Pemprov DKI Akan Tata Kawasan Kali Kebon Melati, Pramono: Tak Ada Penggusuran

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan Kali Kebon Melati di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, akan dilakukan penataan sepanjang 2,3 kilometer. Hal tersebut disampaikan Pramono usai meninjau pengerukan Kali Kebon Melati, Senin (28/9).
"Saya sudah datang tiga kali. Dan tadi akhirnya saya sudah memutuskan bahwa penanganan ini tidak bisa lagi hanya sekadar untuk menggali, karena saya melihat kalau ini hanya digali, pasti nanti akan kembali, walaupun ini sudah hampir 60 tahun tidak pernah digali," kata Pramono.
Dalam rencana penataan tersebut, Pemprov DKI akan membuat turap di sisi kiri dan kanan kali. MCK yang saat ini masih bersifat parsial juga akan ditata, sementara kawasan sepanjang 2,3 kilometer tersebut akan dihijaukan.
"Nanti kiri-kanannya dibuat turap, kemudian MCK yang selama ini masih bersifat parsial di sini nanti akan ditata secara khusus, kemudian turapnya dibuat, dan sepanjang 2,3 kilometer saya sudah minta juga dihijaukan," jelasnya.
Tak Akan Gusur Warga Sekitar
Pramono menegaskan penataan kawasan tersebut tidak dilakukan dengan menggusur warga. Menurut dia, masyarakat yang tinggal di lokasi rata-rata sudah puluhan tahun berada di kawasan tersebut dan sebagian memiliki mata pencaharian di sekitar lokasi.
"Masyarakat tinggal di sini rata-rata sudah puluhan tahun, dan tentunya hampir sebagian juga mata pencahariannya di dekat ini, karena penataan kawasan, tidak kita lakukan penggusuran," kata Pramono.
Ia mengatakan penataan Kali Kebon Melati nantinya tidak dilakukan secara parsial. Pramono mengaku telah berdiskusi dengan jajaran Pemprov DKI agar penanganan kawasan tersebut dilakukan secara menyeluruh.
"Penataannya tidak setengah-setengah di 2,3 kilometer ini. Tadi saya sudah berdiskusi dengan Pak Asisten, dengan Pak Firdaus, dengan Bu Ika, dengan Pak Wali Kota, bahwa ini akan ditangani secara menyeluruh, menjadi kawasan yang kita buat menjadi rapi," tuturnya.
Ia kembali menegaskan penanganan tidak hanya dilakukan dengan pengerukan, tetapi juga mencakup sejumlah penataan fisik kawasan.
"Tidak hanya sekadar digali supaya lancar, tetapi ditangani secara menyeluruh. Termasuk dilakukan penghijauan, dilakukan turap, MCK-nya dibangun, dan sebagainya," kata Pramono.
Untuk rencana pengerjaan, Pramono meminta Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta mempresentasikan rencana penataan tersebut pada pekan depan dan menargetkan penataan mulai dilakukan pada awal tahun depan.
"Ini nanti saya minta minggu depan Kepala Dinas Sumber Daya Air sudah mempresentasikan rencananya. Kemudian awal tahun depan sudah harus dimulai. Mungkin perlu waktu 1 tahun," ungkapnya.
Pramono juga mengatakan apabila penataan kawasan membutuhkan penetapan lokasi (penlok), dirinya mendorong agar proses tersebut dilakukan.
"Dan kalau memang harus dikeluarkan penlok (penetapan lokasi) untuk melakukan penataan kawasan, saya sebagai gubernur mendorong untuk dilakukan itu," katanya.
Lebih lanjut, pengerukan di lokasi tersebut memiliki tantangan tersendiri karena lokasi yang sempit. Saat ini, Pemprov DKI mengerahkan tiga unit Mini Spider (crane) yang dikhususkan untuk melakukan penggalian di tempat-tempat sempit.
Material hasil pengerukan di lokasi sempit tidak dapat langsung dipindahkan menggunakan dump truk sehingga prosesnya harus dilakukan secara bertahap.
"Tempat yang sempit seperti ini penggaliannya memang lebih jauh lebih susah, karena untuk memindahkan materi atau galiannya tadi tidak bisa serta-merta menggunakan dump truck, Harus secara bertahap, dipindahkan pelan-pelan baru kemudian dimasukkan ke dalam dump truk," jelas Pramono.
Kondisi tersebut membuat proses penanganan menjadi lebih rumit. Karena itu, Pramono memilih agar penanganan Kali Kebon Melati dilakukan secara menyeluruh.
"Sehingga dengan demikian, karena tempat ini memerlukan effort atau usaha yang lebih rumit, maka tadi saya akhirnya memutuskan sudahlah, jangan setengah-setengah lagi, ditangani secara menyeluruh 2,3 kilometer ini," katanya.
Target Penataan Selesai 2028
Ia menargetkan kawasan tersebut nantinya mengalami perubahan usai dilakukan penataan pada pertengahan hingga akhir tahun 2028.
"Dan mudah-mudahan akhir tahun 2028 atau pertengahan tahun 2028 tempat ini menjadi tempat yang berbeda seperti yang menjadi harapan kita bersama," ujar Pramono.
Selain melakukan penataan fisik, Pramono mengingatkan kepada masyarakat sekitar lokasi untuk ikut menjaga kondisi kali dengan tidak membuang sampah sembarangan
"Kami juga meminta kepada masyarakat untuk mempunyai kesadaran, jangan kembali membuang sampah di sungai ini," kata Pramono.
