Kemenkes Gandeng The Lancet, Luncurkan Komisi Kesehatan Indonesia

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Jajaran Komisi The Lancet Regional Health - Western Pacific di Kementerian Kesehatan, Jakarta, Senin (22/6/2026). Foto: Aditya Nugraha/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Jajaran Komisi The Lancet Regional Health - Western Pacific di Kementerian Kesehatan, Jakarta, Senin (22/6/2026). Foto: Aditya Nugraha/kumparan

Kementerian Kesehatan bersama The Lancet Regional Health-Western Pacific meluncurkan Komisi The Lancet Regional Health-Western Pacific dengan tema "Reimagining Healthcare in Indonesia for 2045" di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, Senin (22/6).

The Lancet Regional Health–Western Pacific adalah jurnal ilmiah kesehatan internasional yang berfokus pada isu kesehatan masyarakat, sistem kesehatan, dan penelitian medis di kawasan Pasifik Barat (Western Pacific), termasuk Indonesia, Australia, Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, Filipina, Vietnam, dan negara-negara Pasifik lainnya.

Komisi Kesehatan dibentuk untuk merumuskan arah pengembangan sistem kesehatan Indonesia menuju 2045 melalui riset berbasis bukti dan rekomendasi kebijakan yang berorientasi pada pemerataan layanan kesehatan, termasuk bagi masyarakat di daerah terpencil dan kelompok rentan.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut peluncuran komisi tersebut sebagai capaian penting bagi dunia kesehatan Indonesia. Menurut dia, untuk pertama kalinya Indonesia memimpin sebuah komisi kesehatan di bawah naungan The Lancet, salah satu jurnal kesehatan paling bergengsi di dunia.

Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin usai Peluncuran Komisi The Lancet Regional Health - Western Pacific di Kementerian Kesehatan, Jakarta, Senin (22/6). Foto: Aditya Nugraha/kumparan

"Biasanya Lancet Health ini salah satu research journal yang paling terkenal di kesehatan. Belum pernah Indonesia jadi lead-nya dan pertama kalinya Indonesia jadi pimpinan untuk Lancet Commission Health System," ujar Budi.

Budi mengatakan keterlibatan Indonesia dalam komisi ini menjadi kesempatan untuk memperkuat publikasi ilmiah dan memperkenalkan berbagai capaian sistem kesehatan nasional ke tingkat global.

Budi juga mengatakan soal tujuan kolaborasi tersebut yang bertujuan untuk menghasilkan perubahan transformatif terutama dari sisi kebijakan.

"Komisi The Lancet merupakan kolaborasi ilmiah yang dipimpin oleh sains, bersifat internasional, dan multidisipliner, yang bertujuan menghasilkan perubahan transformatif, terutama dalam bentuk kebijakan dan tindakan politik. Semua itu dibangun di atas bukti, keahlian, dan kepemimpinan yang dimiliki Indonesia sendiri," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Komisi Kesehatan sekaligus peneliti Harvard Medical School, Sandersan Onie, mengatakan peluncuran ini menjadi momentum penting karena untuk pertama kalinya Indonesia memimpin sebuah komisi pada jurnal kesehatan global The Lancet.

Ia menjelaskan visi komisi tersebut adalah memastikan masyarakat miskin, terpencil, dan termarginalkan dapat memperoleh layanan kesehatan berkualitas dengan martabat dan sensitivitas budaya pada 2045.

Untuk mewujudkannya, akan dibahas berbagai isu strategis, mulai dari penguatan layanan kesehatan primer dan sekunder, respons terhadap bencana dan konflik, pemerataan akses kesehatan, hingga perbaikan pendidikan tenaga medis.

Jajaran Komisi The Lancet Regional Health - Western Pacific di Kementerian Kesehatan, Jakarta, Senin (22/6/2026). Foto: Aditya Nugraha/kumparan

"Visi kami adalah bahwa pada tahun 2045, dengan melanjutkan pekerjaan luar biasa yang telah dilakukan oleh Kementerian hingga peringatan 100 tahun Indonesia, masyarakat yang paling miskin, paling terpencil, dan paling terpinggirkan dapat mengakses layanan kesehatan yang berkualitas dengan penuh martabat dan kepekaan budaya," ujar Onie.

"Dalam visi kami, membantu seseorang menjadi lebih sehat bukanlah sekadar memberikan obat lalu menyuruh mereka pergi. Bukan hanya mengatakan bahwa jika mereka membutuhkan sesuatu, mereka harus kembali dan membuat janji temu. Kita berjalan bersama mereka. Kita sembuh bersama. Itulah visi 2045 yang kami miliki," lanjutnya.

Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin dan Founding Co-Chair Lancet Regional Health - Western Pacific, Sandersan Onie saat ditemui Usai Peluncuran Komisi The Lancet Regional Health - Western Pacific di Kementerian Kesehatan, Jakarta, Senin (22/6). Foto: Aditya Nugraha/kumparan

Editor-in-Chief Lancet Regional Health-Western Pacific, Jie Cai, menyebut Indonesia telah menunjukkan kemajuan besar dalam kesehatan masyarakat berkat pertumbuhan ekonomi dan reformasi kesehatan. Namun, sistem kesehatan masih menghadapi tantangan seperti meningkatnya penyakit tidak menular, kekurangan tenaga kesehatan, distribusi tenaga kesehatan yang tidak merata, serta ancaman bencana dan kedaruratan kesehatan.

"Didorong oleh pertumbuhan ekonomi dan reformasi kesehatan, kondisi kesehatan masyarakat Indonesia telah mengalami peningkatan yang sangat besar. Namun, capaian kesehatan tersebut belum merata. Sistem kesehatan terus menghadapi tekanan akibat meningkatnya kebutuhan penanganan penyakit tidak menular, kekurangan tenaga kesehatan serta distribusinya yang tidak merata, dan meningkatnya risiko akibat kedaruratan kesehatan maupun bencana alam," jelas Jie Cai.

Melalui komisi ini, lebih dari 25 peneliti dan pakar kesehatan dari berbagai institusi akan menyusun rekomendasi berbasis bukti yang diharapkan dapat menjadi panduan kebijakan menuju Indonesia yang lebih sehat dan berkeadilan pada tahun 2045.