Kemhan Siapkan Gelombang Kedua Diklat SPPI Kopdes Merah Putih

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sejumlah peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) meneriakkan yel-yel saat mengikuti Pelatihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) calon manajer Koperasi Desa Merah Putih di Brigif 1 Marinir Cilandak, Jakarta, Kamis (25/6/2026). Foto: Indrianto Eko Suwarso/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) meneriakkan yel-yel saat mengikuti Pelatihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) calon manajer Koperasi Desa Merah Putih di Brigif 1 Marinir Cilandak, Jakarta, Kamis (25/6/2026). Foto: Indrianto Eko Suwarso/ANTARA FOTO

Kementerian Pertahanan (Kemhan) tengah menyiapkan pelaksanaan gelombang kedua Pendidikan dan Latihan (Diklat) Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI).

Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan, Letnan Jenderal TNI Tri Budi Utomo, memastikan pelaksanaan Diklat SPPI gelombang kedua masih menunggu keputusan hasil rapat. Meski demikian, proses persiapan telah dilakukan, termasuk menyiapkan peserta dalam talent pool.

"Diklat gelombang kedua ini masih kita menunggu dari panitia pusat yang akan nanti siang akan dirapatkan. Nanti siang akan dirapatkan, tetapi kita sudah menyiapkan personel-personel tersebut di dalam talent pool, ya, yang sudah disiapkan," kata Tri usai upacara penutupan diklat di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (31/7).

Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan, Letnan Jenderal TNI Tri Budi Utomo pada Upacara Penutupan Diklat SPPI KDKMP/KNMP di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (31/7/2026). Foto: Aditya Nugraha/kumparan

Kemhan juga memastikan kuota peserta pada gelombang kedua tidak akan sebanyak gelombang pertama.

"Kuotanya mungkin beda sedikit saja," kata dia.

Sebelumnya, Kemhan menutup Diklat SPPI KDKMP dan KNMP Tahun 2026 dengan total 33.785 peserta yang dinyatakan lulus. Para lulusan akan dipanggil secara bertahap sebelum ditempatkan untuk mendukung operasional Kopdes Merah Putih maupun Kampung Nelayan Merah Putih di berbagai daerah di Indonesia.

1.021 Kopdes Merah Putih Sudah Beroperasi

Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo de Sousa Mota Usai Upacara Penutupan Diklat SPPI KDKMP/KNMP di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (31/7/2026). Foto: Aditya Nugraha/kumparan

Di tempat yang sama, Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo de Sousa Mota mengatakan hingga akhir Juli 2026 sebanyak 18.672 Kopdes Merah Putih telah selesai dibangun.

"Untuk Koperasi Desa Merah Putih, per hari ini yang sudah selesai dibangun itu ada 18.672 per hari ini. Kemudian yang sedang dibangun totalnya adalah 3.558. Dan yang sudah mulai operasional per hari ini sudah 1.021," kata Joao.

Menurut Joao, para lulusan SPPI akan segera diterjunkan ke koperasi yang telah beroperasi.

"Jadi teman-teman yang sudah selesai dilatih ini akan segera kita deploy ke tempat-tempat yang sudah bisa operasi. Dan yang belum selesai pun sesuai dengan statistik yang ada, kurang lebih sekitar 2-3 minggu ke depan 35.000 akan selesai," kata dia.

Upacara Penutupan Diklat SPPI KDKMP/KNMP di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (31/7/2026). Foto: Aditya Nugraha/kumparan

Ia menambahkan Agrinas telah menyiapkan dukungan rantai pasok bagi koperasi yang akan beroperasi.

"Mengenai kesiapan kita untuk operasional dan distribusi logistik. Kita sekarang sudah melakukan PO, mengeluarkan PO untuk 10.000 koperasi yang sudah siap operasional ditambah dengan yang sudah diresmikan pada bulan Mei kemarin oleh Bapak Presiden, totalnya 1.061," katanya.

Joao optimistis para lulusan SPPI mampu menggerakkan potensi ekonomi desa setelah ditempatkan di lapangan.

"Saya hari ini sangat menjadi optimis dan berterima kasih kepada Kementerian Pertahanan yang sudah menyiapkan manajer-manajer koperasi yang nanti kita berharap ke depan mereka akan mampu menggali kekuatan ekonomi di desa untuk mengisi ruang yang selama ini tidak dikelola atau tidak dimaksimalkan dari potensi desa," ujarnya.