Marak Hoaks, Panglima TNI Minta Masyarakat Jangan Mudah Terprovokasi

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto memimpin Upacara Prasetya Perwira Pendidikan Pembentukan Perwira TNI Integratif Tahun Anggaran 2026 dan melantik 1.737 perwira remaja TNI di GOR Sapta Marga Akademi Militer, Magelang, Jawa Tengah, Kamis (25/6) Foto: Dok. Puspen TNI
zoom-in-whitePerbesar
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto memimpin Upacara Prasetya Perwira Pendidikan Pembentukan Perwira TNI Integratif Tahun Anggaran 2026 dan melantik 1.737 perwira remaja TNI di GOR Sapta Marga Akademi Militer, Magelang, Jawa Tengah, Kamis (25/6) Foto: Dok. Puspen TNI

Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi. Hal itu disampaikannya menyusul maraknya informasi yang beredar menjelang 17 Agustus 2026, salah satunya terkait akan adanya aksi demo seperti Agustus tahun lalu.

“Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat agar jangan mudah terprovokasi oleh beredarnya berita-berita di media sosial yang belum dipertanggungjawabkan kebenarannya, yang menimbulkan ketidaknyamanan masyarakat,” kata Agus usai rapat koordinasi dengan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (10/8).

Agus juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang melakukan kegiatan seperti biasa. Selain itu, TNI juga akan rutin melaksanakan patroli di sejumlah wilayah.

Panglima Tentara Nasional Indonesia (Panglima TNI), Jenderal TNI Agus Subiyanto, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (10/8). Foto: Aditya Nugraha/kumparan

“Saya mengimbau kepada masyarakat agar tetap melaksanakan aktivitas seperti biasa dan TNI sudah dan akan terus melaksanakan patroli di wilayah-wilayah untuk mengamankan masyarakat dan membuat rasa aman di masyarakat,” tutur Agus.

Agus menjelaskan maraknya berita hoaks yang beredar terkait berbagai hal, termasuk informasi tentang TNI. Ia pun kembali mengingatkan masyarakat untuk tidak terprovokasi.

“Ya banyak ya, tentang TNI dan sebagainya. Jadi berita itu kan beredar sangat masif dan tidak bisa dipertanggungjawabkan,” ujar Agus.

“Jadi sekali lagi saya mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh berita-berita yang beredar yang belum bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya,” kata dia.