Menkes Sebut 500 CT Scan dan 500 Cath Lab Didistribusikan ke 514 RS di Kab/Kota

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan pemaparan dalam acara Economic & Diplomacy Breakfast di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, Jumat (9/10/2026). Foto: Nabilah Siti/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan pemaparan dalam acara Economic & Diplomacy Breakfast di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, Jumat (9/10/2026). Foto: Nabilah Siti/kumparan

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan pemerintah melakukan pengadaan ratusan alat kesehatan untuk meningkatkan fasilitas rumah sakit di 514 kabupaten/kota di Indonesia. Pengadaan tersebut mencakup 500 unit CT scan dan 500 unit catheterization laboratory (cath lab).

Hal itu disampaikan Budi dalam acara Economic & Diplomacy Breakfast di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan, Jumat (9/10).

Budi mengatakan peningkatan fasilitas kesehatan menjadi salah satu prioritasnya sejak menjabat sebagai Menteri Kesehatan pada Desember 2020. Menurut dia, langkah tersebut tidak terlepas dari pengalamannya melihat keterbatasan fasilitas kesehatan ketika sang ibu mengalami stroke.

Saat itu, ibunya mengalami stroke di Bogor. Budi mengatakan dirinya harus mencari rumah sakit di Jakarta karena fasilitas CT scan yang berfungsi tidak tersedia di Bogor.

“Dibutuhkan enam jam sejak tanda pertama stroke ibu saya untuk sampai ke rumah sakit di Jakarta, di-scan, dan ditangani, dan saat itu sudah terlambat,” kata Budi.

Pengalaman tersebut mendorong Budi menyoroti kondisi fasilitas kesehatan di Indonesia. Ia menilai peningkatan standar rumah sakit perlu dilakukan agar masyarakat di berbagai daerah memiliki akses terhadap layanan kesehatan yang memadai.

“Cerita pribadi itu mengajarkan saya bahwa fasilitas kesehatan di Indonesia itu keterlaluan. Tidak memenuhi standar,” ujarnya.

Budi mengatakan, untuk memperbaiki kondisi tersebut, pemerintah mengupayakan pendanaan melalui pinjaman senilai 4 miliar dolar AS dari sindikasi Bank Dunia, Bank Pembangunan Islam, Bank Pembangunan Asia, dan Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) dari China.

Dana tersebut digunakan untuk pengadaan berbagai peralatan medis, mulai dari CT scan, cath lab, mamografi, lemari obat sitotoksik untuk kemoterapi, hingga fasilitas hemodialisis.

“Kami membeli 500 CT scan, 500 cath lab, mamografi, lemari obat sitotoksik untuk kemoterapi, dan fasilitas hemodialisis, dan mulai mendistribusikannya sejak tahun lalu ke 514 kabupaten/kota di seluruh negeri,” kata Budi.

CT scan digunakan untuk membantu pemeriksaan dan diagnosis berbagai kondisi medis, sedangkan cath lab mendukung prosedur diagnostik dan intervensi pada jantung serta pembuluh darah.

Pengadaan alat kesehatan tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah memperkuat kemampuan rumah sakit dalam memberikan pelayanan medis kepada masyarakat, termasuk untuk menangani penyakit yang membutuhkan fasilitas dan teknologi khusus.

Namun, pemerataan fasilitas kesehatan tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan alat. Kesiapan rumah sakit, tenaga medis terlatih, pemeliharaan peralatan, serta biaya operasional juga menjadi faktor penting agar alat kesehatan dapat digunakan secara optimal.

Karena itu, status distribusi dan pengoperasian peralatan di masing-masing daerah menjadi hal yang perlu dicermati untuk menilai sejauh mana program tersebut meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan.

Reporter: Nabilah Siti