja, pelatihan bahasa, dan fasilitas transportasi gratis, Pemprov DKI Jakarta berharap dapat membantu masyarakat mengakses kesempatan kerja sekaligus menekan tingkat pengangguran di Ibu Kota.