Menko Polkam Minta Kapolda-Pangdam Kawal Massa agar Aspirasi ke DPR Tersampaikan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana Penjagaan Aksi Penyampaian Pendapat oleh Aparat Gabungan di dalam Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (27/8/2026). Foto: Aditya Nugraha/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana Penjagaan Aksi Penyampaian Pendapat oleh Aparat Gabungan di dalam Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (27/8/2026). Foto: Aditya Nugraha/kumparan

Menko Polkam Djamari Chaniago meminta Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya mengawal masyarakat yang hendak menyampaikan aspirasi ke DPR. Ia memastikan masyarakat yang berhak menyampaikan aspirasi akan dilindungi agar dapat masuk dan menyampaikan tuntutannya.

Hal itu disampaikan Djamari usai olahraga bersama Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Asep Edi Suheri dan Pangdam Jaya Letnan Jenderal (Letjen) TNI Deddy Suryadi, Kamis (27/8).

“Jajaran Polda dan Kodam serta masyarakat banyak akan turut menjaga, menjaga dan mengawal masyarakat kita yang akan menyampaikan aspirasinya ke DPR. Kita kawal supaya aspirasi ini tersalurkan dengan baik, diterima pula oleh anggota DPR dengan bagus,” kata Djamari usai jalan santai di Gelora Bung Karno, Kamis (27/8)

Menurutnya, pengamanan dilakukan untuk mencegah adanya kelompok lain yang berupaya masuk dan mengganggu penyampaian aspirasi.

Menko Polkam Djamari Chaniago bersama Kapolda dan Pangdam Jaya di Pelataran Gelora Bung Karno, Kamis (27/8/2026). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan

“Kita ingin masyarakat yang punya hak untuk menyampaikan aspirasi ini kepada DPR, kita lindungi, kita kawal supaya bulat masuk ke sana dan tidak ada yang mengganggu,” ujarnya.

Djamari mengatakan pengamanan tersebut juga melibatkan masyarakat melalui gerakan menjaga lingkungan masing-masing.

“Hal itu yang akan kita laksanakan sehingga kita bisa melihat masyarakat kita sebagian juga sudah ada yang sudah datang di sini dan kami mengatur semuanya supaya bisa berjalan dengan tertib,” katanya.

Ia menegaskan sinergi TNI-Polri dalam pengamanan aksi sudah memiliki pembagian tugas yang jelas.

“Pelibatan tentara seperti apa itu sudah ada aturannya. Itu sudah tidak ada masalah lagi di antara petugas-petugas yang ada di lapangan,” tuturnya.

18.504 Personel

Suasana Penjagaan Aksi Penyampaian Pendapat oleh Aparat Gabungan di dalam Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (27/8/2026). Foto: Aditya Nugraha/kumparan

Sebanyak 18.504 personel disiagakan untuk mengamankan penyampaian aspirasi dalam aksi unjuk rasa di kawasan DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, Kamis (27/8/2026).

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung mengatakan pengamanan dilakukan dengan pendekatan humanis dan persuasif. Polisi juga tidak membawa senjata api maupun senjata tajam saat bertugas.

“Kami hadir untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada seluruh masyarakat yang menyampaikan aspirasi. Anggota yang bertugas tidak membawa senjata api maupun senjata tajam. Kami mengedepankan pendekatan humanis, komunikasi, dan persuasif dalam melayani masyarakat,” ujar Reynold dalam keterangannya, Kamis (27/8).

Personel ditempatkan di sejumlah titik sekitar kompleks DPR/MPR RI hingga kawasan Semanggi, termasuk Ring 1 DPR/MPR RI. Polisi juga disiagakan di Bundaran HI dan Dukuh Atas untuk mengantisipasi pergerakan massa.

Suasana Penjagaan Aksi Penyampaian Pendapat oleh Aparat Gabungan di dalam Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (27/8/2026). Foto: Aditya Nugraha/kumparan

Pengaturan dan pengalihan lalu lintas akan dilakukan situasional jika terjadi kepadatan atau massa menutup ruas jalan.

“Untuk pengguna jalan, kami mengimbau agar menghindari sementara titik-titik yang menjadi lokasi aksi apabila terjadi kepadatan. Ikuti arahan petugas di lapangan dan gunakan jalur alternatif. Rekayasa atau pengalihan arus lalu lintas akan dilakukan secara situasional sesuai perkembangan di lapangan,” katanya.

Reynold meminta massa tetap tertib selama menyampaikan aspirasi dan tidak melakukan tindakan anarkis ataupun merusak fasilitas umum.

“Kami mengajak seluruh elemen yang terlibat untuk bersama-sama menjaga Jakarta Pusat tetap aman dan kondusif. Mari kita kawal penyampaian aspirasi ini agar berjalan dengan tertib, damai, dan tidak mengganggu keamanan maupun aktivitas masyarakat,” kata dia