Kasudindik Jaksel Minta Maaf, Siswa SDN KLS 09 Sudah 2 Tahun Numpang Belajar

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kondisi SDN Kebayoran Lama Selatan 09, Jakarta Selatan, Kamis (23/7/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kondisi SDN Kebayoran Lama Selatan 09, Jakarta Selatan, Kamis (23/7/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan

Kepala Suku Dinas Pendidikan (Kasudindik) Wilayah I Jakarta Selatan, Santoso, meminta maaf kepada orang tua murid SDN Kebayoran Lama Selatan 09 yang selama hampir dua tahun harus menjalani kegiatan belajar mengajar dengan menumpang di SDN Kebayoran Lama Selatan 11 usai bangunan sekolah mereka roboh pada 2024.

Permintaan maaf itu disampaikan Santoso saat menanggapi keluhan sejumlah wali murid yang menilai kegiatan belajar menjadi kurang optimal karena harus menggunakan sistem bergantian.

“Kalau terkait dengan ekskul ditiadakan, tidak. Memang kita melakukan pergeseran tempat lokasi untuk kegiatan ekskul juga terhadap jam pelaksanaan ekskulnya,” kata Santoso saat ditemui di SDN Kebayoran Lama Selatan 09, Kamis (23/7).

“Tentunya ini saya mohon maaf kepada orang tua, tentunya kepada masyarakat yang anak-anaknya sekolah di sini belum optimal terlayani dengan baik,” sambungnya.

Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Jakarta Selatan, Santoso saat meninjau SDN Kebayoran Lama Selatan 09, Jakarta Selatan, Kamis (23/7/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan

Meski demikian, ia memastikan Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta akan terus mencari solusi agar hak belajar para siswa tetap terpenuhi hingga pembangunan sekolah selesai.

“Tetapi yang jelas dengan ini kami akan melakukan solusi-solusi lain agar anak tetap mendapatkan haknya,” ujarnya.

Santoso menjelaskan, setelah bangunan SDN KLS 09 roboh, seluruh kegiatan belajar mengajar dipindahkan ke SDN KLS 11. Di saat yang sama, Dinas Pendidikan juga mulai menyusun rencana penggabungan kedua sekolah tersebut.

Menurutnya, penggabungan memungkinkan dilakukan karena kedua sekolah berada dalam satu kompleks dan jumlah rombongan belajar (rombel) masih memenuhi ketentuan apabila disatukan.

Kondisi SDN Kebayoran Lama Selatan 09, Jakarta Selatan, Kamis (23/7/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan

“Setelah kejadian roboh, selain kami memindahkan kegiatan belajar mengajar, juga kami merencanakan penggabungan dua sekolah ini menjadi satu. Berdasarkan ketentuan dan aturan memungkinkan, karena memang yang pertama sekolah ini satu kompleks, terus secara jumlah rombelnya bila digabungkan menjadi satu memungkinkan,” jelasnya.

Santoso mengatakan nantinya akan dibangun satu gedung baru di lahan SDN KLS 09 dengan konsep bangunan vertikal. Penggabungan itu diharapkan membuat pengelolaan sekolah lebih efektif sekaligus menyediakan ruang terbuka yang lebih luas bagi siswa.

“Sehingga dengan adanya penggabungan, tentunya kita menginginkan tercipta manajemen di tingkat satuan pendidikan bisa lebih efektif dan efisien. Konsep bangunannya akan vertikal, dan kita punya ruang terbuka lebih luas, juga ruang area untuk kegiatan siswa-siswi secara outdoor itu juga lebih banyak lagi,” kata Santoso.

Kondisi SDN Kebayoran Lama Selatan 09, Jakarta Selatan, Kamis (23/7/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan

Sementara itu, Kepala SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Kenhayati Dwi memastikan seluruh siswa tetap difasilitasi untuk mengikuti kegiatan belajar meski harus menumpang di sekolah lain.

Ia mengatakan sejak bangunan roboh, sebanyak 270 siswa belajar secara bergantian di SDN Kebayoran Lama Selatan 11 setiap Senin hingga Jumat.

“Karena kami menumpang, jadi kami sekolahnya bergantian dengan KLS 11. Jadi tidak ada hal-hal yang menghambat. Kami bekerja sama dengan KLS 11, semua siswa terfasilitasi dengan baik,” ujar Kenhayati.

Kepala SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Kenhayati Dwi R saat ditemui, Kamis (23/7/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan

Kegiatan belajar berlangsung mulai pukul 13.00 WIB hingga 17.00 WIB. Sementara itu, kegiatan ekstrakurikuler tetap dilaksanakan dengan penyesuaian jadwal.

“Sudah kami perhitungkan untuk jam belajar itu. Harus sesuai dengan jam pembelajaran yang sudah kami hitung semua, sudah kami sediakan bagaimanapun caranya untuk memfasilitasi peserta didik,” ucapnya.

Kenhayati berharap para siswa tetap dapat memperoleh layanan pendidikan yang layak meski belum bisa kembali ke gedung sekolah mereka.

“Harapannya semua siswa itu terfasilitasi pembelajarannya dengan baik, tidak kurang suatu apa pun. Semuanya bisa belajar dengan baik dan prestasinya juga tetap meningkat,” tuturnya.